(ASK) Dokumentasi Perkembangan Linux, Ubuntu, dan FUI

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
User avatar
blackshirt
Contact:

Re: (ASK) Mengapa Ubuntu Susah Berkembang di Masyarakat Indo

Post 01 Nov 2011, 12:58

jadi ikut pengin "meluncurkan" uneg-uneg :grin:
Saya mulai dari yang "minus" dulu, biar bisa dibandingin, tapi yang perlu dicatat, ini hanyalah pendapat pribadi, pengalaman pribadi, atau apapun lah yang sedikit 'subjective' :d
1. bahwa masyarakat kita (pada umumnya) adalah masih menggunakan windows (baik full atau sebagian), dan memang ini tidak terbantahkan. saya ambil sampel di kantor pribadi, dari 20-an PC dan puluhan notebook, dan sebagian besar (hampir seluruhnya malah :grin:) menggunakan windows.. dan dari segi originalitas, ane sendiri kurang begitu yakin kalau windows yang terinstall adalah asli (wah berarti ane pengguna bajakan dunk :grin:)... kecuali mungkin yang laptop, sudah terbeli dan terpasang biasanya original windows... hanya satu pc yang terpasang linux, itupun inisiatif pribadi :d.
Dan mengubah kultur semacam ini adalah bukan hal yang mudah, karena bergantungnya pengguna (dan mungkin karena hanya pengetahuannya tentang windows itu lah) yang menyebabkan pengguna linux "ikut andil" masih memakai windows, karena tuntutan pekerjaan salah satu alasanya, yang memerlukan interaksi dengan orang lain yang masih "bergenre" windows.
2. Perkembangan dunia teknologi informasi, khususnya, per-notebook-an yang berkembang pesat, dan hampir sekarang tiap profesional (ataupun profesi lain) memiliki notebook/netbook/pc tablet dll sebagai salah satu perangkatnya. dan hampir 90% (angka ini cuma ngarang :grin:) notebook yang beredar dan dijual di indonesia sudah datang dengan preinstalled windows..walaupun ada yang datang dengan linux, tapi saya rasa tidak sebanding dengan windows. jadi secara tidak langsung, pengguna pun "dipaksa" menggunakan windows dan terbiasa dengan windows yang menciptakan kultur "sudah terbiasa dengan windows" :d
Kecuali pengguna notebook adalah orang yang antusias terhadap linux/open source, hampir dipastikan bahwa OS yang terpasang masih tetap windows, sampai akhir hayatnya wkwkwkw :grin: :grin:
3. saya sendiri punya rekan, sarjana lulusan teknologi informasi, yang membuat diri ini heran, "tanpa" kenal linux/opensource, cuma tahu namanya.. :grin: susah katanya ...
yang kemampuan TI-nya sarjana aja bilang susah, apalagi buat masyarakat umum, yang kemampuan-nya umumnya tidak semendalam sarjana (tentunya ada pengecualian)... akan bilang gimana ??
paling-paling bilang gini "Aku pakai linux ?? .. Apa kata dunia ?? ... wkkwkwk :grin: "
4. jadi hampir "pasti" masyarakat "jelata" belum tersentuh dengan dahsyatnya linux, boro-boro denger, buat makan aja susah :grin:
5. dan menurut ane, linux bukanlah "the godfather" yang menyelesaikan tiap masalah yang ada, tapi sebagai sebuah alternatif dari "pencengkeram" yang kurang memberikan keleluasaan kepada pengguna. Karena intinya adalah sudah selayaknya pengguna memiliki freedom terhadap apa yang dimilikinya, seperti spirit yang dibawa oleh linux.
6. Sayangnya di lingkungan masyarakat kita, pembajakan adalah "masih seperti hal yang wajar" dan meratulela.. dan ini membantu perkembangan kultur "mampunya menggunakan windows" walaupun tetap menggunakan bajakan. Dan saya rasa, pembajakan adalah sesuatu yang harus kita perangi bersama, dan menerapkan penghargaan terhadap hak-hak, dan karya cipta orang lain.

Tapi itu dari segi "minus"-nya, dan saya rasa masih banyak juga yang positifnya, saya ambil beberapa contoh sederhana ;
1. Forum kita tercinta ini, FUI, masih tergolong baru, kalau tidak keliru "mengudara" sekitar akhir 2009.. itu artinya belum genap 2 tahun usianya, dan ada yang mencengangkan, user terdaftar sampai ini ditulis adalah 14.602 user..wuihhh.. sesuatu yang luar biasa, itu artinya kurang lebih hampir 20 user mendaftar setiap hari :grin:
Ada hal yang menarik, kenapa user begitu antusias. Kalau tidak punya antusiasme, maupun ketertarikan terhadap ubuntu/linu/FUI ini, jauh kemungkinan orang akan masuk dan mendaftar di FUI.. dan ketertarikan dan antusiasme ini saya rasa salah satu faktor yang mempercepat, meningkatkan pemahaman maupun penggunaan linux dalam kehidupan masyarakat kita.
Walaupun bukan semua pengguna aktif linux, saya rasa "user" terdaftar ini adalah, kalau diistilahkan dalam dunia pemilu, adalah "pemilih potensial" :grin:
3. kemudian saya ambil contoh di "mantan" kampus ane,... dulu pas jaman ane, semua masih belkultur windows, kecuali server di upt pusat komputer yang sudah memakai unix, tapi beberapa waktu yang lalu, hampir sebagian besar public pc sudah bermigrasi ke linux,.. luar biasa kan :grin:, bahkan sudah menyediakan repository buat linux.
dan ini melengkapi "kebiasaan" kampus-kampus besar negeri di Indonesia ini, yang telah bermigrasi ke FOSS..
Jadi ada "kesimpulan sederhana" yang bisa diambil, yakni masyarakat terdidik kita saya rasa hampir sebagian besar menggunakan, atau minimal mengenal linux dan kawan-kawanya., dan saya rasa suatu saat ini akan membawa dampak langsung/tidak langsung ke masyarakat umum.. mudah-mudahan :grin:


User avatar
aptfast
Contact:

Post 01 Nov 2011, 13:06

einhejars wrote:
aptfast wrote:biasanya user nya manja ...
usernya manja bagaimana?
sudah terbiasa dg pola dari ms windows dan produk2nya


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 01 Nov 2011, 13:13

amree wrote:oke2 saya ngerti koq bro.meski wilayah studi skripsi saya cuma 1kecamatan saya juga g perlu nanya orang sekecamatan.

ayo..ayo.. siapa lagi yg mau kasih pendapat.gak usah sungkan2 :)
trima kasih....


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 01 Nov 2011, 13:19

blackshirt wrote:jadi ikut pengin "meluncurkan" uneg-uneg :grin:
Saya mulai dari yang "minus" dulu, biar bisa dibandingin, tapi yang perlu dicatat, ini hanyalah pendapat pribadi, pengalaman pribadi, atau apapun lah yang sedikit 'subjective' :d
1. bahwa masyarakat kita (pada umumnya) adalah masih menggunakan windows (baik full atau sebagian), dan memang ini tidak terbantahkan. saya ambil sampel di kantor pribadi, dari 20-an PC dan puluhan notebook, dan sebagian besar (hampir seluruhnya malah :grin:) menggunakan windows.. dan dari segi originalitas, ane sendiri kurang begitu yakin kalau windows yang terinstall adalah asli (wah berarti ane pengguna bajakan dunk :grin:)... kecuali mungkin yang laptop, sudah terbeli dan terpasang biasanya original windows... hanya satu pc yang terpasang linux, itupun inisiatif pribadi :d.
Dan mengubah kultur semacam ini adalah bukan hal yang mudah, karena bergantungnya pengguna (dan mungkin karena hanya pengetahuannya tentang windows itu lah) yang menyebabkan pengguna linux "ikut andil" masih memakai windows, karena tuntutan pekerjaan salah satu alasanya, yang memerlukan interaksi dengan orang lain yang masih "bergenre" windows.
2. Perkembangan dunia teknologi informasi, khususnya, per-notebook-an yang berkembang pesat, dan hampir sekarang tiap profesional (ataupun profesi lain) memiliki notebook/netbook/pc tablet dll sebagai salah satu perangkatnya. dan hampir 90% (angka ini cuma ngarang :grin:) notebook yang beredar dan dijual di indonesia sudah datang dengan preinstalled windows..walaupun ada yang datang dengan linux, tapi saya rasa tidak sebanding dengan windows. jadi secara tidak langsung, pengguna pun "dipaksa" menggunakan windows dan terbiasa dengan windows yang menciptakan kultur "sudah terbiasa dengan windows" :d
Kecuali pengguna notebook adalah orang yang antusias terhadap linux/open source, hampir dipastikan bahwa OS yang terpasang masih tetap windows, sampai akhir hayatnya wkwkwkw :grin: :grin:
pendapat yg bagus banget mas bro.
pendapat pribadi, justru makin terbuka dan subjektif, makin dapat sekali pendapatnya.

bsa juga diurun pendapatnya juga agar linux bsa lebih diterima dimasyarakat (khusunya ubuntu.


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 01 Nov 2011, 13:21

aptfast wrote:
einhejars wrote:
aptfast wrote:biasanya user nya manja ...
usernya manja bagaimana?
sudah terbiasa dg pola dari ms windows dan produk2nya
bsa dikasih juga pendapatnya agar linux (ubuntu khususnya) dapat diterima di masyarakat?


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 01 Nov 2011, 13:23

ayo2, dijadikan ajang tumpah2an unek2. smua pendapatnya, tulis disini smua. makin subjektif, makin bagus dan pendapatnya makin beragam.

ayo2, silakan.


User avatar
blackshirt
Contact:

Post 01 Nov 2011, 13:48

melanjutkan yang tadi
Tapi itu dari segi "minus"-nya, dan saya rasa masih banyak juga yang positifnya, saya ambil beberapa contoh sederhana ;
1. Forum kita tercinta ini, FUI, masih tergolong baru, kalau tidak keliru "mengudara" sekitar akhir 2009.. itu artinya belum genap 2 tahun usianya, dan ada yang mencengangkan, user terdaftar sampai ini ditulis adalah 14.602 user..wuihhh.. sesuatu yang luar biasa, itu artinya kurang lebih hampir 20 user mendaftar setiap hari
Ada hal yang menarik, kenapa user begitu antusias. Kalau tidak punya antusiasme, maupun ketertarikan terhadap Ubuntu/linu/FUI ini, jauh kemungkinan orang akan masuk dan mendaftar di FUI.. dan ketertarikan dan antusiasme ini saya rasa salah satu faktor yang mempercepat, meningkatkan pemahaman maupun penggunaan Linux dalam kehidupan masyarakat kita.
Walaupun bukan semua pengguna aktif Linux, saya rasa "user" terdaftar ini adalah, kalau diistilahkan dalam dunia pemilu, adalah "pemilih potensial"
3. kemudian saya ambil contoh di "mantan" kampus ane,... dulu pas jaman ane, semua masih belkultur Windows, kecuali server di upt pusat komputer yang sudah memakai unix, tapi beberapa waktu yang lalu, hampir sebagian besar public pc sudah bermigrasi ke Linux,.. luar biasa kan , bahkan sudah menyediakan repository buat Linux.
dan ini melengkapi "kebiasaan" kampus-kampus besar negeri di Indonesia ini, yang telah bermigrasi ke FOSS..
Jadi ada "kesimpulan sederhana" yang bisa diambil, yakni masyarakat terdidik kita saya rasa hampir sebagian besar menggunakan, atau minimal mengenal Linux dan kawan-kawanya., dan saya rasa suatu saat ini akan membawa dampak langsung/tidak langsung ke masyarakat umum.. mudah-mudahan
Dampak-dampak yang dibawa oleh "kaum intelektual" kampus mungkin tidak dirasakan sekarang, tapi dengan makin banyaknya lulusan yang melek linux yang membaur di tengah-tengah masyarakat, saya rasa akan berkembang di masa depan. hal ini sedikit kontras dengan hal "minus" yang tak tulis di atas, tapi ada perbedaan "waktu" dan "keadaan" yang menyebabkan.
3. Di dunia nyata, saya ambil sampel di deket penulis yang sehari-hari bisa dijumpai. Di sebuah pusat perbelanjaan di kota yang ane tempati, saya tahu sendiri sudah memigrasikan sendiri, pc pc yang ada menggunakan salah satu distribusi linux. Dan ini adalah suatu hal yang "luar biasa". dan linux sudah berada dalam "real world". Kebijakan ini mungkin didorong kesadaran akan pentingnya penghematan bagi dunia usaha dan penghindaran dari dunia pembajakan alias unsur legalitas. kita yang awam pun tahu bahwa dari segi harga, windows dan linux, seperti gurun dan kutub :grin: (istilah ngawur :d) .. dan bagi yang sadar efisiensi, saya rasa akan mempertimbangkan "move to linux and opensource" sebagai salah satu alternatif jalan peningkatan efisiensi perusahaan.

Tapi bukan hanya pusat perbelanjaan itu saja, masih ada dealer motor nasional yang memigrasikan sebagian besar sistemnya ke distribusi linux. saya rasa ini juga didasari dengan alasan yang sama seperti di atas, legalitas dan efisiensi...

3. Dan ini adalah dukungan pemerintah yang sudah berkomitmen untuk mendukung penerapan opensource di instansi pemerintah, walaupun komitmen ini masih tampak amburadul, tapi ada beberapa progress yang patut di catat di lingkungan pemerintahan :d
Server-server portal pengadaan umumnya adalah menggunakan distribusi debian linux dalam rekomendasinya.. dan "meninggalkan" windows untuk aplikasi sepenting itu.


User avatar
aptfast
Contact:

Post 01 Nov 2011, 14:58

einhejars wrote:
aptfast wrote:
einhejars wrote:
usernya manja bagaimana?
sudah terbiasa dg pola dari ms windows dan produk2nya
bsa dikasih juga pendapatnya agar linux (ubuntu khususnya) dapat diterima di masyarakat?
kadang kala calon pengguna perlu pembuktian jika harus ber migrasi...
dari bbrp temen cewek yg berhasil saya ajak utk migrasi ke linux, dasar nya atau penyebab utama nya adalah masalah virus yg menyerang file2 dokumen di windows
apalagi males utk melakukan update secara berkala

setelah saya tawarkan utk bermigrasi ke linux, mereka berpikir dan bertanya apakah office nya linux segampang punya ms office? saya bilang tentu saja butuh belajar lagi tapi tdk dari awal karena OO ato LO tdk jauh berbeda dg ms office

setelah dpt penjelasan baru mau ber migrasi :D


User avatar
prongsx

Post 01 Nov 2011, 15:17

sebenarnya memasyarakatkan Linux itu mudah susah?

kenalkan aja linux ke anak sekolah sejak dini. otomatis mereka akan terbiasa dengan Linux. terutama pas masa masa golden agenya otak mereka. tinggal menunggu waktu saja dimana dominasi windos tergantikan dengan dominasi linux

bantuan pemerintah sangat menentukan hasil yang dicapai. Paling nggak Pemerintah bisa saja mengeluarkan pengumuman. setiap hardware yang diluncurkan di Indonesia. maupun Aplikasi aplikasi terutama games online(paling banyak)harus compatible dengan Linux.

orang pemerintah aja bisa ngeluarin undang undang setiap hardware yang dijual di indonesia harus menyediakan panduan bahasa indonesia. masak untuk linux ga bisa.

nantinya memacu banyak produsen hardware besar mengeluarkan driver untuk linux. tinggal menunggu waktu saja sampai windows tenggelam dibalik awan

(cuma pendapatku lho)

gimana klo kita mengajukan petisi ke Kemeninfo???


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 01 Nov 2011, 15:53

aptfast wrote:
einhejars wrote:
aptfast wrote:
sudah terbiasa dg pola dari ms windows dan produk2nya
bsa dikasih juga pendapatnya agar linux (ubuntu khususnya) dapat diterima di masyarakat?
kadang kala calon pengguna perlu pembuktian jika harus ber migrasi...
dari bbrp temen cewek yg berhasil saya ajak utk migrasi ke linux, dasar nya atau penyebab utama nya adalah masalah virus yg menyerang file2 dokumen di windows
apalagi males utk melakukan update secara berkala

setelah saya tawarkan utk bermigrasi ke linux, mereka berpikir dan bertanya apakah office nya linux segampang punya ms office? saya bilang tentu saja butuh belajar lagi tapi tdk dari awal karena OO ato LO tdk jauh berbeda dg ms office

setelah dpt penjelasan baru mau ber migrasi :D
wah, mas bro aptfast incarannya cewek...

wah oke skali, dengan menawarkar solusi disaat yg tepat bgitu


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 01 Nov 2011, 15:55

blackshirt wrote:melanjutkan yang tadi
Tapi itu dari segi "minus"-nya, dan saya rasa masih banyak juga yang positifnya, saya ambil beberapa contoh sederhana ;
1. Forum kita tercinta ini, FUI, masih tergolong baru, kalau tidak keliru "mengudara" sekitar akhir 2009.. itu artinya belum genap 2 tahun usianya, dan ada yang mencengangkan, user terdaftar sampai ini ditulis adalah 14.602 user..wuihhh.. sesuatu yang luar biasa, itu artinya kurang lebih hampir 20 user mendaftar setiap hari
Ada hal yang menarik, kenapa user begitu antusias. Kalau tidak punya antusiasme, maupun ketertarikan terhadap Ubuntu/linu/FUI ini, jauh kemungkinan orang akan masuk dan mendaftar di FUI.. dan ketertarikan dan antusiasme ini saya rasa salah satu faktor yang mempercepat, meningkatkan pemahaman maupun penggunaan Linux dalam kehidupan masyarakat kita.
Walaupun bukan semua pengguna aktif Linux, saya rasa "user" terdaftar ini adalah, kalau diistilahkan dalam dunia pemilu, adalah "pemilih potensial"
3. kemudian saya ambil contoh di "mantan" kampus ane,... dulu pas jaman ane, semua masih belkultur Windows, kecuali server di upt pusat komputer yang sudah memakai unix, tapi beberapa waktu yang lalu, hampir sebagian besar public pc sudah bermigrasi ke Linux,.. luar biasa kan , bahkan sudah menyediakan repository buat Linux.
dan ini melengkapi "kebiasaan" kampus-kampus besar negeri di Indonesia ini, yang telah bermigrasi ke FOSS..
Jadi ada "kesimpulan sederhana" yang bisa diambil, yakni masyarakat terdidik kita saya rasa hampir sebagian besar menggunakan, atau minimal mengenal Linux dan kawan-kawanya., dan saya rasa suatu saat ini akan membawa dampak langsung/tidak langsung ke masyarakat umum.. mudah-mudahan
Dampak-dampak yang dibawa oleh "kaum intelektual" kampus mungkin tidak dirasakan sekarang, tapi dengan makin banyaknya lulusan yang melek linux yang membaur di tengah-tengah masyarakat, saya rasa akan berkembang di masa depan. hal ini sedikit kontras dengan hal "minus" yang tak tulis di atas, tapi ada perbedaan "waktu" dan "keadaan" yang menyebabkan.
3. Di dunia nyata, saya ambil sampel di deket penulis yang sehari-hari bisa dijumpai. Di sebuah pusat perbelanjaan di kota yang ane tempati, saya tahu sendiri sudah memigrasikan sendiri, pc pc yang ada menggunakan salah satu distribusi linux. Dan ini adalah suatu hal yang "luar biasa". dan linux sudah berada dalam "real world". Kebijakan ini mungkin didorong kesadaran akan pentingnya penghematan bagi dunia usaha dan penghindaran dari dunia pembajakan alias unsur legalitas. kita yang awam pun tahu bahwa dari segi harga, windows dan linux, seperti gurun dan kutub :grin: (istilah ngawur :d) .. dan bagi yang sadar efisiensi, saya rasa akan mempertimbangkan "move to linux and opensource" sebagai salah satu alternatif jalan peningkatan efisiensi perusahaan.

Tapi bukan hanya pusat perbelanjaan itu saja, masih ada dealer motor nasional yang memigrasikan sebagian besar sistemnya ke distribusi linux. saya rasa ini juga didasari dengan alasan yang sama seperti di atas, legalitas dan efisiensi...

3. Dan ini adalah dukungan pemerintah yang sudah berkomitmen untuk mendukung penerapan opensource di instansi pemerintah, walaupun komitmen ini masih tampak amburadul, tapi ada beberapa progress yang patut di catat di lingkungan pemerintahan :d
Server-server portal pengadaan umumnya adalah menggunakan distribusi debian linux dalam rekomendasinya.. dan "meninggalkan" windows untuk aplikasi sepenting itu.
peran pemerintah apa sudah seperti itu?
dengan merekomendasikan linux?


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 01 Nov 2011, 16:00

prongsx wrote:sebenarnya memasyarakatkan Linux itu mudah susah?

kenalkan aja linux ke anak sekolah sejak dini. otomatis mereka akan terbiasa dengan Linux. terutama pas masa masa golden agenya otak mereka. tinggal menunggu waktu saja dimana dominasi windos tergantikan dengan dominasi linux

bantuan pemerintah sangat menentukan hasil yang dicapai. Paling nggak Pemerintah bisa saja mengeluarkan pengumuman. setiap hardware yang diluncurkan di Indonesia. maupun Aplikasi aplikasi terutama games online(paling banyak)harus compatible dengan Linux.

orang pemerintah aja bisa ngeluarin undang undang setiap hardware yang dijual di indonesia harus menyediakan panduan bahasa indonesia. masak untuk linux ga bisa.

nantinya memacu banyak produsen hardware besar mengeluarkan driver untuk linux. tinggal menunggu waktu saja sampai windows tenggelam dibalik awan

(cuma pendapatku lho)

gimana klo kita mengajukan petisi ke Kemeninfo???
waduh, mengubah kurikulum nih. Memasukkan materi linux sejak dini. Pendapat mas bro seperti harus merubah pemerintah, merombak undang2 secara total.

tapi yg mas bro tuliskan solusi, untuk pendapatnya tentang mengapa ubuntu linux dpt berkembang di masyarakat bgm?


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 01 Nov 2011, 16:01

ayo2, ditambah lagi pendapatnya.
silakan2...


User avatar
aptfast
Contact:

Post 01 Nov 2011, 16:07

saya sudah kenalkan edubuntu sejak anak saya umur 2.5thn
banyak permainan yg mendidik disana

OOT ga ya?


User avatar
IntegerManual
Contact:

Post 01 Nov 2011, 17:27

Sebuah laptop/PC lengkap dengan aplikasi2 pendukang dasar lainnya, lalu di kasi pinjam ke user yang belum pernah liat dan menyentuh linux, liat ekspresi dan tanggapan mereka. Dari hal ini bisa diolah lagi tuk thesis calonnya ;). Kadang masukan dari bukan pengguna/pemakai lebih ampuh daripada pengguna yang sudah terbiasa.


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 01 Nov 2011, 19:27

integer wrote:Sebuah laptop/PC lengkap dengan aplikasi2 pendukang dasar lainnya, lalu di kasi pinjam ke user yang belum pernah liat dan menyentuh linux, liat ekspresi dan tanggapan mereka. Dari hal ini bisa diolah lagi tuk thesis calonnya ;). Kadang masukan dari bukan pengguna/pemakai lebih ampuh daripada pengguna yang sudah terbiasa.
Bc alasan saya knapa membuat batasan subjek yg dimintai pendapat. Jadi saya ga bsa ngerubah lg siapa. Ini masalah yg akan jadi tesis yg paling beda dr teman2nya yg lain, dosennya stuju dgn cr saya dan alasan saya milih knapa saya tidak mengikutkan subjek slain pemakai linux. kelamaan klo saya terangkan lbih detail. harap maklum krn terbatasnya waktu.

gampangnya, klo saya 1 x tanya selain pemakai linux, saya masukkan pendapatnya, maka saya punya 2 macam subjek. Krn saya sudah masukkan 1 subjek lain, maka saya harus mencari subjek dgn kategori itu dlm jumlah yg berimbang dgn jenis subjek lain. Belum lagi pendapatnya yg kemungkinan kcil sangat sesuai dgn pendapat yg diharapkan menjawab permasalahn ini.

dapat dipahami?

ayo2 pendapatnya?


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 01 Nov 2011, 19:29

aptfast wrote:saya sudah kenalkan edubuntu sejak anak saya umur 2.5thn
banyak permainan yg mendidik disana

OOT ga ya?
wah keren bgt ya? sejak kcil dah dikasih linux.

bsa jadi masukan juga untuk jawaban permasalahan yg saya bahas.


User avatar
blackshirt
Contact:

Post 02 Nov 2011, 05:49

peran pemerintah apa sudah seperti itu?
dengan merekomendasikan Linux?
ini saya kutip dari http://kaderlinux.wordpress.com/2010/08 ... emerintah/
Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor : 05/SE/M.KOMINFO/10/2005 tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal di Lingkungan Instansi Pemerintah. Dalam rangka mendukung surat edaran tersebut, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara mengeluarkan Surat Edaran Nomor : SE/01/M.PAN/3/2009 tanggal 30 Maret 2009 tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS). Dalam surat edaran tersebut, diantaranya menginstruksikan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui pimpinannya untuk :

melakukan pengecekan penggunaan perangkat lunak di lingkungan instansinya dan
menghapus semua perangkat lunak tidak legal, dan selanjutnya
menggunakan Free Open Source Software (FOSS) yang berlisensi bebas dan legal sebagai pengganti perangkat lunak tidak legal.
Diwajibkan kepada Instansi Pemerintah untuk menggunakan perangkat lunak Open Source guna menghemat anggaran pemerintah.
Diharapkan paling lambat tanggal 31 Desember 2011 seluruh instansi pemerintah sudah menerapkan penggunaan perangkat lunak legal.
Pemerintah Indonesia telah mengakui bahwa penggunaan Free Open Source Software merupakan salah satu alternatif untuk mencapai good governance/ pemerintahan yang baik. Pemerintahan Indonesia juga mendukung untuk selalu menggunakan dan mengembangkan OpenSource, dan telah membentuk suatu program/gerakan dengan nama IGOS yang merupakan sebuah semangat gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka ( Open Source Software ) di Indonesia. IGOS dideklarasikan pada 30 Juni 2004 oleh 5 kementerian, yaitu :

Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Menristek),
Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo),
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham),
Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, dan
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).
saya rasa itu hanya salah satu contoh, walaupun implementasinya di lapangan masih banyak kendala, tapi saya rasa progressnya cukup lumayan :d


User avatar
blackshirt
Contact:

Post 02 Nov 2011, 06:00

dan standar sesuai keputusan Badan Standarisasi Nasional SNI untuk Document Aplikasi Office No 41/KEP/BSN/4/2011, adalah menggunakan Open Document Format (ODF) ...


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 02 Nov 2011, 23:05

blackshirt wrote:dan standar sesuai keputusan Badan Standarisasi Nasional SNI untuk Document Aplikasi Office No 41/KEP/BSN/4/2011, adalah menggunakan Open Document Format (ODF) ...
wah, saya baru tau... infonya sangat penting bgt mas bro. trima kasih


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 03 Nov 2011, 23:58

Barangkali saya bisa beri sedikit pendapat. Semoga tidak menyimpang dari topik.

Ubuntu kekurangan dua hal: otomasi dan promosi. Mungkin kebalik, promosi dan otomasi. Saya belum sempat nulis penjelasannya.

Intinya:
otomasi -> tugas produsen
promosi -> tugas distributor (kita)

Yaaah, Canonical juga promosi sih (malah gila). Tapi promosi yang ada (menurut saya) di Indonesia kurang mengena ke masyarakat. Ada beberapa konsep promosi di benak saya (jangan diketawain, yah?) tetapi saya susah memvisualisasikan. Saya baru menemukan sebuah karya teman kita yang kurang diperhatikan orang tetapi sungguh, sangat cocok buat salah satu konsep promosi saya :) Silakan lihat ini: http://frijal.com/perangkat-lunak-populer-gnulinux/. Saya yakin akang-akang bakal sependapat dengan saya: buagus (maaf kalau gak pas).

Bocoran sedikit :grin:: konsep promosi yang mungkin ampuh malah bukan yang rumit-rumit. Justru promosi dengan humor, nonformalitas, nyantai, dekat dengan konsumen, akrab, itulah yang bakalan bisa mengembangkan Ubuntu ke masyarakat. Bukan dengan FUD yang dibalas FUD, melainkan dengan kerendahan hati. Dengan sabar, tidak perlu menyinggung-nyinggung Microsoft atau Windows.

Sekiranya demikian dari saya. Saya sendiri masih belia di Linux. Jadi mohon maaf kalau ada yang salah :)


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 04 Nov 2011, 18:08

Malsasa wrote:Barangkali saya bisa beri sedikit pendapat. Semoga tidak menyimpang dari topik.

Ubuntu kekurangan dua hal: otomasi dan promosi. Mungkin kebalik, promosi dan otomasi. Saya belum sempat nulis penjelasannya.

Intinya:
otomasi -> tugas produsen
promosi -> tugas distributor (kita)

Yaaah, Canonical juga promosi sih (malah gila). Tapi promosi yang ada (menurut saya) di Indonesia kurang mengena ke masyarakat. Ada beberapa konsep promosi di benak saya (jangan diketawain, yah?) tetapi saya susah memvisualisasikan. Saya baru menemukan sebuah karya teman kita yang kurang diperhatikan orang tetapi sungguh, sangat cocok buat salah satu konsep promosi saya :) Silakan lihat ini: http://frijal.com/perangkat-lunak-populer-gnulinux/. Saya yakin akang-akang bakal sependapat dengan saya: buagus (maaf kalau gak pas).

Bocoran sedikit :grin:: konsep promosi yang mungkin ampuh malah bukan yang rumit-rumit. Justru promosi dengan humor, nonformalitas, nyantai, dekat dengan konsumen, akrab, itulah yang bakalan bisa mengembangkan Ubuntu ke masyarakat. Bukan dengan FUD yang dibalas FUD, melainkan dengan kerendahan hati. Dengan sabar, tidak perlu menyinggung-nyinggung Microsoft atau Windows.

Sekiranya demikian dari saya. Saya sendiri masih belia di Linux. Jadi mohon maaf kalau ada yang salah :)

wah, saya bru tau. Jadi masang aplikasi2 linux.
sangat bagus skali. saya sangat senang ada yg membuat seperti ini. Bahkan akan lebih luar biasa klo dibikin katalog aplikasi2nya. karena kadang kita susah juga nyari di ubuntu software center.


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 05 Nov 2011, 08:05

Saya sangat tertarik dengan Akang Ein ini. Akang ini lumayan suka memprovokasi ke arah pembangunan, ya? Makanya akang suka bikin trid-trid yang mengajak ke arah perbaikan.

Nah, saya pun baru kemarin tahu ada posting sebegitu kerennya. Itu posting (bikinan Mas Frijal) adalah perwujudan konsep promosi yang saya sendiri enggak mampu memvisualisasikan (tapi Mas Frijal enak aja memvisualisasikan, dasar :D). Oh, saya juga sangat senang ada yang bikin kayak gitu.

Mau bikin proyek katalog di FUI? Katalog Luar Biasa karya Einhejars? Atau kita hubungi Mas Frijal? :D

Dahsyat, Kang Ein!


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 05 Nov 2011, 18:05

Malsasa wrote:Saya sangat tertarik dengan Akang Ein ini. Akang ini lumayan suka memprovokasi ke arah pembangunan, ya? Makanya akang suka bikin trid-trid yang mengajak ke arah perbaikan.

Nah, saya pun baru kemarin tahu ada posting sebegitu kerennya. Itu posting (bikinan Mas Frijal) adalah perwujudan konsep promosi yang saya sendiri enggak mampu memvisualisasikan (tapi Mas Frijal enak aja memvisualisasikan, dasar :D). Oh, saya juga sangat senang ada yang bikin kayak gitu.

Mau bikin proyek katalog di FUI? Katalog Luar Biasa karya Einhejars? Atau kita hubungi Mas Frijal? :D

Dahsyat, Kang Ein!
saya pakai ubuntu ini karena saya suka hal2 baru(pada awalnya)
Setelah ngelihat dan baca2 inti dari adanya open source, lalu alasan adanya linux, adanya ubuntu, saya sangat sejalan sekali. sebuah sistem operasi beserta seluruh aplikasi lainnya yang open source, dibuat untuk sebuah masyarakat bebas, dikembangkan masyarakat bebas. Terbebas dari segala macam keterbatasan, dan yg terpenting gratis... betapa luar biasa gembiranya ketika linux dipakai oleh hampir sebagian besar masyarakat indonesia... (meski nyatanya, sebagian besar orang indonesia pake hp android yg jelas2 itu linux. sayang orang-orang awam tidak tau bahkan dosen di ITS yg ngajar technopreneurship aja ga tau). cobalah tiap pemakai linux kemudian menunjukkan linux nya pada teman2nya dan kerabatnya, bukan tidak mungkin linux dinikmati sluruh indonesia.

kita ini bermasalah dengan membajak software, bahkan kita urutan ke 11 didunia. Mengapa kita ga beralih ke sistem operasi linux? cobalah masyarakat kita ini mau terbuka dan melihat kelebihan sistem operasi berbasis linux. coba lihat ubuntu, saya sudah menunjukkan ubuntu pada teman2 dan saat ini sudah ada 11 orang yang pakai dan kami saling berdiskusi sampai sekarang dan menikmati ubuntu sama-sama.

impian terbesar saya adalah ketika saya punya dana yang cukup, saya akan membiayai sebuah komunitas linux disurabaya yg berasal dari klompok 11 orang ini yang nantinya bsa makin besar dan bsa juga menciptakan lapangan kerja baru.

klo untuk bikin katalog, dari FUI sendiri sedang menggodok ebook khusus. dan apabila sluruh aplikasi di masukkan mungkin bsa sangat gendut filenya.... ditunggu saja...


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 05 Nov 2011, 20:53


impian terbesar saya adalah ketika saya punya dana yang cukup, saya akan membiayai sebuah komunitas linux disurabaya yg berasal dari klompok 11 orang ini yang nantinya bsa makin besar dan bsa juga menciptakan lapangan kerja baru.

Indah. Mbok saya diikutkan, biar jadi 12 (jaran).


User avatar
buzzing_bee
Contact:

Post 05 Nov 2011, 20:54

back to topick

mengapa susah berkembang??

ini pengalaman saya 2 hari ini: saudara saya tanya pada saya

A: Saya
B: Saudara

--------------------
B: "mas temenku banyak yg pake android2 gitu, keren2"
A: "android itu juga linux kok..kamu gak pake linux aja, atau dualboot dulu aja deh, kalo masih bingung"
B: "susah mas...gak biasa"
A: (buka netbook, masih 11.04 waktu itu dan saudara saya liat2 apa yg saya kerjakan. Cuma install chromium, dan upgrade)
B: "tapi kayaknya enak ya mas pake linux"
A: "yaa kalo susah kan bisa belajar, dulu waktu pertama kali ada wind*** kan juga gak langsung bisa kan, belajar dulu baru bisa, semua itu masalah kebiasaan aja kok."
(langsung tak bukain materi seminar yg pertama itu, tentang kelebihan2 linux ubuntu)
A: "linux itu gak mempan sama virus, trus linux gak perlu di defrag, gak perlu cari2 driver kesana kemari...gak perlu nyari software yg ada crack2an-nya"
B: (silent...and finally he said) "mas aku mau dong diinstallin ubuntu"
A: dalem hati saya ngomong "kena juga lo !!!" :D


--------------
satu lagi nih...yang paling sering saya denger di masyarakat awam (saudara saya lagi)

A: saya
C: saudara

A: (buka netbook, mau internetan) trus pindah workspace pake cube
B: "ih apik ik...kamu pake apa tuh??"
A: "linux ubuntu mas"
B: "APAAN TUH ?????"
A: menjelaskan

sebagian besar masyarakat masih kurang paham apa itu Linux?? apa itu Ubuntu???

sekian - terimakasih


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 05 Nov 2011, 21:21

Malsasa wrote:

impian terbesar saya adalah ketika saya punya dana yang cukup, saya akan membiayai sebuah komunitas linux disurabaya yg berasal dari klompok 11 orang ini yang nantinya bsa makin besar dan bsa juga menciptakan lapangan kerja baru.

Indah. Mbok saya diikutkan, biar jadi 12 (jaran).
mau ikutan ta? ayo boleh2 kita bikin klompok kumpul2.


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 05 Nov 2011, 21:29

buzzing_bee wrote:back to topick

mengapa susah berkembang??

ini pengalaman saya 2 hari ini: saudara saya tanya pada saya

A: Saya
B: Saudara

--------------------
B: "mas temenku banyak yg pake android2 gitu, keren2"
A: "android itu juga linux kok..kamu gak pake linux aja, atau dualboot dulu aja deh, kalo masih bingung"
B: "susah mas...gak biasa"
A: (buka netbook, masih 11.04 waktu itu dan saudara saya liat2 apa yg saya kerjakan. Cuma install chromium, dan upgrade)
B: "tapi kayaknya enak ya mas pake linux"
A: "yaa kalo susah kan bisa belajar, dulu waktu pertama kali ada wind*** kan juga gak langsung bisa kan, belajar dulu baru bisa, semua itu masalah kebiasaan aja kok."
(langsung tak bukain materi seminar yg pertama itu, tentang kelebihan2 linux ubuntu)
A: "linux itu gak mempan sama virus, trus linux gak perlu di defrag, gak perlu cari2 driver kesana kemari...gak perlu nyari software yg ada crack2an-nya"
B: (silent...and finally he said) "mas aku mau dong diinstallin ubuntu"
A: dalem hati saya ngomong "kena juga lo !!!" :D


--------------
satu lagi nih...yang paling sering saya denger di masyarakat awam (saudara saya lagi)

A: saya
C: saudara

A: (buka netbook, mau internetan) trus pindah workspace pake cube
B: "ih apik ik...kamu pake apa tuh??"
A: "linux ubuntu mas"
B: "APAAN TUH ?????"
A: menjelaskan

sebagian besar masyarakat masih kurang paham apa itu Linux?? apa itu Ubuntu???

sekian - terimakasih
iya... back to the topic

nah, dr pembicaraan itu kan bsa diambil kesimpulan klo dr pembicaraan pertama adl krn ga kebiasaan dan susah. klo pembicaraan kedua adl krn orang2 kbanyakan ga tau.

nah2, yg di pembicaraan pertama bsa ber ending demikian adl krn pembicaraan berlangsung sangat baik. namun ktika orang lain, yg ada reaksinya pasti beda.

klo gtu apakah penyebab orang2 tidak mengenal ubuntu linux pada pembicaraan kedua?


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 05 Nov 2011, 22:38

Promosi yang tidak sampai ke mereka.


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 06 Nov 2011, 00:10

Malsasa wrote:Promosi yang tidak sampai ke mereka.
bisa masuk dalam ulasan, bagaimana bro ini demi 100% legal sampai rela membuang mp3 dan film2 nya yg ilegal dan bahkan mematahkan cd backupnya yg brisi data2 ilegal juga. (dlm 'tanya jawab' singkat)

dan ini katanya.

apakah ini melambangkan 100% linux?
apakah seorang yg memakai linux juga harus memakai hal ini?

untuk bahasan dalam masalah yg saya angkat, menarik juga bagaimana pendapat dan pemikiran linuxer ini. untuk dicontoh para linuxer lain diseantero jagad?


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 06 Nov 2011, 00:46

ayo2, ditambah2....
pendapatnya ditambah lagi.


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 06 Nov 2011, 02:17

ayo2, ditambah lagi pendapat2 dan masukannya. pendapat2nya makin variatif dan makin dekat dgn konklusi


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 06 Nov 2011, 02:21

saat ini pendapat tentang watak dan kebiasaan masyarakat yg jadi pendapat dominan?

bagaimana dengan pensosialisasian ubuntu di masyarakat?


User avatar
Alhwail

Post 06 Nov 2011, 07:56

Menurut ane sih ga ada salahnya Canonical berinovasi, tinggal menggu masalah waktu saja untuk mencintai Unity, ane suka lho inovasinya Canonical dengan Unity tersebut, cakep banget gan.
Mata ane bling-bling liat DE-nya sejak pertama kali rilis alpha.

Jadi keinget perkataannya Steve Jobs, kaya gini ni:
> "Fashion adalah apa yang kini kelihatan indah tapi tampak buruk kemudian, sebalikanya seni bisa buruk di kali pertama tapi menjadi indah di kemudian waktu."
Unity adalah MasterPiece Canonical! Love it!

:cheers:

==============================================

Oh ya ane juga kesel gan, ada guru ane yang keseringan pake W$ bilang gini ke ane pas lagi boot Ubuntu. "Wah apaan tuh Ubuntu? Komputernya mengidap Usus BUNTU ya." =.=

Menurut pemikiran ane sih, mereka takut berpindah kesesuatu yang baru, kayak halnya berhijrah dari W$ ke Ubuntu.

Beragam alasan yang dilonntarkan, ada yang bilang "Males ah, GAPTEK tauk!", ada juga yang bilang, "Sok Sok banget sih pake Linux!", sampe yang bikin dongkol gan "Gaya banget sih lu pake Linux".

Tapi ada juga temen terpikat karena kecantikannya Ubuntu gan,
mungkin memang dunianya beda karena udah terlena pake W$, pertanyaan yang dilontarkan dia ke ane aneh.

"Eh, bagus banget Desktopnya, itu pake WENDUS apa?". =="

:capedeh :facepalm


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 06 Nov 2011, 12:12

Alhwail wrote:Menurut ane sih ga ada salahnya Canonical berinovasi, tinggal menggu masalah waktu saja untuk mencintai Unity, ane suka lho inovasinya Canonical dengan Unity tersebut, cakep banget gan.
Mata ane bling-bling liat DE-nya sejak pertama kali rilis alpha.

Jadi keinget perkataannya Steve Jobs, kaya gini ni:
> "Fashion adalah apa yang kini kelihatan indah tapi tampak buruk kemudian, sebalikanya seni bisa buruk di kali pertama tapi menjadi indah di kemudian waktu."
Unity adalah MasterPiece Canonical! Love it!

:cheers:

==============================================

Oh ya ane juga kesel gan, ada guru ane yang keseringan pake W$ bilang gini ke ane pas lagi boot Ubuntu. "Wah apaan tuh Ubuntu? Komputernya mengidap Usus BUNTU ya." =.=

Menurut pemikiran ane sih, mereka takut berpindah kesesuatu yang baru, kayak halnya berhijrah dari W$ ke Ubuntu.

Beragam alasan yang dilonntarkan, ada yang bilang "Males ah, GAPTEK tauk!", ada juga yang bilang, "Sok Sok banget sih pake Linux!", sampe yang bikin dongkol gan "Gaya banget sih lu pake Linux".

Tapi ada juga temen terpikat karena kecantikannya Ubuntu gan,
mungkin memang dunianya beda karena udah terlena pake W$, pertanyaan yang dilontarkan dia ke ane aneh.

"Eh, bagus banget Desktopnya, itu pake WENDUS apa?". =="

:capedeh :facepalm
inovasi canonical salah satunya adl unity, memang luar biasa bgt. cakep, apalagi di versi stabilnya 11.10 unity ini sangat banyak perubahan dan perbaikan. sangat responsif. Ini saja sudah membantah anggapan yg sering saya baca di komentar2nya orang luar di forum internasional. kutip saja ".. apa yg bsa diharapkan dari sebuah freeware dan open source applications, klo anda mau yg bagus ya belilah aplikasi berbayar..." siapa yg tidak tau, bahwa ubuntu dgn unity nya dan perkembangannnya dari ubuntu pertama, banyak perubahan yg inovatif dan sekarang sulit saya temukan kesamaan tampilan dari ubuntu jaman dulu. Ini juga bukti bahwa kekuatan komunitas sangat besar.

aye, memang unity adalah master piece ubuntu, ciri khas yg akhirnya ditemukan distro linux, yaitu ubuntu terlepas dr macam2 DE. salut skali.

sangat bagus mas bro sharing pendapatnya ini, juga perkataan orang2 scr langsung menilai ubuntu. memang bagi kbanyakan kita masih bilang linux untuk advance user. padahal saat ini pemakaian terminal mulai diminimalkan dengan berbagai fungsi yg telah ber gui. yg jd masalah adalah bagaimana orang2 mau membuka hatinya untuk melihat ubuntu terlepas dari smua stigma negatif nya dimasa lalu yaitu untuk advance user.


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 06 Nov 2011, 14:37

ayo2, dikasih lagi pendapatnya... monggo2...


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 06 Nov 2011, 17:13

einhejars wrote:
Malsasa wrote:Promosi yang tidak sampai ke mereka.
bisa masuk dalam ulasan, bagaimana bro ini demi 100% legal sampai rela membuang mp3 dan film2 nya yg ilegal dan bahkan mematahkan cd backupnya yg brisi data2 ilegal juga. (dlm 'tanya jawab' singkat)

dan ini katanya.

apakah ini melambangkan 100% linux?
apakah seorang yg memakai linux juga harus memakai hal ini?

untuk bahasan dalam masalah yg saya angkat, menarik juga bagaimana pendapat dan pemikiran linuxer ini. untuk dicontoh para linuxer lain diseantero jagad?


Bisa. Bagaimana pendapat Linuxian lainnya?


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 06 Nov 2011, 19:54

pendapat2 nya mas bro. ayo2, pendapatnya yg segar. ide2 nya dituang disini dong?


User avatar
buzzing_bee
Contact:

Post 06 Nov 2011, 22:01

einhejars wrote:
Malsasa wrote:Promosi yang tidak sampai ke mereka.
bisa masuk dalam ulasan, bagaimana bro ini demi 100% legal sampai rela membuang mp3 dan film2 nya yg ilegal dan bahkan mematahkan cd backupnya yg brisi data2 ilegal juga. (dlm 'tanya jawab' singkat)

dan ini katanya.

apakah ini melambangkan 100% linux?
apakah seorang yg memakai linux juga harus memakai hal ini?

untuk bahasan dalam masalah yg saya angkat, menarik juga bagaimana pendapat dan pemikiran linuxer ini. untuk dicontoh para linuxer lain diseantero jagad?
BTT lagi ya...

kenapa susah untuk sosialisasi linux/ubuntu??

Sebagian besar masyarakat awam maupun yang sudah bisa mengoperasikan komputer tidak mau meninggalkan zona nyaman mereka.

dalam artian, mereka tidak mau lagi susah-susah belajar dari awal lagi untuk mengoperasikan komputer linux.

mungkin gini "lha wong udah bisa pake komputer, okk disuruh belajar pake komputer lagi??" got the point??

mereka udah bisa pake komputer (windows)
ngapain suruh belajar pake komputer (linux).

mungkin dalam hal ini, pemerintah berperan penting juga..kalo cuma sebuah komunitas seperti kita2 ini yg sangat pengen ubuntu berkembang...rasanya agak susah, saya bukan bermaksud pesimis.

saya optimis, kenapa, fakta terdekat, peserta roadshow FUI dari seminar pertama ke yg kedua, udah bertambah kan??? <-- this is the real fact !!

buang jauh2 rasa pesimis !!!


HARAPAN saya adalah, dengan pergerakan sebuah komunitas kecil/minoritas, tapi itu dilakukan dengan kerjasama yang solid...saya yakin pemerintah juga akan melihat pergerakan kita kok !!

FAKTA: pada seminar pertama FUI, salah satu sponsorshipnya DEPKOMINFO !!

Lagi, pergerakan kita bisa dilihat oleh masyarakat luas dan pemerintah dengan bantuan MEDIA

FAKTA: pada seminar pertama FUI, salah satu sponsorshipnya Majalah InfoLINUX


----------------
Jadi, tinggal pergerakan kita dan bagaimana caranya harus "dikemas sedemikian rupa", agar masyarakat yg sudah bisa mengoperasikan komputer windows, mau manggunakan komputer linux.





- sekian terimakasih -


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 07 Nov 2011, 08:18

buzzing_bee wrote:
einhejars wrote:
Malsasa wrote:Promosi yang tidak sampai ke mereka.
bisa masuk dalam ulasan, bagaimana bro ini demi 100% legal sampai rela membuang mp3 dan film2 nya yg ilegal dan bahkan mematahkan cd backupnya yg brisi data2 ilegal juga. (dlm 'tanya jawab' singkat)

dan ini katanya.

apakah ini melambangkan 100% linux?
apakah seorang yg memakai linux juga harus memakai hal ini?

untuk bahasan dalam masalah yg saya angkat, menarik juga bagaimana pendapat dan pemikiran linuxer ini. untuk dicontoh para linuxer lain diseantero jagad?
BTT lagi ya...

kenapa susah untuk sosialisasi linux/ubuntu??

Sebagian besar masyarakat awam maupun yang sudah bisa mengoperasikan komputer tidak mau meninggalkan zona nyaman mereka.

dalam artian, mereka tidak mau lagi susah-susah belajar dari awal lagi untuk mengoperasikan komputer linux.

mungkin gini "lha wong udah bisa pake komputer, okk disuruh belajar pake komputer lagi??" got the point??

mereka udah bisa pake komputer (windows)
ngapain suruh belajar pake komputer (linux).

mungkin dalam hal ini, pemerintah berperan penting juga..kalo cuma sebuah komunitas seperti kita2 ini yg sangat pengen ubuntu berkembang...rasanya agak susah, saya bukan bermaksud pesimis.

saya optimis, kenapa, fakta terdekat, peserta roadshow FUI dari seminar pertama ke yg kedua, udah bertambah kan??? <-- this is the real fact !!

buang jauh2 rasa pesimis !!!


HARAPAN saya adalah, dengan pergerakan sebuah komunitas kecil/minoritas, tapi itu dilakukan dengan kerjasama yang solid...saya yakin pemerintah juga akan melihat pergerakan kita kok !!

FAKTA: pada seminar pertama FUI, salah satu sponsorshipnya DEPKOMINFO !!

Lagi, pergerakan kita bisa dilihat oleh masyarakat luas dan pemerintah dengan bantuan MEDIA

FAKTA: pada seminar pertama FUI, salah satu sponsorshipnya Majalah InfoLINUX


----------------
Jadi, tinggal pergerakan kita dan bagaimana caranya harus "dikemas sedemikian rupa", agar masyarakat yg sudah bisa mengoperasikan komputer windows, mau manggunakan komputer linux.





- sekian terimakasih -
sangat mantap masbro.
saya juga baca dan mengikuti road show FUI. dan saya tidak menyangka depkominfo ikut mensponsori. luar biasa bgt. pemerintah sudah mulai ikut andil dlm banyak hal. FUI saat ini sebagai penggiat linux dan motor penggerak penyebar luasan Linux, khususnya ubuntu (namanya forum ubuntu indonesia kan?).

saya baca di sebuah artikel, seorang pengamat it indoesia menyatakan sebuah pertanyaan yang dulu 1997 adalah 'apa itu linux?' dan saat ini adalah 'anda belum tau linux?'

sangat luar biasa lagi apabila roadshow diliput oleh media massa nasional. disertakan pula foto2 liputan kegiatan. Minimal masyarakat awam melihat wujud linux itu (ubuntu) dan bagaimana dia sekarang.


User avatar
indraginanjar
Contact:

Post 07 Nov 2011, 12:05

Mengapa Ubuntu (atau linux) Susah Berkembang di Masyarakat Indonesia:

Klo menurut saya sih secara alami orang-orang akan tertarik pada apa yang bisa menjadi solusi bagi mereka. Jika tertarik klo ga memburunya yah minimal mudah terpancing untuk bersemangat dalam mengejar solusi tersebut.

Contohnya perusahaan-perusahaan cenderung mudah mengadopsi linux sebagai servernya karena memang linux memiliki reputasi yang bagus dibidang ini. Pihak manajemen yang ga ngerti IT pun dapat dengan mudah menerimanya karena merasa bahwa linux memang solusi yang mereka butuhkan.
Kecuali mungkin beberapa perusahaan yang lebih memerlukan jaminan layanan paska jual dari pada rendahnya TCO, atau yang merasa lisensi yang diberlakukan tidak sesuai dengan kebijakan dan workflow mereka.

Sedangkan untuk desktop memang masih susah, karena penggunaannya lebih beragam dan memiliki komponen-komponen yang lebih beragam pula yang saat ini masih banyak belum didukung oleh linux (termasuk Ubuntu). Misalnya klo di mesin server database rasanya belum pernah denger/ baca ada adminnya yang mengeluhkan webcam tidak terbaca di servernya. Tetapi di linux desktop ini bisa jadi permasalahan yang menghilangkan selera calon penggunanya. Contoh lain, pilih mana, linux tapi ga bisa internetan karena modemnya ga bisa dikenali yang bisa sih diakalin dengan giat mencari dan menggali, atau... pake windows yang tinggal klak-klik klak-klik doang :) Dan masih banyak permasalahan hardware di linux yang tidak kunjung ada jalan keluarnya, misalnya webcam laptop saya..hihihihi.. dan juga touchpadnya yang harus nyentuh ke parameter kernel untuk mengakalinya.

Khusus untuk ubuntu dan Indonesia, ketergantungan ubuntu yang terlalu sangat amat teramat tinggi pada internet benar-benar permasalahan yang serius (menurut saya) di negeri yang sebagian besar penduduknya belum memiliki akses internet (apalagi yang murah dan cepat) pribadi (yang langsung nyambung ke komputernya). Meskipun muncul beberapa solusi untuk mengakalinya, misalnya remastering dan lain-lainnya, tetapi tetap saja itu solusi yang membutuhkan tangan dan otak tukang oprek dalam implementasinya.

Jadi wajar klo linux/ Ubuntu Desktop masih susah diterima masyarakat, karena dari pada solusi lebih banyak masalah yang muncul jika menggunakannya.
Dan ya, mereka tidak harus untuk belajar linux, karena sebelum make linux pun masalah yang harus mereka selesaikan udah banyak. Seharusnya komputer (hardware + software) membantu mereka mendekati solusi dan bukan malah menjauhkannya dengan merubah fokus dari mencari solusi menjadi memecahkan permasalahan komputer.
Dan perlu diingat, ga semua orang hobi berlama-lama didepan komputer.
Singkatnya mereka butuh solusi bukan masalah.


User avatar
aptfast
Contact:

Post 07 Nov 2011, 12:15

satu contoh persh di jakarta yg berani migrasi penuh ke linux adalah samudra indonesia di kebun jeruk, jak-bar
setiap karyawannya diwajibkan pake linux :)

konon pernah ada meeting yg melibatkan bbrp direktur, diketahui ada salah satu direktur masih menggunakan windows, disuruh keluar.... :D


User avatar
husnia
Contact:

Post 07 Nov 2011, 16:47

aptfast wrote:satu contoh persh di jakarta yg berani migrasi penuh ke linux adalah samudra indonesia di kebun jeruk, jak-bar
setiap karyawannya diwajibkan pake linux :)

konon pernah ada meeting yg melibatkan bbrp direktur, diketahui ada salah satu direktur masih menggunakan windows, disuruh keluar.... :D

saya minta sorry sblumnya.beritanya koq g enak banget. dipecat gara2 beda sekte OS??? (infonya pake kata2 'konon' lg :grin: )
apa bener bro cuman gara2 itu?
ceritanya aneh.apalagi ini kelasnya direktur loh.
kalo emang ceritanya bener bgitu,masa' itu direktur bodo bgt,udah tau aturan perusahaan msh aja ndableg (pake acara ketauan lg :grin: )


User avatar
aptfast
Contact:

Post 07 Nov 2011, 17:13

amree wrote:
aptfast wrote:satu contoh persh di jakarta yg berani migrasi penuh ke linux adalah samudra indonesia di kebun jeruk, jak-bar
setiap karyawannya diwajibkan pake linux :)

konon pernah ada meeting yg melibatkan bbrp direktur, diketahui ada salah satu direktur masih menggunakan windows, disuruh keluar.... :D

saya minta sorry sblumnya.beritanya koq g enak banget. dipecat gara2 beda sekte OS??? (infonya pake kata2 'konon' lg :grin: )
apa bener bro cuman gara2 itu?
ceritanya aneh.apalagi ini kelasnya direktur loh.
kalo emang ceritanya bener bgitu,masa' itu direktur bodo bgt,udah tau aturan perusahaan msh aja ndableg (pake acara ketauan lg :grin: )
beritanya ada di detik.com kira2 setahun lalu
bukan karena beda sekte OS tapi karena usaha penghematan, terakhir sudah 80% utk penggunaan linux

direktur juga manusia :D


User avatar
husnia
Contact:

Post 07 Nov 2011, 21:57

Owh..bgtu toh.paham ane.
mungkin itu direktur hamburin duit perusahaan bwt beli OS barangkali ya.akhirna kena reshufle direktur :D


User avatar
aptfast
Contact:

Post 07 Nov 2011, 22:05

amree wrote:Owh..bgtu toh.paham ane.
mungkin itu direktur hamburin duit perusahaan bwt beli OS barangkali ya.akhirna kena reshufle direktur :D
ndak di-reshuffle, cuma disuruh kluar dari ruangan meeting :D


User avatar
prongsx

Post 07 Nov 2011, 22:55

Nambahin lagi

sebenarnya bukan linux susah berkembang di masyarakat. Tetapi yang benar adalah Linux sedang berkembang dimasyarakat.

Faktanya adalah hal yang saya alami sendiri ketika berinteraksi dengan komputer. :grin:

[spoiler]saya pertama mengenal komputer 20 tahun yang lalu ketika saya berkunjung ke rumah saudara saya, OS yang digunakan pada waktu itu adalah MS DOS lupa saya serinya. Dan komputer digunakan untuk main game prince of persia, dan mengetik klo ga salah aplikasinya wordstar ya?

2 tahun kemudian komputer itu berpindah ke rumah saya di malang. yang tentunya tidak saya gunakan (anak SD kampung bisa apa pake wordstar?) saat itu DOS sangat populer di kalangan pengguna desktop. pada saat itu reparasi komputer mengkhususkan pada DOS.

tahun 1996 kelas 2 sltp ada ekskul komputer, yang saat itu tergolong baru dengan OS masih MSDOS saat itu saya menggunakan MSDOS 6.00 disaat itulah saya belajar DOS dengan sebenar benarnya. sampai saya dan teman saya mampu menciptakan virus virusan yang menghapus command.com dan cukup menyenangkan ternyata melihat teman teman dan para guru kebingungan karena komputer mereka gak bisa booting. rental komputer sudah menjamur saat itu. seingat saya ada 5 rental komputer di kecamatan kami. 100% menggunakan OS MSDOS. Saat itu desktop adalah barang langka yang saya yakin 100% orang kaya pun belum tentu ada desktop di rumahnya.

tahun 1999 saat say kelas 2 SMU kami mendapat matpel MULOK komputer. Dengan OS Windows 3.11, saat itulah pertama kalinya saya berkenalan dengan yang namanya GUI.

semenjak itu seingat saya banyak rental mulai migrasi ke windows 95.

tahun 2001 saya masuk STAN dan didaerah Jurangmangu banyak kompie yang sudah migrasi ke Win 98. tahun 2003 ketika saya pulang ke Malang (DO dari STAN) rata rata warnet sudah pake win 98. dengan beberapa warnet sudah migrasi ke WinXP.

tahun 2005 sampai kesini WinXP sudah merajai Desktop di tanah Air. dengan banyak Indivudu ataupun warnet migrasi ke windows 7.

saya tahu yang namanya Linux dari sebuah tabloid komputer dari Surabaya lupa namanya tahun 2001. saat itu linux belum ada GUInya masih CLI.[/spoiler]


nah dari cerita diatas mungkin bisa ditarik kesimpulan. untuk GUI memasyarakat di Indonesia saja dibutuhkan waktu puluhan tahun. padahal di US ato negara negara laen udah jalan dari tahun kapan.

sementara Linux sendiri baru lahir tahun 1991. Dimana senior seniornya sudah merajai pasaran selama puluhan tahun. bisa dibilang Linux itu masih seumur jagung.

untuk distro Ubuntu pada khususnya sangat tergantung pada koneksi Inet. sementara kita tahu sendiri Inet di Indonesia kayak gmana.

maka dari itu nggak pantas lah Linux dibandingkan sama Windows atau Mac karena dibanding mereka Linux itu masih anak Ingusan.

sebenarnya masalah Utama pengembangan Linux adalah Waktu. maksud saya melihat dari contoh diatas mungkin untuk Linux mencapai porsi seperti senior seniornya mungkin dibutuhkan 10 atau 15 tahun lagi.

Itulah makanya dibutuhkan kesabaran bagi para penggiat Linux pada umumnya dan Ubuntu pada khususnya untuk memasyarakatkan Linux. Pada umumnya kita para pengguna Linux memang harus mengakui bahwa kadang kita kurang sabar dengan kenyataan yang ada. Maunya Instant padahal dibutuhkan suatu proses yang panjang, melelahkan, menyakitkan untuk Linux dapat berkembang di masyarakat kita ini.

Secara Alami Linux dengan kelebihannya memiliki kesempatan berkembang yang paling besar di masyarakat. tinggal menunggu waktu saja.

sekian uraian dari saya ada kurangnya saya mohon maaf.

Upacara selesai (eh lho?......) :grin:


User avatar
husnia
Contact:

Post 07 Nov 2011, 23:15

wah..bro prongsx mantap telaahnya. "I do agree"

btw,brarti qta sama2 satu angkatan bro (sama2 merasakan masa2 MSDos) :)
n salut bwt ente,jaman sgitu sdh bikin virus.saya paling banter cuma bisa menghias DOS :grin:


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 08 Nov 2011, 07:28

indraginanjar wrote:Mengapa Ubuntu (atau linux) Susah Berkembang di Masyarakat Indonesia:

Klo menurut saya sih secara alami orang-orang akan tertarik pada apa yang bisa menjadi solusi bagi mereka. Jika tertarik klo ga memburunya yah minimal mudah terpancing untuk bersemangat dalam mengejar solusi tersebut.

Contohnya perusahaan-perusahaan cenderung mudah mengadopsi linux sebagai servernya karena memang linux memiliki reputasi yang bagus dibidang ini. Pihak manajemen yang ga ngerti IT pun dapat dengan mudah menerimanya karena merasa bahwa linux memang solusi yang mereka butuhkan.
Kecuali mungkin beberapa perusahaan yang lebih memerlukan jaminan layanan paska jual dari pada rendahnya TCO, atau yang merasa lisensi yang diberlakukan tidak sesuai dengan kebijakan dan workflow mereka.

Sedangkan untuk desktop memang masih susah, karena penggunaannya lebih beragam dan memiliki komponen-komponen yang lebih beragam pula yang saat ini masih banyak belum didukung oleh linux (termasuk Ubuntu). Misalnya klo di mesin server database rasanya belum pernah denger/ baca ada adminnya yang mengeluhkan webcam tidak terbaca di servernya. Tetapi di linux desktop ini bisa jadi permasalahan yang menghilangkan selera calon penggunanya. Contoh lain, pilih mana, linux tapi ga bisa internetan karena modemnya ga bisa dikenali yang bisa sih diakalin dengan giat mencari dan menggali, atau... pake windows yang tinggal klak-klik klak-klik doang :) Dan masih banyak permasalahan hardware di linux yang tidak kunjung ada jalan keluarnya, misalnya webcam laptop saya..hihihihi.. dan juga touchpadnya yang harus nyentuh ke parameter kernel untuk mengakalinya.

Khusus untuk ubuntu dan Indonesia, ketergantungan ubuntu yang terlalu sangat amat teramat tinggi pada internet benar-benar permasalahan yang serius (menurut saya) di negeri yang sebagian besar penduduknya belum memiliki akses internet (apalagi yang murah dan cepat) pribadi (yang langsung nyambung ke komputernya). Meskipun muncul beberapa solusi untuk mengakalinya, misalnya remastering dan lain-lainnya, tetapi tetap saja itu solusi yang membutuhkan tangan dan otak tukang oprek dalam implementasinya.

Jadi wajar klo linux/ Ubuntu Desktop masih susah diterima masyarakat, karena dari pada solusi lebih banyak masalah yang muncul jika menggunakannya.
Dan ya, mereka tidak harus untuk belajar linux, karena sebelum make linux pun masalah yang harus mereka selesaikan udah banyak. Seharusnya komputer (hardware + software) membantu mereka mendekati solusi dan bukan malah menjauhkannya dengan merubah fokus dari mencari solusi menjadi memecahkan permasalahan komputer.
Dan perlu diingat, ga semua orang hobi berlama-lama didepan komputer.
Singkatnya mereka butuh solusi bukan masalah.
wuah... sehari ga buka FUI ternyata... trima kasih mas bro atas pendapatnya.

mantap, sangat ngena dlm keseharian masyarakat. intinya mereka butuh solusi bukan masalah, mantap bgt mas bro. sangat pas.


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 08 Nov 2011, 07:31

aptfast wrote:
amree wrote:
aptfast wrote:satu contoh persh di jakarta yg berani migrasi penuh ke linux adalah samudra indonesia di kebun jeruk, jak-bar
setiap karyawannya diwajibkan pake linux :)

konon pernah ada meeting yg melibatkan bbrp direktur, diketahui ada salah satu direktur masih menggunakan windows, disuruh keluar.... :D

saya minta sorry sblumnya.beritanya koq g enak banget. dipecat gara2 beda sekte OS??? (infonya pake kata2 'konon' lg :grin: )
apa bener bro cuman gara2 itu?
ceritanya aneh.apalagi ini kelasnya direktur loh.
kalo emang ceritanya bener bgitu,masa' itu direktur bodo bgt,udah tau aturan perusahaan msh aja ndableg (pake acara ketauan lg :grin: )
beritanya ada di detik.com kira2 setahun lalu
bukan karena beda sekte OS tapi karena usaha penghematan, terakhir sudah 80% utk penggunaan linux

direktur juga manusia :D
pake linux untuk penghematan, wah... udah ada brapa prusahaan yg dah begini ya?


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 08 Nov 2011, 08:00

prongsx wrote:Nambahin lagi

sebenarnya bukan linux susah berkembang di masyarakat. Tetapi yang benar adalah Linux sedang berkembang dimasyarakat.

Faktanya adalah hal yang saya alami sendiri ketika berinteraksi dengan komputer. :grin:

[spoiler]saya pertama mengenal komputer 20 tahun yang lalu ketika saya berkunjung ke rumah saudara saya, OS yang digunakan pada waktu itu adalah MS DOS lupa saya serinya. Dan komputer digunakan untuk main game prince of persia, dan mengetik klo ga salah aplikasinya wordstar ya?

2 tahun kemudian komputer itu berpindah ke rumah saya di malang. yang tentunya tidak saya gunakan (anak SD kampung bisa apa pake wordstar?) saat itu DOS sangat populer di kalangan pengguna desktop. pada saat itu reparasi komputer mengkhususkan pada DOS.

tahun 1996 kelas 2 sltp ada ekskul komputer, yang saat itu tergolong baru dengan OS masih MSDOS saat itu saya menggunakan MSDOS 6.00 disaat itulah saya belajar DOS dengan sebenar benarnya. sampai saya dan teman saya mampu menciptakan virus virusan yang menghapus command.com dan cukup menyenangkan ternyata melihat teman teman dan para guru kebingungan karena komputer mereka gak bisa booting. rental komputer sudah menjamur saat itu. seingat saya ada 5 rental komputer di kecamatan kami. 100% menggunakan OS MSDOS. Saat itu desktop adalah barang langka yang saya yakin 100% orang kaya pun belum tentu ada desktop di rumahnya.

tahun 1999 saat say kelas 2 SMU kami mendapat matpel MULOK komputer. Dengan OS Windows 3.11, saat itulah pertama kalinya saya berkenalan dengan yang namanya GUI.

semenjak itu seingat saya banyak rental mulai migrasi ke windows 95.

tahun 2001 saya masuk STAN dan didaerah Jurangmangu banyak kompie yang sudah migrasi ke Win 98. tahun 2003 ketika saya pulang ke Malang (DO dari STAN) rata rata warnet sudah pake win 98. dengan beberapa warnet sudah migrasi ke WinXP.

tahun 2005 sampai kesini WinXP sudah merajai Desktop di tanah Air. dengan banyak Indivudu ataupun warnet migrasi ke windows 7.

saya tahu yang namanya Linux dari sebuah tabloid komputer dari Surabaya lupa namanya tahun 2001. saat itu linux belum ada GUInya masih CLI.[/spoiler]


nah dari cerita diatas mungkin bisa ditarik kesimpulan. untuk GUI memasyarakat di Indonesia saja dibutuhkan waktu puluhan tahun. padahal di US ato negara negara laen udah jalan dari tahun kapan.

sementara Linux sendiri baru lahir tahun 1991. Dimana senior seniornya sudah merajai pasaran selama puluhan tahun. bisa dibilang Linux itu masih seumur jagung.

untuk distro Ubuntu pada khususnya sangat tergantung pada koneksi Inet. sementara kita tahu sendiri Inet di Indonesia kayak gmana.

maka dari itu nggak pantas lah Linux dibandingkan sama Windows atau Mac karena dibanding mereka Linux itu masih anak Ingusan.

sebenarnya masalah Utama pengembangan Linux adalah Waktu. maksud saya melihat dari contoh diatas mungkin untuk Linux mencapai porsi seperti senior seniornya mungkin dibutuhkan 10 atau 15 tahun lagi.

Itulah makanya dibutuhkan kesabaran bagi para penggiat Linux pada umumnya dan Ubuntu pada khususnya untuk memasyarakatkan Linux. Pada umumnya kita para pengguna Linux memang harus mengakui bahwa kadang kita kurang sabar dengan kenyataan yang ada. Maunya Instant padahal dibutuhkan suatu proses yang panjang, melelahkan, menyakitkan untuk Linux dapat berkembang di masyarakat kita ini.

Secara Alami Linux dengan kelebihannya memiliki kesempatan berkembang yang paling besar di masyarakat. tinggal menunggu waktu saja.

sekian uraian dari saya ada kurangnya saya mohon maaf.

Upacara selesai (eh lho?......) :grin:
baik saya trima benderanya. saya sebagai inspektur upacara bilang upacara belum slesai. amiin

mungkin sedikit sanggahan saja. Beda waktu bukan lah masalah besar yg menjadikan linux nggak pantas dibandingkan mac dan windows. untuk urusan teknologi, bsa saja dengan mengadaptasi. sekarang pribahasa kebo nyusu gudel (kebo nyusu ke anak kebo) sudah meluas. tidak ada senior atau junior dlm hal teknologi. sebagai bukti adalah brita bahwa windows menggunakan fasilitas secure boot untuk menghadang linux, knapa windows tdak menghadang mac saja yg sama2 senior? krn pasaran mac kan dah privat (tau sendiri kan klo mac dijual dgn sudah dibundle sama hardware nya) nah brarti windows sudah mulai khawatir. Klo masalah teknologi tdak bsa dilihat dri rentang waktu, krn teknologi bukan sesuatu yg dapat dijadikan privat dan tidak bsa diadaptasi. lihat saja mesin diesel, mesin otto, brapa banyak produsen yg saling bersaing disini dan ktika 1 produsen punya inovasi, produsen lain bikin inovasi lg yg lebih baik lg (saya rasa teknologi dlm hal peragkat lunak, sama saja slama peragkat lunak masih mengaku sg salah 1 bentuk teknologi)

'Secara Alami Linux dengan kelebihannya memiliki kesempatan berkembang yang paling besar di masyarakat. tinggal menunggu waktu saja'

sa dijelaskan juga kelebihan linux?


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 08 Nov 2011, 08:03

amree wrote:wah..bro prongsx mantap telaahnya. "I do agree"

btw,brarti qta sama2 satu angkatan bro (sama2 merasakan masa2 MSDos) :)
n salut bwt ente,jaman sgitu sdh bikin virus.saya paling banter cuma bisa menghias DOS :grin:
aq aja bru punya komputer pas kuliah dan itu aja dr beasiswa blinya... jd mau tau jaman ms dos itu gimana? klo dah punya dr dulu, pasti dah pinter sperti masbro2...


User avatar
aptfast
Contact:

Post 08 Nov 2011, 09:08

amree wrote:wah..bro prongsx mantap telaahnya. "I do agree"

btw,brarti qta sama2 satu angkatan bro (sama2 merasakan masa2 MSDos) :)
n salut bwt ente,jaman sgitu sdh bikin virus.saya paling banter cuma bisa menghias DOS :grin:
saya masih ngalamin PCDOS 3.0
sempet maenan code virus diehard pake bahasa pascal
ternyata banyak yg se angkatan disini :D


User avatar
aptfast
Contact:

Post 08 Nov 2011, 09:18

einhejars wrote:
aptfast wrote:
amree wrote:
saya minta sorry sblumnya.beritanya koq g enak banget. dipecat gara2 beda sekte OS??? (infonya pake kata2 'konon' lg :grin: )
apa bener bro cuman gara2 itu?
ceritanya aneh.apalagi ini kelasnya direktur loh.
kalo emang ceritanya bener bgitu,masa' itu direktur bodo bgt,udah tau aturan perusahaan msh aja ndableg (pake acara ketauan lg :grin: )
beritanya ada di detik.com kira2 setahun lalu
bukan karena beda sekte OS tapi karena usaha penghematan, terakhir sudah 80% utk penggunaan linux

direktur juga manusia :D
pake linux untuk penghematan, wah... udah ada brapa prusahaan yg dah begini ya?
di Indonesia, mungkin paling banyak di daerah, yg terekspose di media kebanyakan organisasi pemerintahan...
contoh spt niatan pemda surabaya ttg penggalakan penggunaan open source per tahun 2011

kalau di luar, contoh pemerintah RRC dan kepolisian Prancis yg secara radikal mengganti total dari penggunaan OS berlisensi ke OS opensource


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 08 Nov 2011, 13:11

wah!!! apa pemerintah surabaya sudah ada rencana ini? tau dari mana mas? saya dikasih tau darimana britanya dong? saya juga mau baca juga.


User avatar
aptfast
Contact:

Post 08 Nov 2011, 13:22

einhejars wrote:wah!!! apa pemerintah surabaya sudah ada rencana ini? tau dari mana mas? saya dikasih tau darimana britanya dong? saya juga mau baca juga.
saya lupa media cetak nya
inisiatif nya muncul karena merebaknya penggunaan OS dan software bajakan


User avatar
prongsx

Post 08 Nov 2011, 13:56

einhejars wrote:
prongsx wrote:Nambahin lagi

sebenarnya bukan linux susah berkembang di masyarakat. Tetapi yang benar adalah Linux sedang berkembang dimasyarakat.

Faktanya adalah hal yang saya alami sendiri ketika berinteraksi dengan komputer. :grin:

[spoiler]saya pertama mengenal komputer 20 tahun yang lalu ketika saya berkunjung ke rumah saudara saya, OS yang digunakan pada waktu itu adalah MS DOS lupa saya serinya. Dan komputer digunakan untuk main game prince of persia, dan mengetik klo ga salah aplikasinya wordstar ya?

2 tahun kemudian komputer itu berpindah ke rumah saya di malang. yang tentunya tidak saya gunakan (anak SD kampung bisa apa pake wordstar?) saat itu DOS sangat populer di kalangan pengguna desktop. pada saat itu reparasi komputer mengkhususkan pada DOS.

tahun 1996 kelas 2 sltp ada ekskul komputer, yang saat itu tergolong baru dengan OS masih MSDOS saat itu saya menggunakan MSDOS 6.00 disaat itulah saya belajar DOS dengan sebenar benarnya. sampai saya dan teman saya mampu menciptakan virus virusan yang menghapus command.com dan cukup menyenangkan ternyata melihat teman teman dan para guru kebingungan karena komputer mereka gak bisa booting. rental komputer sudah menjamur saat itu. seingat saya ada 5 rental komputer di kecamatan kami. 100% menggunakan OS MSDOS. Saat itu desktop adalah barang langka yang saya yakin 100% orang kaya pun belum tentu ada desktop di rumahnya.

tahun 1999 saat say kelas 2 SMU kami mendapat matpel MULOK komputer. Dengan OS Windows 3.11, saat itulah pertama kalinya saya berkenalan dengan yang namanya GUI.

semenjak itu seingat saya banyak rental mulai migrasi ke windows 95.

tahun 2001 saya masuk STAN dan didaerah Jurangmangu banyak kompie yang sudah migrasi ke Win 98. tahun 2003 ketika saya pulang ke Malang (DO dari STAN) rata rata warnet sudah pake win 98. dengan beberapa warnet sudah migrasi ke WinXP.

tahun 2005 sampai kesini WinXP sudah merajai Desktop di tanah Air. dengan banyak Indivudu ataupun warnet migrasi ke windows 7.

saya tahu yang namanya Linux dari sebuah tabloid komputer dari Surabaya lupa namanya tahun 2001. saat itu linux belum ada GUInya masih CLI.[/spoiler]


nah dari cerita diatas mungkin bisa ditarik kesimpulan. untuk GUI memasyarakat di Indonesia saja dibutuhkan waktu puluhan tahun. padahal di US ato negara negara laen udah jalan dari tahun kapan.

sementara Linux sendiri baru lahir tahun 1991. Dimana senior seniornya sudah merajai pasaran selama puluhan tahun. bisa dibilang Linux itu masih seumur jagung.

untuk distro Ubuntu pada khususnya sangat tergantung pada koneksi Inet. sementara kita tahu sendiri Inet di Indonesia kayak gmana.

maka dari itu nggak pantas lah Linux dibandingkan sama Windows atau Mac karena dibanding mereka Linux itu masih anak Ingusan.

sebenarnya masalah Utama pengembangan Linux adalah Waktu. maksud saya melihat dari contoh diatas mungkin untuk Linux mencapai porsi seperti senior seniornya mungkin dibutuhkan 10 atau 15 tahun lagi.

Itulah makanya dibutuhkan kesabaran bagi para penggiat Linux pada umumnya dan Ubuntu pada khususnya untuk memasyarakatkan Linux. Pada umumnya kita para pengguna Linux memang harus mengakui bahwa kadang kita kurang sabar dengan kenyataan yang ada. Maunya Instant padahal dibutuhkan suatu proses yang panjang, melelahkan, menyakitkan untuk Linux dapat berkembang di masyarakat kita ini.

Secara Alami Linux dengan kelebihannya memiliki kesempatan berkembang yang paling besar di masyarakat. tinggal menunggu waktu saja.

sekian uraian dari saya ada kurangnya saya mohon maaf.

Upacara selesai (eh lho?......) :grin:
baik saya trima benderanya. saya sebagai inspektur upacara bilang upacara belum slesai. amiin

mungkin sedikit sanggahan saja. Beda waktu bukan lah masalah besar yg menjadikan linux nggak pantas dibandingkan mac dan windows. untuk urusan teknologi, bsa saja dengan mengadaptasi. sekarang pribahasa kebo nyusu gudel (kebo nyusu ke anak kebo) sudah meluas. tidak ada senior atau junior dlm hal teknologi. sebagai bukti adalah brita bahwa windows menggunakan fasilitas secure boot untuk menghadang linux, knapa windows tdak menghadang mac saja yg sama2 senior? krn pasaran mac kan dah privat (tau sendiri kan klo mac dijual dgn sudah dibundle sama hardware nya) nah brarti windows sudah mulai khawatir. Klo masalah teknologi tdak bsa dilihat dri rentang waktu, krn teknologi bukan sesuatu yg dapat dijadikan privat dan tidak bsa diadaptasi. lihat saja mesin diesel, mesin otto, brapa banyak produsen yg saling bersaing disini dan ktika 1 produsen punya inovasi, produsen lain bikin inovasi lg yg lebih baik lg (saya rasa teknologi dlm hal peragkat lunak, sama saja slama peragkat lunak masih mengaku sg salah 1 bentuk teknologi)

'Secara Alami Linux dengan kelebihannya memiliki kesempatan berkembang yang paling besar di masyarakat. tinggal menunggu waktu saja'

sa dijelaskan juga kelebihan linux?
Untuk kelebihan Linux kita smua sudah mahfum lah. sudah ga usah lagi disebutkan dsini :grin:

tapi tetap saja waktu memang menjadi kendala utama.

sebagai contoh

tahun 2008 ketika saya pergi ke singapura kecepatan donlod disana adalah sampai 500 Kbps itu menggunakan DM default IE. sedangkan disini kecepatan yang paling top adalah 95 Kbps menggunakan IDM. Sekarang saya dikantor kecepatan donlod topnya sudah sampai 600 Kbps dengan menggunakan down them all Firefox OSnya Ubuntu.

dubutuhkan waktu hampir 4 tahun untuk supaya kecepatan donlod menyamai kec donlod rumahan di singapura. Jadi memang dari pengalaman pengalaman yang lampau saya berkesimpulan bahwa memang supaya Linux berkembang di masyarakat memang dibutuhkan waktu yang agak lebih. Disamping promosi agresif dari penggiat linux pada umumnya.

Saya sedang berencana bermigrasi ke Ubuntu. Untuk PC dikantor saya. Sudah 2 PC saya migrasikan ke Ubuntu. tinggal 1 PC lagi yang memang terkendala masalah driver printer dan software POS. Yah seperti orang Jawa bilang "Alon alon asal kelakon".

Untuk kasus Linux ya Pelan tapi pasti. Untuk trend kedepannya memang kelihatannya Linux akan mulai menguasai pasar OS di Indonesia, mengingat makin sulitnya Windows untuk dibajak. Terlihat dari tingkah ceroboh Microsoft memasang UEFI untuk windows 8 nya (jelas ini sebuah blunder besar bagi microsoft) Apalagi ditunjang dengan kecepatan perkembangan teknologi di Indonesia yang makin baik.

sekian laporan selesai upacara selesai :grin:

ternyata banyak juga yah yang mengalami DOS aku aja mulai nyoba install DOS di PC. enak gak butuh resources banyak banyak. Sekalian mengingat masa mudaku dulu...


User avatar
WegigEinherjars
Contact:

Post 09 Nov 2011, 18:38

prongsx wrote:
einhejars wrote:
prongsx wrote:Nambahin lagi

sebenarnya bukan linux susah berkembang di masyarakat. Tetapi yang benar adalah Linux sedang berkembang dimasyarakat.

Faktanya adalah hal yang saya alami sendiri ketika berinteraksi dengan komputer. :grin:

[spoiler]saya pertama mengenal komputer 20 tahun yang lalu ketika saya berkunjung ke rumah saudara saya, OS yang digunakan pada waktu itu adalah MS DOS lupa saya serinya. Dan komputer digunakan untuk main game prince of persia, dan mengetik klo ga salah aplikasinya wordstar ya?

2 tahun kemudian komputer itu berpindah ke rumah saya di malang. yang tentunya tidak saya gunakan (anak SD kampung bisa apa pake wordstar?) saat itu DOS sangat populer di kalangan pengguna desktop. pada saat itu reparasi komputer mengkhususkan pada DOS.

tahun 1996 kelas 2 sltp ada ekskul komputer, yang saat itu tergolong baru dengan OS masih MSDOS saat itu saya menggunakan MSDOS 6.00 disaat itulah saya belajar DOS dengan sebenar benarnya. sampai saya dan teman saya mampu menciptakan virus virusan yang menghapus command.com dan cukup menyenangkan ternyata melihat teman teman dan para guru kebingungan karena komputer mereka gak bisa booting. rental komputer sudah menjamur saat itu. seingat saya ada 5 rental komputer di kecamatan kami. 100% menggunakan OS MSDOS. Saat itu desktop adalah barang langka yang saya yakin 100% orang kaya pun belum tentu ada desktop di rumahnya.

tahun 1999 saat say kelas 2 SMU kami mendapat matpel MULOK komputer. Dengan OS Windows 3.11, saat itulah pertama kalinya saya berkenalan dengan yang namanya GUI.

semenjak itu seingat saya banyak rental mulai migrasi ke windows 95.

tahun 2001 saya masuk STAN dan didaerah Jurangmangu banyak kompie yang sudah migrasi ke Win 98. tahun 2003 ketika saya pulang ke Malang (DO dari STAN) rata rata warnet sudah pake win 98. dengan beberapa warnet sudah migrasi ke WinXP.

tahun 2005 sampai kesini WinXP sudah merajai Desktop di tanah Air. dengan banyak Indivudu ataupun warnet migrasi ke windows 7.

saya tahu yang namanya Linux dari sebuah tabloid komputer dari Surabaya lupa namanya tahun 2001. saat itu linux belum ada GUInya masih CLI.[/spoiler]


nah dari cerita diatas mungkin bisa ditarik kesimpulan. untuk GUI memasyarakat di Indonesia saja dibutuhkan waktu puluhan tahun. padahal di US ato negara negara laen udah jalan dari tahun kapan.

sementara Linux sendiri baru lahir tahun 1991. Dimana senior seniornya sudah merajai pasaran selama puluhan tahun. bisa dibilang Linux itu masih seumur jagung.

untuk distro Ubuntu pada khususnya sangat tergantung pada koneksi Inet. sementara kita tahu sendiri Inet di Indonesia kayak gmana.

maka dari itu nggak pantas lah Linux dibandingkan sama Windows atau Mac karena dibanding mereka Linux itu masih anak Ingusan.

sebenarnya masalah Utama pengembangan Linux adalah Waktu. maksud saya melihat dari contoh diatas mungkin untuk Linux mencapai porsi seperti senior seniornya mungkin dibutuhkan 10 atau 15 tahun lagi.

Itulah makanya dibutuhkan kesabaran bagi para penggiat Linux pada umumnya dan Ubuntu pada khususnya untuk memasyarakatkan Linux. Pada umumnya kita para pengguna Linux memang harus mengakui bahwa kadang kita kurang sabar dengan kenyataan yang ada. Maunya Instant padahal dibutuhkan suatu proses yang panjang, melelahkan, menyakitkan untuk Linux dapat berkembang di masyarakat kita ini.

Secara Alami Linux dengan kelebihannya memiliki kesempatan berkembang yang paling besar di masyarakat. tinggal menunggu waktu saja.

sekian uraian dari saya ada kurangnya saya mohon maaf.

Upacara selesai (eh lho?......) :grin:
baik saya trima benderanya. saya sebagai inspektur upacara bilang upacara belum slesai. amiin

mungkin sedikit sanggahan saja. Beda waktu bukan lah masalah besar yg menjadikan linux nggak pantas dibandingkan mac dan windows. untuk urusan teknologi, bsa saja dengan mengadaptasi. sekarang pribahasa kebo nyusu gudel (kebo nyusu ke anak kebo) sudah meluas. tidak ada senior atau junior dlm hal teknologi. sebagai bukti adalah brita bahwa windows menggunakan fasilitas secure boot untuk menghadang linux, knapa windows tdak menghadang mac saja yg sama2 senior? krn pasaran mac kan dah privat (tau sendiri kan klo mac dijual dgn sudah dibundle sama hardware nya) nah brarti windows sudah mulai khawatir. Klo masalah teknologi tdak bsa dilihat dri rentang waktu, krn teknologi bukan sesuatu yg dapat dijadikan privat dan tidak bsa diadaptasi. lihat saja mesin diesel, mesin otto, brapa banyak produsen yg saling bersaing disini dan ktika 1 produsen punya inovasi, produsen lain bikin inovasi lg yg lebih baik lg (saya rasa teknologi dlm hal peragkat lunak, sama saja slama peragkat lunak masih mengaku sg salah 1 bentuk teknologi)

'Secara Alami Linux dengan kelebihannya memiliki kesempatan berkembang yang paling besar di masyarakat. tinggal menunggu waktu saja'

sa dijelaskan juga kelebihan linux?
Untuk kelebihan Linux kita smua sudah mahfum lah. sudah ga usah lagi disebutkan dsini :grin:

tapi tetap saja waktu memang menjadi kendala utama.

sebagai contoh

tahun 2008 ketika saya pergi ke singapura kecepatan donlod disana adalah sampai 500 Kbps itu menggunakan DM default IE. sedangkan disini kecepatan yang paling top adalah 95 Kbps menggunakan IDM. Sekarang saya dikantor kecepatan donlod topnya sudah sampai 600 Kbps dengan menggunakan down them all Firefox OSnya Ubuntu.

dubutuhkan waktu hampir 4 tahun untuk supaya kecepatan donlod menyamai kec donlod rumahan di singapura. Jadi memang dari pengalaman pengalaman yang lampau saya berkesimpulan bahwa memang supaya Linux berkembang di masyarakat memang dibutuhkan waktu yang agak lebih. Disamping promosi agresif dari penggiat linux pada umumnya.

Saya sedang berencana bermigrasi ke Ubuntu. Untuk PC dikantor saya. Sudah 2 PC saya migrasikan ke Ubuntu. tinggal 1 PC lagi yang memang terkendala masalah driver printer dan software POS. Yah seperti orang Jawa bilang "Alon alon asal kelakon".

Untuk kasus Linux ya Pelan tapi pasti. Untuk trend kedepannya memang kelihatannya Linux akan mulai menguasai pasar OS di Indonesia, mengingat makin sulitnya Windows untuk dibajak. Terlihat dari tingkah ceroboh Microsoft memasang UEFI untuk windows 8 nya (jelas ini sebuah blunder besar bagi microsoft) Apalagi ditunjang dengan kecepatan perkembangan teknologi di Indonesia yang makin baik.

sekian laporan selesai upacara selesai :grin:

ternyata banyak juga yah yang mengalami DOS aku aja mulai nyoba install DOS di PC. enak gak butuh resources banyak banyak. Sekalian mengingat masa mudaku dulu...
wow... duewa....
itu pake modem atau apaan mbah kok disingapura bsa sampe 500kbs?
mbah pake modem atau apaa kok bsa 600kbs?
itu kecepatan dewa2 mbah

"Untuk kasus Linux ya Pelan tapi pasti. Untuk trend kedepannya memang kelihatannya Linux akan mulai menguasai pasar OS di Indonesia, mengingat makin sulitnya Windows untuk dibajak. Terlihat dari tingkah ceroboh Microsoft memasang UEFI untuk windows 8 nya (jelas ini sebuah blunder besar bagi microsoft) Apalagi ditunjang dengan kecepatan perkembangan teknologi di Indonesia yang makin baik."
stuju mbah, ini bsa jadi momentum tepat bg linux diindonesia. mengingat masyarakat kita sangat update terhadap teknologi terbaru (namun sayang update nya ngeliat windows) klo windows 8 susah dibajak pasti mau tidak mau masyarakat kita mulai beralih dan mencari alternatif.


User avatar
prongsx

Post 09 Nov 2011, 22:03

kecepatan topnya mas. rata ratanya sih 300 kbps. klo di singapur stabil 500 kbs. orang pas pulang hampir kena custom kok. untung kompienya disana ada virusnya. jadi aman deh koleksi AV ku.


User avatar
aptfast
Contact:

Post 09 Nov 2011, 22:18

di kantorku di blokm aja speed inet nya 650kbps :)
di singapura dari dulu dah pasang bandwidth gede jadi ya harap dimaklumi aja
saya aja disana buka email ato baca detik.com spt akses aplikasi di lokal :D


Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 50 guests