detik.com/Instansi Pemerintah Masih Banyak Pakai Software Ba

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
Post Reply
User avatar
KuKuKaChu
Contact:

detik.com/Instansi Pemerintah Masih Banyak Pakai Software Ba

Post 20 Jan 2011, 10:22

Asosiasi Open Source:
[size:14pt]Instansi Pemerintah Masih Banyak Pakai Software Bajakan
[/size]

Andrian Fauzi - detikinet


Jakarta - Kampanye 'Indonesia Goes Open Source' yang telah dilontarkan pemerintah sejak tahun 2004 lalu dinilai masih belum mampu menekan tingkat penggunaan software bajakan di instansi pemerintah sendiri.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Betti Alisyahbana, masih banyak lembaga pemerintah yang masih belum bermigrasi ke aplikasi open source dan malah bertahan dengan software bajakan.

Memang sejak 2004 lalu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Riset dan Teknologi telah berupaya mewujudkan penggunaan aplikasi yang legal melalui penerapan open source.

Sayangnya, upaya tersebutsepertinya kurang membuahkan hasil. Sebab, penggunaan software bajakan masih cukup tinggi di lingkungan pemerintah. "Masih tinggi. Tapi berapa banyak, saya tidak ada data pastinya," kata Betti saat berbincang santai dengan detikINET usai penyerahan bantuan komputer di Lab Komputer Fakultas Teknik Fisika ITB, Jalan Ganesha 10, Bandung.

Meski demikian, Betti masih melihat ada upaya pemerintah untuk berubah, dan terlihat perubahannya sedikit demi sedikit untuk 'hijrah'. AOSI pun mengapresiasi hal ini dan terus mendorong pemerintah untuk mewujudkan impian 'Indonesia Go Legal' dalam penggunaan piranti lunak.

"Walaupun begitu kita terus dorong dan dampingi pemerintah untuk mewujudkan 'Go Legal' tersebut," lanjut mantan Dirut IBM Indonesia ini.

Banyak hal memang yang mempengaruhi masih tinggi saja tingkat penggunaan software bajakan. Salah satunya lantaran adanya pemahaman yang salah di masyarakat.

"Di masyarakat masih ada salah paham tentang bajak membajak. Dianggapnya membajak itu tidak berdosa tapi kalau mencuri itu dosa. Padahal membajak itu juga dosa," tukas Betti.

Selain itu, masalah biaya juga menjadi sorotan. Meski pada dasarnya open source itu adalah gratis, namun proses tranformasi dari sotfware bajakan yang
biasa dipakai ke open source membutuhkan biaya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Bandung, Bulgan Alamin dalam satu kesempatan beberapa waktu lalu dengan detikINET.

"Softwarenya sih gratis. Biaya tersebut muncul untuk pelatihan dan maintenance. Sekarang kan sudah terbiasa dengan software-software yang berlisensi, terus ganti dengan open source. Ya orang juga harus belajar lagi. Tapi kita dukung program pemerintah untuk penggunaan software legal," paparnya.


User avatar
ninja
Contact:

Post 20 Jan 2011, 19:59

seperti kebiasaan pemerintah indonesia "bagus di kertas doank tuh program" :crazy:


User avatar
aptfast
Contact:

Post 20 Jan 2011, 20:49

memang masih banyak yg ragu, terutama generasi tua... :)


User avatar
freeazy
Contact:

Post 20 Jan 2011, 21:06

"Di masyarakat masih ada salah paham tentang bajak membajak. Dianggapnya membajak itu tidak berdosa tapi kalau mencuri itu dosa. Padahal membajak itu juga dosa," tukas Betti.
asli deh...


User avatar
k0pral
Contact:

Post 21 Jan 2011, 04:40

iya mas, mungkin dikira membajak tu dosa nya ga seberapa. apa lagi orang yg di bajak tu jauh nan di sana.


User avatar
abe

Post 21 Jan 2011, 08:28

bersihkan dari mafia pembajakan software


User avatar
MasDjo
Contact:

Post 21 Jan 2011, 10:51

Petani membajak karena rajin bekerja

Pengguna Komputer mambajak karena malas belajar :grin:


User avatar
ninja
Contact:

Post 21 Jan 2011, 12:26

spaceterz_one wrote:Banten Mulai Migrasi gan http://linuxbanten.com/ ^_^
woggghhh... mantap :grin:


Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 50 guests