apt-id : asisten apt-get untuk komputer offline

Aplikasi-aplikasi diubuntu: • Aplikasi Grafis •
Aplikasi Internet •
Aplikasi Office •
Aplikasi Sound & Video •
Aplikasi Programming
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

apt-id : asisten apt-get untuk komputer offline

Post by nif » 30 Oct 2012, 16:52

Update Sept 2013 :
Saya sudah menyusun ulang tulisan saya di trit ini dalam bentuk ebook.
versi terbaru saat ini :
forums/ubbthreads.php/topics/141009/Re_ ... Post141009


# Pengantar

Ubuntu (dan banyak distro Linux lainnya) menggunakan manajemen software yang berbeda dengan yang kita kenal di Windows. Software-software diperlakukan secara modular dan saling berkaitan satu sama lain (dependensi). Cara seperti ini memiliki banyak keuntungan, terutama dari segi efisiensi; tapi kadang juga agak membingungkan.

Bagi kita yang memiliki akses internet, kebingungan itu tidak terlalu terasa. Kita bisa menggunakan berbagai program manajemen APT yang akan memecahkan masalah dependensi secara otomatis. Salah satu yang paling sering digunakan adalah apt-get. Pengguna Ubuntu pasti sudah familier dengan perintah seperti sudo apt-get update, atau sudo apt-get install aplikasi_X.

Lalu, bagaimana dengan pengguna Ubuntu yang tidak memiliki internet?
Hingga saat ini berbagai alternatif telah dikembangkan untuk memudahkan pengguna Ubuntu yang tidak memiliki internet. Misalnya DVD repository, apt-web, offline installer, apt-offline, keryx, qDebDownloader, synaptic script, dll. Masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Dari berbagai alternatif yang berupa software, saya sebenarnya paling senang dengan konsep kerja apt-offline dan synaptic script. Sayangnya, synaptic tidak bisa membuat script untuk update database APT sebagaimana sudo apt-get update (cmiiw); dan saya mengalami beberapa kendala ketika mencoba menggunakan apt-offline :frown: .

Nah, karena itulah beberapa hari yang lalu saya iseng googling2, dapat beberapa bash script, saya coba satukan, modifikasi dikit, akhirnya jadi sebuah program bash script sederhana. Program itu saya beri nama apt-id (lumayan lah daripada gak ada namanya :cool: ).

Di sini, saya mau share tentang apt-id ini. Meski sangat sederhana, tapi siapa tahu ada manfaatnya. Bagi saya, makin banyak alternatif semakin baik. :laugh:

Meskipun tujuan utamanya adalah untuk pengguna yang tidak punya koneksi internet sama sekali, apt-id juga bisa digunakan untuk pengguna yang memiliki koneksi internet tapi terbatas. Salah satu kelebihan apt-id adalah bahwa cara kerjanya hanya mengubah cara mendapatkan file download, tidak mengubah manajemen APT di komputer kita, sehingga dapat digunakan bergantian dengan cara online tanpa menimbulkan masalah.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 30 Oct 2012, 16:53

# Konsep Kerja

Apt-id bukan program yang berdiri sendiri, tetapi hanya sebuah bash script yang berguna mengatur penggunaan apt-get.
Ketika di komputer yang memiliki internet kita memberikan perintah sudo apt-get install aplikasi_X, maka proses yang akan terjadi adalah sebagai berikut :
1. Apt-get akan membaca database APT, lalu membuat daftar berisi file-file .deb apa saja yang diperlukan untuk menginstall aplikasi_X, serta di mana masing2 file tersebut dapat di-download.
2. Apt-get akan men-download semua file .deb sesuai daftar yang telah dibuat.
3. Eksekusi >> menginstall semua file .deb

Bagaimana dengan perintah sudo apt-get update ? Mirip juga, proses yang terjadi kurang lebih seperti ini :
1. apt-get akan membaca daftar Software Sources lalu membuat daftar berisi file-file apa saja yang diperlukan untuk melakukan update (misalnya Packages.bz2), serta di mana masing2 file tersebut dapat di-download.
2. Apt-get akan men-download semua file sesuai daftar yang telah dibuat.
3. Eksekusi >> membaca semua file untuk memperbaharui database APT

Proses yang serupa juga terjadi pada perintah lainnya. Semua itu dilakukan oleh apt-get secara otomatis, sehingga apt-get membutuhkan koneksi internet.

Nah, tugas apt-id adalah mengatur agar apt-get tidak men-download sendiri file2 yang dibutuhkannya, tetapi menulis daftarnya dalam sebuah file. Dengan demikian kita bisa membawa daftar tersebut ke komputer lain yang tersambung internet untuk melakukan download. Setelah semua file di-download, kita bisa berikan pada apt-id. Apt-id akan mengatur agar file2 tersebut dieksekusi sebagaimana seharusnya.
Tugas lain apt-id adalah mengatur format �daftar download� yang diminta apt-get menjadi sebuah format script yang bisa berjalan otomatis, baik di Windows maupun Linux. Dengan demikian kita tidak perlu men-download manual tiap file satu persatu.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 30 Oct 2012, 16:58

# Install & Uninstall

Cara install :
1. Download file apt-id.zip di bawah, ekstrak, lalu letakkan di komputer yang akan diinstall.
2. Buka terminal. Pindah directory ( cd ) ke directory tempat Anda menaruh apt-id.
3. Ketikkan : [color:#3333FF]sudo mv apt-id /usr/local/bin/apt-id[/color]
4. Beri permission eksekusi, caranya ketik [color:#3333FF]sudo chmod +x /usr/local/bin/apt-id
[/color]
Contoh :
Image


Cara uninstall :
Buka terminal, ketikkan : [color:#3333FF]sudo rm /usr/local/bin/apt-id[/color]


Kompatibilitas :
Apt-id diharapkan untuk bisa berjalan di semua versi Ubuntu dan distro turunannya.
Diharapkan juga dapat digunakan di distro lain yang menggunakan manajemen APT (tapi mungkin perlu sedikit penyesuaikan directory)

Update 18 Nov 2012
Saya sudah membuat versi baru untuk menambahkan sedikit fitur GUI. Silahkan dibaca di sini.

Update 25 Mar 2014
file lampiran di sini sudah broken link sepertinya :confused:
jadi silahkan download yang versi terbaru aja, ada di signature saya (di bawah).


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 30 Oct 2012, 17:01

# Penggunaan

Kita dapat memanggil apt-id dari mana pun di terminal dengan mengetikkan [color:#3333FF]apt-id[/color].
Anda akan mendapati 4 opsi pilihan. Pilih 1 untuk membuat daftar download, 2 untuk eksekusi hasil download, 3 untuk menampilkan keterangan singkat apt-id, 4 untuk keluar.

[spoiler]Image[/spoiler]

Agar lebih praktis, kita juga bisa langsung memberikan pilihan saat memanggil apt-id. Misalnya, ketik [color:#3333FF]apt-id[/color][color:#3333FF]2[/color] maka akan langsung masuk ke opsi 2, yaitu eksekusi hasil download.

[spoiler]SS1
Image

SS2
Image[/spoiler]


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 30 Oct 2012, 17:01

Bagus!

Baru saja saya menulis posting seperti ini[1]. Eh, sudah ada yang sambut :) Lumayan mendekati yang saya inginkan meski masih jauh. But it's fine :D

Terima kasih, Kang.




_____________
[1] https://linuxdreambox.wordpress.com/201 ... packaging/


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 30 Oct 2012, 17:04

# Membuat Daftar Download

Langkahnya mudah, kita hanya tinggal memasukkan perintah apt-get yang kita inginkan. Misalnya sudo apt-get update, sudo apt-get install firefox gimp inkscape, sudo apt-get upgrade, dan semacamnya. Apt-id akan menyusun daftar file apa saja yang perlu di-download untuk perintah tersebut. Setelah itu kita akan diminta memasukkan nama yang akan digunakan untuk menyimpan daftar tersebut. Sangat dianjurkan untuk menggunakan nama berakhiran .bat

[spoiler]Image[/spoiler]

Sesudah daftar download berhasil dibuat, kita bisa membawanya ke komputer lain yang terkoneksi internet untuk men-download semua file yang diperlukan secara otomatis. Bisa komputer Windows maupun Linux. Caranya akan saya jelaskan di bagian selanjutnya.


Keterangan tambahan :
1. Ada kalanya apt-id tidak menemukan daftar file yang harus di-download. Hal ini kemungkinan terjadi karena :
- salah penulisan perintah
- aplikasi yang ingin di-download tidak tersedia di Software Sources yang kita gunakan
- daftar APT kita sudah tidak update (solusi : kita bisa meng-upate dulu daftar APT kita dengan melakukan sudo apt-get update. Bisa dilakukan dengan bantuan apt-id)
- aplikasi tersebut sudah terinstall dan tidak ada update

[spoiler]Image[/spoiler]

2. Jika apt-id gagal menyimpan daftar download dengan nama yang kita minta, maka akan disimpan otomatis dengan nama APT-ID_(tanggal_&_waktu).bat di home directory kita.

[spoiler]Image[/spoiler]


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 30 Oct 2012, 17:12

# Download Otomatis dengan Wget

Sesudah kita mendapatkan daftar download dari apt-id, langkah selanjutnya adalah membawa daftar download tersebut ke komputer lain yang terkoneksi internet. Daftar download yang dihasilkan apt-id dapat kita gunakan untuk men-download semua file sekaligus secara otomatis, baik di komputer Windows ataupun Linux (tidak terbatas distro Ubuntu / Debian). Bagaimana caranya? Dengan bantuan sebuah download manager yang bernama wget. Daftar download yang dihasilkan apt-id memang sengaja disusun agar sesuai dengan sintaks wget.

Mengapa saya memilih wget? Itu karena :
1. Wget gratis dan bebas digunakan
2. di OS Linux = wget sudah terinstall secara default di banyak distro Linux (termasuk Ubuntu). Jadi, kita tidak perlu menginstall apapun lagi.
3. di OS Windows = ada banyak versi wget.exe untuk Windows yang bisa kita download secara gratis. Salah satunya di link ini : wget.exe untuk Windows.
Wget di link tersebut sudah di-compile dengan static linking sehingga stand-alone, bisa kita gunakan di komputer Windows tanpa perlu menginstall apapun.

Saya membayangkan bahwa komputer yang kita gunakan untuk download bukanlah milik kita (mungkin komputer warnet, lab kampus, punya teman, tetangga, dll) sehingga rasanya sulit jika kita harus menginstall sesuatu.

Oke, langsung ke cara melakukan download otomatis.

>> Jika komputernya Linux
1. Bawa daftar download.
2. Buka terminal.
3. Pindah directory ( cd ) ke directory tempat Anda menaruh daftar download.
4. Ketik [color:#3333FF]sh[/color][color:#990000][nama daftar download yang akan dijalankan][/color]

[spoiler]Image[/spoiler]

5. Proses download akan berjalan. Semua file yang di-download akan diletakkan di directory yang sama dengan directory tempat Anda meletakkan daftar download. Tunggu hingga selesai.

[spoiler]Image[/spoiler]


>> Jika komputernya Windows
1. Bawa daftar download, dan letakkan bersama wget.exe (jika Anda belum memiliki wget.exe, silahkan download dari link yang saya sebutkan di atas).
Catatan : jika komputernya menggunakan Windows, file daftar download yang kita jalankan harus berekstensi .bat, dan akan dikenali Windows sebagai batch file.

2. Atur variabel 'path', dengan cara buka command prompt, ketikkan :
[color:#3333FF]path=%path%;[/color][color:#990000][folder tempat Anda menaruh wget.exe][/color] lalu tekan Enter. Untuk mengecek hasilnya, kita bisa memberikan perintah [color:#3333FF]path[/color]. Seharusnya folder tempat kita menaruh wget.exe sudah ikut tercantum.
Catatan : Jendela command prompt tersebut jangan di-close hingga semua proses download selesai, karena pengaturan variabel path yang kita lakukan hanya bersifat sementara dan akan hilang ketika jendela command prompt tersebut ditutup.

[spoiler]SS1
Image

SS2
Image[/spoiler]

3. Cari daftar download yang ingin Anda jalankan, klik 2 kali (double click).

[spoiler]Image[/spoiler]

4. Proses download akan berjalan. Akan muncul jendela command prompt baru yang manampilkan progress download. Semua file yang di-download akan diletakkan di directory yang sama dengan directory tempat Anda meletakkan daftar download. Tunggu hingga selesai.

[spoiler]Image[/spoiler]
Last edited by nif on 27 Feb 2016, 21:04, edited 1 time in total.
Reason: memperjelas link


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 30 Oct 2012, 17:14

# Eksekusi Hasil Download

Setelah semua file berhasil di-download, langkah berikutnya tinggal membawa kembali file-file tersebut kembali ke komputer kita untuk dieksekusi. Kita bisa menggunakan apt-id untuk melakukannya.
Di apt-id, kita cukup menyebutkan di mana folder / directory tempat kita menaruh file-file hasil download. Apt-id akan menentukan sendiri jenis eksekusi yang akan dilakukannya. Jika isinya file .deb maka akan diinstal; sedangkan jika isinya adalah file untuk keperluan update database APT, maka akan dijalankan update.
Apt-id akan menanyakan konfirmasi dulu sebelum melakukan eksekusi. Jika Anda menyetujui, eksekusi segera dijalankan.

[spoiler]SS1
Image

SS2
Image

SS3
Image

SS4
Image[/spoiler]

Catatan tambahan
:
1. Apt-id hanya akan mengeksekusi isi directory yang ditentukan, tidak termasuk subdirectory di bawahnya. Hal ini sengaja untuk menghindari adanya file yang ikut terproses tanpa kita sadari.
2. Sebaiknya di dalam directory yang akan dieksekusi tidak ada file-file lain selain yang memang diperlukan.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 30 Oct 2012, 17:18

# Penutup

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, tiap alternatif memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Semakin banyak alternatif akan semakin baik, karena kita bisa memilih alternatif mana yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kita.

Untuk apt-id, kelebihannya :
1. Daftar-download yang dihasilkan dapat dijalankan di banyak komputer Windows dan Linux tanpa perlu meng-install apapun.
2. Memiliki kemampuan yang lengkap. Tidak hanya memfasilitasi instalasi aplikasi (dengan perintah sudo apt-get install), tapi juga update database APT (dengan sudo apt-get update), dan lainnya.
3. Karena bisa melakukan update database APT, maka memungkinkan kita untuk menambahkan repository lain, termasuk PPA.
4. Seluruh proses manajemen APT tetap dilakukan di komputer kita, sehingga tidak ada kendala untuk digunakan bergantian dengan cara online (misalnya; aplikasi-aplikasi yang berukuran kecil diinstall langsung lewat koneksi internet, sedangkan aplikasi-aplikasi yang besar di-install dengan bantuan apt-id. Cara seperti ini cocok untuk pengguna yang memiliki koneksi internet, tetapi masih terbatas).

Kekurangannya :
1. Daftar-download yang dihasilkannya tidak bisa dijalankan di komputer Linux yang belum terinstall wget (dan pemiliknya tidak mengizinkan kita menginstall wget). Juga, tidak bisa dijalankan di komputer Windows yang pemiliknya melarang eksekusi batch file.
2. Belum menyertakan update terjemahan / Translation
3. Belum bisa menghasilkan script untuk melakukan download bertahap (misalnya : cari file Packages.bz2, jika ada langsung diproses, jika tidak ada cari Packages.gz, dst).
4. Kita harus bolak-balik dari komputer kita ke komputer tempat download.
5. Mungkin ada lagi yang belum saya ketahui.


Sumber dan Referensi
Ada cukup banyak, saya tidak hapal :smile:
Yang jelas googling dan manual.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 30 Oct 2012, 17:27

@Malsasa : makasih :smile:


User avatar
ndundupan
Posts: 116
Joined: 28 Jan 2010, 13:09
Location: Surabaya
Contact:

Post by ndundupan » 30 Oct 2012, 18:36

TOP ini, bisa jadi solusi buat yang kesulitan koneksi internet!


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 30 Oct 2012, 19:52

Saya setuju! TOP! Terima kasih buat kang nif!

Oya, secara ringkas, apa ini konsepnya semisal Keryx? Kalau ya, apa bedanya?


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 31 Oct 2012, 08:38

Terima kasih. Ya, semoga bisa menjadi tambahan alternatif lagi selain yang sudah ada saat ini. :smile:
Saya dulu juga migrasi ke Ubuntu pada kondisi tidak punya internet sama sekali, jadi saya merasakan sendiri bahwa menggunakan Linux tanpa bantuan internet itu memang sedikit membingungkan. :confused:


[quote:Malsasa]secara ringkas, apa ini konsepnya semisal Keryx? Kalau ya, apa bedanya?[/quote]
Konsep kerjanya sedikit berbeda.
Keryx bekerja dengan membangun sendiri sebuah database APT internal di flash disk (di tempat Keryx dijalankan). Dengan demikian, Keryx bisa dibawa ke komputer lain dan bisa memecahkan masalah dependensi dengan mengacu pada database APT internal yang dibawanya.

Apt-id menggunakan konsep kerja seperti apt-offline atau synaptic srcipt, yaitu menggunakan pengelolaan "satu atap". Database APT yang digunakan adalah database di komputer kita sendiri. Segala pengelolaan dan manajemen database APT tetap dilakukan di komputer kita, sebagaimana kalo kita punya internet. Yang diubah hanya cara download-nya : tidak download sendiri, tetapi ditulis ke daftar download untuk di download di komputer lain.


Tapi meski konsep kerjanya beda, dari segi tujuannya tetap sama :
Memfasilitasi agar pengguna Linux yang tidak punya internet bisa mendownload semua file yang dibutuhkannya di komputer lain (baik Windows maupun Linux), tanpa harus bingung memikirkan dependensi; dan juga tanpa harus repot men-download manual setiap file tersebut satu persatu. :smile:


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 01 Nov 2012, 07:44

Bagi yang sudah mencoba apt-id, saya tunggu feedback-nya ya : kritik, koreksi, saran, bagian2 yang masih harus diperbaiki, kendala2 ketika digunakan, dll. Terima kasih. :smile:
Last edited by nif on 27 Feb 2016, 21:04, edited 1 time in total.
Reason: salah ketik


User avatar
thrvers
Posts: 4458
Joined: 01 Jan 2010, 13:28
Location: Jombang, Indonesia
Contact:

Post by thrvers » 01 Nov 2012, 08:13

'
tadi coba iseng kak nif :D
-----------------------------
>> apt-id
langsung keluar tanpa ada peringatan salah apa

terima kasih


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 01 Nov 2012, 08:28

@thrvers :
Kok aneh ya? :confused:
Seharusnya ada pesan error invalid operation karena kesalahan sintaks, dan di komputer saya memang ada :

[spoiler]Image[/spoiler]

Oke, makasih banyak mastah thrvers, nanti saya coba teliti lagi. :smile:
Last edited by nif on 27 Feb 2016, 21:04, edited 1 time in total.
Reason: spoiler


User avatar
thrvers
Posts: 4458
Joined: 01 Jan 2010, 13:28
Location: Jombang, Indonesia
Contact:

Post by thrvers » 01 Nov 2012, 08:32

'
o.. iya tadi saya jalaninnya langsung klik2x - Run in Terminal
jadi tidak kelihatan

:lupa tidak baca aturan pakai diatas :D :

sekalian nambahi:
buat yg windows wget - linknya adanya kok wget.tar.gz bener ya?
saya unduhnya di http://users.ugent.be/~bpuype/wget/ terus langsung di paste ke C:\Windows (jadi tak bingung dg $PATH)


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 01 Nov 2012, 08:41

oh, iya sih, untuk pesan error saya memang hanya mengandalkan jawaban bash :grin:
Kalo bash-nya gak keliatan, pesan errornya jadi gak kelihatan. kalo perlu mungkin ntar bisa ditambahin pause atau konfirmasi lagi.
thrvers wrote:sekalian nambahi:
buat yg Windows wget - linknya adanya kok wget.tar.gz bener ya?
Bukan. Saya ada 2 link wget di atas; yang satu ke website resminya wget, yang satunya lagi wget.exe untuk Windows (yang dari ~bpuype itu). Oke, sudah saya edit biar lebih jelas.
Kalo untuk path-nya, ya bisa juga dikopi langsung ke path default Windows. :smile:

oke, makasih mastah thrvers.


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 01 Nov 2012, 14:22

Muantap. Migrasi tanpa memiliki internet. Terima kasih, Kang.


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 01 Nov 2012, 14:24

Kalau begitu, siapakah di forum kita yang bisa bikin GUI-nya? Pasti gempar, tuh. Bakalan berguna banget :)


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 02 Nov 2012, 07:13

Malsasa wrote:Kalau begitu, siapakah di forum kita yang bisa bikin GUI-nya? Pasti gempar, tuh. Bakalan berguna banget :)
wah semangat 'kali bro Malsasa nih, saya malah belum kepikiran ke GUI dll. :laugh:


User avatar
kulinuxer
Posts: 107
Joined: 04 Apr 2012, 15:37
Location: subang,karawang,indonesia
Contact:

Post by kulinuxer » 02 Nov 2012, 07:47

masya allah ... mantap sekali nich mastah nif !!! terima kasih atas share nya.sangat bermanfaat sekali :)


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 02 Nov 2012, 07:56

Saya memihak rakyat kecil aka newbie :)


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 02 Nov 2012, 08:15

@kulinuxer : sama2 mastah. ntar kalo udah coba, saya tunggu koreksi & sarannya :smile:

@Malsasa : ya, sebenarnya rencana saya mau lihat dan perbaiki dulu, ntar kalo memang dirasa bermanfaat baru beralih ke GUI. Tapi ya lebih bagus juga sih kalo dari sekarang udah ada yang bersedia buat GUI-nya :smile:


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 02 Nov 2012, 08:40

Jadi apt-id ini buatan akang? Semoga Allah yang membalas segala kebaikan akang.


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 02 Nov 2012, 08:41

Ndak perlu dirasa bermanfaat. Jaminan pasti bermanfaat untuk user kebanyakan yang cara unistal aplikasi di Windows saja tidak tahu.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 02 Nov 2012, 13:00

Iya, memang buatan saya. Tapi ndak susah kok. Konsep seperti ini sudah banyak dibahas, malah sudah pernah dijelaskan mastah blackshirt juga di sini.
Saya cuma modifikasi dikit supaya bisa digunakan juga untuk update, karena khusus perintah update memang penanganannya beda. Sudah, cuma begitu aja kok. :smile:


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 07 Nov 2012, 13:58

# Tambahan : Menambahkan PPA (dan Autentikasinya) di Komputer Offline


Apa itu PPA? Apa itu autentikasi?
[spoiler]Ubuntu memiliki repository ('gudang software') yang berisi berbagai macam software yang bisa kita install di Ubuntu. Nah, selain repository yang disediakan resmi oleh Ubuntu, sebenarnya ada juga repository lain yang bisa kita gunakan di Ubuntu. Di antaranya adalah PPA.
PPA (Personal Package Archive) adalah repository yang disediakan oleh team developer / perseorangan di luar repository Ubuntu. Biasanya memuat update terbaru yang belum masuk ke repository Ubuntu, dan terkadang bisa juga memuat aplikasi yang memang tidak tersedia di repository Ubuntu.
Jika kita membaca tutorial atau artikel tentang Ubuntu, mungkin kita sudah sering menemuinya.

Autentikasi adalah sebuah prosedur untuk menjamin keamanan sebuah paket / aplikasi. Dengan melakukan autentikasi, kita bisa memastikan bahwa paket / aplikasi yang kita terima memang berasal dari penyedia PPA yang telah terdaftar resmi oleh Ubuntu. Konsepnya menggunakan sepasang sandi yang disebut private key dan public key. Agak panjang kalo saya jelaskan :grin: , yang penting adalah bahwa kita bisa melakukan autentifikasi tiap paket yang berasal dari PPA dengan menambahkan public key dari si penyedia PPA tersebut ke dalam komputer kita.[/spoiler]

Jika komputer kita terhubung ke internet, maka menambahkan PPA dapat dilakukan dengan sangat mudah. Misalnya kita ingin menambahkan ppa:michael-gruz/canon-trunk, maka kita cukup membuka terminal, memberikan perintah :
[color:#3333FF]sudo add-apt-repository ppa:michael-gruz/canon-trunk[/color]
kemudian melakukan update :
[color:#3333FF]sudo apt-get update[/color]

Lalu, bisakah kita menambahklan PPA pada komputer yang tidak terhubung sama sekali ke internet? Memang tidak semudah cara di atas � tapi bukan berarti tidak bisa :smile: .
Salah satu kelebihan apt-id adalah bisa digunakan untuk mengupdate database APT di komputer offline, maka kita bisa menggunakannya untuk menambahkan PPA.

Di sini saya akan coba jelaskan langkah-langkah untuk menambahkan PPA pada komputer yang offline, lengkap dengan authentikasinya.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 07 Nov 2012, 13:59

# Tambahan : Menambahkan PPA (dan Autentikasinya) di Komputer Offline (bagian 2)

Misalnya kita ingin menambahkan ppa:michael-gruz/canon-trunk (PPA untuk driver printer Canon di Ubuntu), maka langkah yang perlu kita lakukan adalah ;

1. Pergi ke komputer yang terkoneksi internet, buka web browser ke alamat : [color:#000099]https://launchpad.net/~michael-gruz/+ar ... anon-trunk[/color]. Jika PPA tersebut valid dan masih aktif, kita akan menemui halaman seperti gambar di bawah.
Untuk PPA yang lain, kita tinggal menyesuaikan alamatnya.
Misalnya :
ppa:[color:#990000]n-muench[/color][color:#009900]/programs-ppa[/color] --> https://launchpad.net/~[color:#990000]n-muench[/color]/+archive[color:#009900]/programs-ppa[/color]
ppa:[color:#990000]ubuntu-x-swat[/color][color:#009900]/q-lts-backport[/color] --> https://launchpad.net/~[color:#990000]Ubuntu-x-swat[/color]/+archive[color:#009900]/q-lts-backport[/color]
dst.

[spoiler]Image[/spoiler]


2. Di halaman web tersebut, klik pada tulisan �Technical details about this PPA�. Sesuaikan versi Ubuntu yang kita gunakan, lalu catat sources.list entri yang ditampilkan.
Di contoh ini : deb ht[color:#333333]t[/color]p://ppa.launchpad.net/michael-gruz/canon-trunk/ubuntu precise main

Keterangan : bagian yang bawahnya (deb-src) digunakan jika kita ingin menyertakan source code. Jika Anda hanya perlu program yang siap digunakan (tidak ingin compile sendiri), bagian ini tidak perlu disertakan.

[spoiler]Image[/spoiler]


3. Sekarang lihat ke bagian Signing key di bawahnya. Klik pada key yang tertera.
[spoiler]Image[/spoiler]
Kita akan menemui halaman seperti ini. Klik lagi pada key yang tertera.
[spoiler]Image[/spoiler]
Kita akan sampai pada halaman seperti ini. Ini adalah public key (Pubkey) dari sang penyedia PPA yang kita perlukan untuk autentikasi.
[spoiler]Image[/spoiler]
Simpan halaman ini. Harap perhatikan untuk menyimpan sebagai Text Files. Beri nama sesuai yang kita inginkan.
[spoiler]Image[/spoiler]


4. Kembali ke komputer kita yang tak terhubung internet. Pertama, kita akan mengedit daftar Software Sources di komputer kita dengan hak akses administrator (root). Caranya ; buka terminal, ketikkan [color:#3333FF]gksu gedit /etc/apt/sources.list
[/color]
Catatan : Jika teks editor yang Anda gunakan bukan gedit (misalnya mousepad, leafpad, dll), maka harap sesuaikan perintah di atas dengan teks editor yang Anda gunakan.

Tambahkan sources.list entri yang tadi sudah kita catat di baris paling bawah. Save, lalu close.

[spoiler]Image[/spoiler]


5. Sekarang kita masukkan Pubkey yang tadi sudah kita simpan ke daftar apt-key. Caranya, di terminal pindah directory ( cd ) ke tempat kita menyimpan file Pubkey. Ketikkan [color:#3333FF]sudo apt-key add [/color][color:#660000][nama file Pubkey][/color]

[spoiler]Image[/spoiler]

Penambahan PPA selesai. Sekarang kita perlu melakukan update (sudo apt-get update). Kita bisa menggunakan apt-id untuk melakukannya.


User avatar
Chunx
Posts: 41
Joined: 07 Nov 2012, 14:52
Location: Tangerang, indonesia
Contact:

Post by Chunx » 15 Nov 2012, 18:31

(Oh, gitu..
kalo buat instal wine gimana..??


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 15 Nov 2012, 18:49

Kang nif telah berusaha begitu keras. Terima kasih, kang nif!


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 15 Nov 2012, 19:30

Apakah akang nif sudah memasukkan aplikasi ini ke repo resmi? Saya sarankan untuk dimasukkan, Kang. Ini sangat kami butuhkan.

Terima kasih banyak.


User avatar
buzzing_bee
Posts: 1971
Joined: 29 Dec 2010, 21:53
Location: /home/buzzing_bee
Contact:

Post by buzzing_bee » 15 Nov 2012, 19:45

@masbro Nif:

coba script-nya dipadupadankan dengan Zenity biar ada GUI nya :D

Shell Script + Zenity


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 15 Nov 2012, 21:02

@Malsasa :
Terima kasih :laugh:
Tapi kalo untuk masuk ke repo resmi Ubuntu, sepertinya masih jauh.. :confused:

@buzzing_bee
Makasih link-nya om, ntar saya baca2 dulu deh :grin:


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 15 Nov 2012, 21:14

Chunx wrote:kalo buat instal wine gimana..??
Kalo komputer kita konek ke internet, kita tinggal buka terminal lalu beri perintah :
[color:#3333FF]sudo apt-get install wine[/color]
Selesai.

Kalo kita offline (pake apt-id), perintahnya sama cuma caranya yang agak berbeda ;
1. Panggil apt-id opsi 1 (membuat daftar download). Berikan perintah [color:#3333FF]sudo apt-get install wine[/color]. Nanti akan dibuatkan sebuah daftar download.
2. Bawa daftar download tadi ke komputer yang tersambung ke internet. Lakukan download, lalu bawa file2 hasilnya kembali ke komputer kita.
3. Panggil apt-id opsi 2 (eksekusi hasil download). Sebutkan folder mana tempat kita menaruh file2 hasil download barusan. Apt-id akan menginstall-nya.
Selesai.


User avatar
linuxers_cilik
Posts: 306
Joined: 24 Nov 2011, 22:45
Location: Medan, Indonesia

Post by linuxers_cilik » 17 Nov 2012, 22:45

Nampaknya perlu nama yg lebih universal lagi. Karena jika namanya apt-id, org luar negeri akan mengira berbahasa indonesia saja atau berbagai macam hipotesis lainnya. Maka untuk itu saya memberi usul nama "Courier". Lalu, beberapa kata mungkin perlu diartikan lebih baik lagi seperti kata "file" menjadi "berkas" dan lainnya (maklum belum nyoba). Dan punya slogan "Make your Linux world easier".


CMIIW


User avatar
q_p
Posts: 3109
Joined: 14 Oct 2012, 13:01
Contact:

Post by q_p » 17 Nov 2012, 23:15

Terima kasih mas nif, sangat2 membantu.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 18 Nov 2012, 05:38

@linuxers_cilik :
Kemaren memang agak bingung kasih nama. :laugh:
Pertimbangannya, karena saya ingin pake awalan apt-... agar 'nyambung' dengan tool apt lain (apt-get, apt-offline, apt-key, dkk) dan kalo bisa singkat dan mudah diingat. Akhirnya kepilih apt-id.
Terima kasih usulnya. Nanti saya pikirkan lagi. :smile:

@PragolaPati :
Terima kasih om.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 18 Nov 2012, 09:21

# Update Versi : GUI Support

Atas saran kang Malsasa dan kang buzzing_bee, saya coba kembangkan sedikit apt-id untuk memasukkan fitur GUI.
Namun harap dimaklumi bahwa sebenarnya ada banyak kelebihan yang bisa didapatkan dengan menggunakan mode terminal daripada mode GUI. Jadi, apt-id ini tetap saya buat sebagai bash script yang berjalan di terminal. Saya hanya menambahkan GUI di bagian yang saya anggap perlu. Selebihnya, tetap saya pertahankan di mode terminal.

GUI yang digunakan adalah zenity dan kdialog. Apt-id akan otomatis menyesuaikan dengan kondisi komputer Anda. Jika di komputer Anda terinstall zenity, maka zenity yang digunakan. Jika tidak ada zenity tapi ada kdialog (biasanya di KDE), maka kdialog yang digunakan. Jika keduanya tidak terinstall, apt-id akan sepenuhnya menggunakan mode terminal seperti pada apt-id versi sebelumnya.

Kompatibilitas, cara install-uninstall, cara kerja, cara penggunaan, dan sebagainya masih sama seperti pada apt-id versi sebelumnya; jadi tidak perlu saya jelaskan lagi. :smile:

Seperti biasa kalo ada koreksi, kritik, saran, pertanyaan, dll silahkan disampaikan ke saya.

Screenshot
[spoiler]mode zenity[spoiler]SS 1a : apt-id opsi 1
Image

SS 1b : apt-id opsi 2
Image[/spoiler]

mode kdialog[spoiler]SS 2a : apt-id opsi 1
Image

SS 2b : apt-id opsi 2
Image[/spoiler]

mode terminal[spoiler]SS 3a : apt-id opsi 1
Image

SS 3b : apt-id opsi 2
Image[/spoiler][/spoiler]
Attachments
apt-id (GUI support).zip
(0 Bytes) Downloaded 2647 times
Last edited by nif on 27 Feb 2016, 21:04, edited 1 time in total.
Reason: screenshot


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 18 Nov 2012, 21:29

Sudah ada GUI! Kemajuan besar!

Pokoknya saya mendukung berat usaha kang nif.

Terima kasih banyak, Kang!

:D


User avatar
q_p
Posts: 3109
Joined: 14 Oct 2012, 13:01
Contact:

Post by q_p » 18 Nov 2012, 21:52

Mantap, menjadi solusi alternatif bagi saudara2 kita di daerah yang langka internet. Selamat mas nif, semoga menjadi amal jariyah anda....amin.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 19 Nov 2012, 09:37

@Malsasa
Kemaren sebetulnya sudah coba buat jadi GUI semuanya, tapi jadinya terasa lambat sekali. Akhirnya saya beri GUI hanya di bagian2 yang memang perlu aja. Kalo sekedar untuk ketik perintah, password, atau pilih opsi kan gak perlu GUI :grin:

@PragolaPati
Terima kasih :laugh:


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 19 Nov 2012, 09:51

Tak mengapa, Kang nif. Pertanyaan saya terjawab sebelum tanya. Terima kasih banyak.

Tapi kok bisa aplikasi ini ukurannya kecil sekali?


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 19 Nov 2012, 10:13

Malsasa wrote:kok bisa aplikasi ini ukurannya kecil sekali?
Ya, karena sebenarnya kan semua sudah tersedia. Yang membuat daftar uri : apt-get, yang melakukan instalasi : dpkg, yang mengatur GUI : zenity & kdialog, dll.
Apt-id hanya script untuk 'mengkoordinasikan' kerja mereka agar bisa digunakan tanpa internet. :smile:


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 26 Nov 2012, 08:38

Ada yang tanya ke saya lewat PM, jadi saya kopi ke sini. Siapa tau ada yang punya pertanyaan sama juga :smile:
Pertanyaan wrote:mau nanya,,, kmarin aku dah coba apt-id nya,,, dah buat list update + dah tak download sekalian,, cuman caranya install gimana ya,, cos filenya extensi nya .bz (or apa saya lupa)...
Untuk perintah update memang isi filenya seperti itu, .bz2, .gpg, dll.
Langsung aja pake apt-id opsi 2. Nanti otomatis akan diproses sesuai jenis file-nya :laugh:


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 26 Nov 2012, 09:07

nif wrote:
Malsasa wrote:kok bisa aplikasi ini ukurannya kecil sekali?
Ya, karena sebenarnya kan semua sudah tersedia. Yang membuat daftar uri : apt-get, yang melakukan instalasi : dpkg, yang mengatur GUI : zenity & kdialog, dll.
Apt-id hanya script untuk 'mengkoordinasikan' kerja mereka agar bisa digunakan tanpa internet. :smile:

Berarti

ada sangat banyak konfigurasi lain yang masih bisa kita otomasi bahkan dalam apt sendiri masih ada banyak lowongan. Oooh, ide gilaaa... Terima kasih, Kaang!


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 28 Nov 2012, 07:14

Benar sekali.
Di Linux kan kita bebas membuat konfigurasi semau kita :cool:


User avatar
Malsasa
Posts: 2976
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Post by Malsasa » 28 Nov 2012, 08:44

Iya, Kang.

Tapi lihat saja Ksuperkey. Kok ya baru sekarang adanya?

Kok nggak dari dulu? :D Dan yang semisal Ksuperkey ini banyak.

Hehehe.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 06 Dec 2012, 21:12

Yah, mungkin baru sekarang developernya dapat ide :laugh:


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 06 Dec 2012, 21:13

Ada masukan lagi, jadi saya copy ke sini.

[spoiler]gan ane uda test
mau kasi testi ni
:D
ane test buat install game 0.A.D
yang size 350mb'an
daftar download yang ane buat dari apt-ip buat bantu search file yang ane butuhkan dari file archive computer ubuntu yang sudah terinstall game 0.A.D buat cari file *.deb yang dibutuhkan
dari apt-id ane bisa tau file apa aja yang ane butuhkan
:D
Sangat membantu ane yang nubi gan ni apt-id
Thank banget
:)

Selamat datang di apt-id. Apa yang ingin Anda lakukan?
1 = membuat daftar download
2 = eksekusi hasil download
3 = about apt-id
4 = keluar

Pilihan Anda : 1
# Membuat Daftar Download #

Silahkan masukkan perintah yang diinginkan :
sudo apt-get install vlc

Ditemukan 28 item yang harus didownload
Simpan daftar dengan nama : vlc (kalo ane simpan dengan nama pemutar vlc) jadi error gan :)


ane ada saran gan
untuk Simpan daftar dengan nama kasi catatan jangan gunakan space/spasi
kl pake space/spasi gk tersave daftar namanya
:)[/spoiler]
Terima kasih feedback-nya :laugh:

Untuk masalah penggunaan spasi pada nama; sebenarnya bisa, tapi harus sesuai dengan standar penggunaan spasi di terminal Linux. :smile:
Begini, di mode terminal, spasi (white space) digunakan sebagai pemisah antar command/option/argumen.

Misalnya kita ingin membuat sebuah directory baru bernama "New Folder" dengan perintah mkdir di terminal. Jika kita mengetikkan ;
mkdir New Folder
maka hasilnya bukan sebuah directory bernama "New Folder", tetapi 2 buah directory yang bernama "New" dan "Folder". Itu karena si terminal menganggap kata New dan Folder sebagai 2 argumen terpisah, bukan sebagai satu kesatuan nama.

Lalu bagaimana cara untuk menyatakan spasi yang berada di dalam nama? Bisa dengan beberapa cara. Yang pertama dengan diapit menggunakan tanda " ", misalnya ;
mkdir "New Folder"

Cara lainnya adalah dengan menggunakan tanda \ sebelum tiap karakter spasi, misalnya ;
mkdir New\ Folder

[spoiler]Image[/spoiler]
Kita bisa menggunakan spasi di apt-id dengan cara yang sama. :smile:

Tambahan :
- Terminal Linux bersifat case sensitive, sehingga "New Folder" dan "New folder" dianggap berbeda.
- Cara di atas adalah untuk metode terminal. Kalo Anda menggunakan apt-id yang pake GUI zenity atau kdialog, tak perlu gunakan cara di atas.


User avatar
q_p
Posts: 3109
Joined: 14 Oct 2012, 13:01
Contact:

Post by q_p » 06 Dec 2012, 23:56

Lalu bagaimana cara untuk menyatakan spasi yang berada di dalam nama? Bisa dengan beberapa cara. Yang pertama dengan diapit menggunakan tanda " ", misalnya ;
mkdir "New Folder"

Cara lainnya adalah dengan menggunakan tanda \ sebelum tiap karakter spasi, misalnya ;
mkdir New\ Folder
Ini yang saya cari2, masalah 'penamaan' yang sering kita jumpai kalau migrasi dari windows ... TopMarkotop, tq :)


User avatar
buzzing_bee
Posts: 1971
Joined: 29 Dec 2010, 21:53
Location: /home/buzzing_bee
Contact:

Post by buzzing_bee » 08 Dec 2012, 16:09

PragolaPati wrote:
Lalu bagaimana cara untuk menyatakan spasi yang berada di dalam nama? Bisa dengan beberapa cara. Yang pertama dengan diapit menggunakan tanda " ", misalnya ;
mkdir "New Folder"

Cara lainnya adalah dengan menggunakan tanda \ sebelum tiap karakter spasi, misalnya ;
mkdir New\ Folder
Ini yang saya cari2, masalah 'penamaan' yang sering kita jumpai kalau migrasi dari windows ... TopMarkotop, tq :)


jangan lupa kang, Case Sensitive


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 17 Dec 2012, 10:21

@PragolaPati : sama2 om

@buzzing_bee : oke, ditambahkan :laugh:


User avatar
rain
Posts: 52
Joined: 05 Oct 2012, 19:52
Location: Bandar Lampung
Contact:

Post by rain » 22 Dec 2012, 06:34

serasa ga rugi berkutik di linux ni. banyak ilmu baru yang bisa saya pahami. izin testing ya mas nif.


User avatar
rain
Posts: 52
Joined: 05 Oct 2012, 19:52
Location: Bandar Lampung
Contact:

Post by rain » 22 Dec 2012, 06:36

o iya mas nif, kalo ide kreatif mas nif ini saya publish atau saya bagikan ke teman2 sebagai solusi linux di UKM kampus saya boleh ga ya? ya nanti akan saya cantumkan nama mas. gmna?


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 22 Dec 2012, 07:52

@rain : silahkan :laugh:


User avatar
rain
Posts: 52
Joined: 05 Oct 2012, 19:52
Location: Bandar Lampung
Contact:

Post by rain » 22 Dec 2012, 12:47

tadi udah exekusi mas. lancar, sesuai rencana.


User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Post by nif » 23 Dec 2012, 07:23

sip. kalo ada saran / usul untuk pengembangan ke depan, silahkan disampaikan :smile:


User avatar
hadir
Posts: 1
Joined: 18 Jan 2013, 14:43

Post by hadir » 21 Jan 2013, 14:17

terimaksih banyak agan nif,,, ini informasinya sangat membantu sekali.
saya baru seminggu yang lalu pindah ke linux jadi masih kaku sekali karena belum terbiasa.
kalo ada kesulitan apakah saya bisa berkonsultasi dengan agan nif?


User avatar
Alakulihal
Posts: 233
Joined: 04 Sep 2012, 11:43
Location: Riau paling pojok dan pelosok
Contact:

Post by Alakulihal » 21 Jan 2013, 16:00

mastah, ane ngusul ni... bikin pdf penggunaannya ja deh, ane masih bingung sma tutorial yg ada krna pencar2

Mastah Nif bikinin dokumen PDF atau .ODT gtu... yang lengkap sekaligus berisi Contoh2nya...


Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 7 guests