ceita ketika mengajak teman mencoba Ubuntu

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
Post Reply
User avatar
jimbling
Contact:

ceita ketika mengajak teman mencoba Ubuntu

Post 15 May 2013, 12:15

Mengajakan teman-teman untuk menggunakan Linux memang susah yaa,,. klo belum ada niat. :)

Pokoknya semangat. Go Open Source !!
Walaupun baru dapet satu yang mau saya ajak mencoba Ubuntu. :)


User avatar
CDX

Post 15 May 2013, 13:46

kalo ngajak jangan terlalu ngepress broo... :D
ingat semakin di paksa semakin jauh mereka.. jadi santai aje broo..

tips
jangan mengajak teman ente untuk menggunakan GNU+linuk
tapi perkenalkan mereka tentang GNU+linuk
karna merubah dari windows ke GNU+linuk sama saja ente merubah kebiasaan orang/temen.. ini sangat sulit


User avatar
abu_unaisah

Post 15 May 2013, 13:47

semangka : semangat kakak
kasih liat ini

[video:youtube]www.youtube.com/watch?v=zhA27n7udHY[/video]


User avatar
sipelaut
Contact:

Post 15 May 2013, 14:37

wahhh hebattt
saya pribadi aja lom pernah ngajak orang buat makek openSOURCE
salut dahhh


User avatar
jimbling
Contact:

Post 15 May 2013, 19:07

Kang CDX : hehe .. iya kang,, hhee.. OK,, nanti saya suruh pada kenalan dulu .. :)

kang Abu : hehe.. terima kasih, sekedar usaha ini. :)

sipelaut : heh, saya berani mengajak karena ada dukungan dari warga" FUI ini yang sangat ruamah-ruamah kang .. :D


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 15 May 2013, 19:22

CDX wrote:karna merubah dari windows ke GNU+linuk sama saja ente merubah kebiasaan orang/temen.. ini sangat sulit

Ini petuah yang lahir karena pengalaman. Benar-benar luar biasa, Kang. Anda benar. Saya terima.


User avatar
w1angkasa1

Post 15 May 2013, 20:04

Sebenarnya yang jadi masalah bukan dari Windows ke Linux, tetapi Aplikasi yang mereka sudah biasa digunakan tidak dapat berjalan di linux dan mereka sudah nyaman dengan aplikasi-aplikasi Windows. Saya pernah memperkenalkan Linux dengan berbagai kelebihan seperti animasi desktop (compiz), bebas virus (saya membuka flashdisk dan hardsik teman yang datanya hilang disembunyikan oleh virus sehingga tidak terbaca oleh Windows, saya buka dengan linux dan terbaca) dan teman saya kagum dan ingin menggunakan tapi dia bertanya Andaikan menggunkan Linux apakah aplikasi-aplikasi yang sudah terbiasa dia gunakan bisa berjalan di Linux. Saya jawab bisa dengan bantuan wine tapi kurang sempurna atau mengganti dengan aplikasi alternatif, akhirnya dia gak mau memakai linux.


User avatar
husnia
Contact:

Post 16 May 2013, 13:17

w1angkasa1 wrote:Sebenarnya yang jadi masalah bukan dari Windows ke Linux, tetapi Aplikasi yang mereka sudah biasa digunakan tidak dapat berjalan di linux dan mereka sudah nyaman dengan aplikasi-aplikasi Windows. Saya pernah memperkenalkan Linux dengan berbagai kelebihan seperti animasi desktop (compiz), bebas virus (saya membuka flashdisk dan hardsik teman yang datanya hilang disembunyikan oleh virus sehingga tidak terbaca oleh Windows, saya buka dengan linux dan terbaca) dan teman saya kagum dan ingin menggunakan tapi dia bertanya Andaikan menggunkan Linux apakah aplikasi-aplikasi yang sudah terbiasa dia gunakan bisa berjalan di Linux. Saya jawab bisa dengan bantuan wine tapi kurang sempurna atau mengganti dengan aplikasi alternatif, akhirnya dia gak mau memakai linux.

setuju
orang make komputer gak peduli OSnya tapi aplikasi apa yg bisa/biasa digunakan.

mending ngajak orang pake aplikasi2nya aja dulu yg bisa diinstal di windows. (inkscape,gimp,libreofice,dll)
kasih tau bahwa pake software2 tsb lebih irit space dan hasilnya sama bagusnya dibanding padanannya (corel,potosop,msofice,dll)


User avatar
krizt13

Post 16 May 2013, 13:50

ini pengalaman ane :

pada awalnya ane gak tau kalo ada os selain jendela. dan parahnya ane pikir ubuntu itu
aplikasi yang buat secara gratis. hahahaha... (ane asumsikan ini karena di HH ane ada launcher Ubuntu)

tapi hal itu berubah 360 derajat ketika secara tidak sengaja ane membaca buku
Ubuntu from zero karangan edi.bowo. saat ini ane ke gramed sedang mencari buku yang berkaitan dengan android dan buku ubuntu itu bersandingan dengan
buku-buku android. ane baca sekilas, dan ane putusin untuk membelinya (karena ada CD gratis, dan pikiran ane semuanya sudah bisa digunakan di cd itu)

semakin ane baca buku itu semakin jidat ane banyak kerutan (karena langsung baca yang seri ketiga....gubrakkk....). ane putusin searching di google dan menemukan
forum ini. ane download ebook dan download ubuntu versi 12.04.2 dari ubuntu langsung (lagi-lagi ane gak ngeti kalo ada server lokal yang ngebut banget). apakah setelah
itu terjadi hal yang indah�? Tentu tidak. Ane mengalami error (bisa dilihat postingan pertama ane dengan judul ask (partisi ubuntu) dan semua data ane hilang.. Trus apakah ane langsung mengutuk ubuntu ini. TIDAK. Seperti cinta pertama, ane suka dengan interface ubuntu selain itu bunyi tre tang (yang ane pikir itu suara error) memanggil jiwa ane.. tidak butuh lama dan bahkan 10 menit ane langsung memutuskan untuk menggunakan seluruh PC ane untuk ubuntu. Ane mulai mengeksporasi OS ini, sejak tanggal 24 April 2013 sampai dengan sekarang ane meluangkan waktu (sehabis pulang kerja ane menghabiskan di depan computer mengeksplore semuanya karena ane memang awam).

Menurut pandangan ane :
1. Jangan paksaan seseorang dengan tipe yang praktis untuk menggunakan linux. kenapa, karena, menurut ane open source itu di bangun berdasarkan komunitas dan untuk komunitas dan bukan produk.
2. lebih baik mengenalkan linux dengan distro yang sederhana terlebih dahulu seperti ziron yang tampilannya seperti jendela atau mint untuk yang tidak terkoneksi internet.
3. suatu saat pasti banyak orang akan demam ketika sebuah suara tre tang memanggil jiwa�.hahahaha


User avatar
jimbling
Contact:

Post 16 May 2013, 15:06

krizt13 wrote:ini pengalaman ane :

pada awalnya ane gak tau kalo ada os selain jendela. dan parahnya ane pikir ubuntu itu
aplikasi yang buat secara gratis. hahahaha... (ane asumsikan ini karena di HH ane ada launcher Ubuntu)

tapi hal itu berubah 360 derajat ketika secara tidak sengaja ane membaca buku
Ubuntu from zero karangan edi.bowo. saat ini ane ke gramed sedang mencari buku yang berkaitan dengan android dan buku ubuntu itu bersandingan dengan
buku-buku android. ane baca sekilas, dan ane putusin untuk membelinya (karena ada CD gratis, dan pikiran ane semuanya sudah bisa digunakan di cd itu)

semakin ane baca buku itu semakin jidat ane banyak kerutan (karena langsung baca yang seri ketiga....gubrakkk....). ane putusin searching di google dan menemukan
forum ini. ane download ebook dan download ubuntu versi 12.04.2 dari ubuntu langsung (lagi-lagi ane gak ngeti kalo ada server lokal yang ngebut banget). apakah setelah
itu terjadi hal yang indah�? Tentu tidak. Ane mengalami error (bisa dilihat postingan pertama ane dengan judul ask (partisi ubuntu) dan semua data ane hilang.. Trus apakah ane langsung mengutuk ubuntu ini. TIDAK. Seperti cinta pertama, ane suka dengan interface ubuntu selain itu bunyi tre tang (yang ane pikir itu suara error) memanggil jiwa ane.. tidak butuh lama dan bahkan 10 menit ane langsung memutuskan untuk menggunakan seluruh PC ane untuk ubuntu. Ane mulai mengeksporasi OS ini, sejak tanggal 24 April 2013 sampai dengan sekarang ane meluangkan waktu (sehabis pulang kerja ane menghabiskan di depan computer mengeksplore semuanya karena ane memang awam).

Menurut pandangan ane :
1. Jangan paksaan seseorang dengan tipe yang praktis untuk menggunakan linux. kenapa, karena, menurut ane open source itu di bangun berdasarkan komunitas dan untuk komunitas dan bukan produk.
2. lebih baik mengenalkan linux dengan distro yang sederhana terlebih dahulu seperti ziron yang tampilannya seperti jendela atau mint untuk yang tidak terkoneksi internet.
3. suatu saat pasti banyak orang akan demam ketika sebuah suara tre tang memanggil jiwa�.hahahaha
Aha ...
siap"... mantappp .. jempol dahh


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 16 May 2013, 15:25

krizt13 wrote:ini pengalaman ane :
Menurut pandangan ane :
1. Jangan paksaan seseorang dengan tipe yang praktis untuk menggunakan linux.

Anda benar.


User avatar
nif
Been thanked: 1 time
Top poster of the Month

Post 16 May 2013, 20:04

kalo menurut saya, tantangan ketika migrasi ke Linux pasti selalu ada. Entah itu aplikasi yang berbeda dari yang biasa digunakan, driver yang sulit didapatkan, kebiasaan / cara kerja yang berubah, dan sebagainya.
Memang sudah sewajarnya bahwa produk yang komersial harus punya kelebihan daripada yang gratis.

Jadi, saya setuju yang ini;
jimbling wrote:Mengajakan teman-teman untuk menggunakan Linux memang susah yaa,,. klo belum ada niat. :)
kuncinya di niat / motivasi.
tanpa ada niat yang benar, susah untuk mau beralih ke Linux. Dan kalaupun mau, akan lebih mudah menyerah ketika menghadapi masalah dan akhirnya kembali lagi ke kebiasaan yang lama.

tak apa om jimbling, yang penting berusaha :laugh:


cmiiw


User avatar
jimbling
Contact:

Post 16 May 2013, 21:05

nif wrote:kalo menurut saya, tantangan ketika migrasi ke Linux pasti selalu ada. Entah itu aplikasi yang berbeda dari yang biasa digunakan, driver yang sulit didapatkan, kebiasaan / cara kerja yang berubah, dan sebagainya.
Memang sudah sewajarnya bahwa produk yang komersial harus punya kelebihan daripada yang gratis.

Jadi, saya setuju yang ini;
jimbling wrote:Mengajakan teman-teman untuk menggunakan Linux memang susah yaa,,. klo belum ada niat. :)
kuncinya di niat / motivasi.
tanpa ada niat yang benar, susah untuk mau beralih ke Linux. Dan kalaupun mau, akan lebih mudah menyerah ketika menghadapi masalah dan akhirnya kembali lagi ke kebiasaan yang lama.

tak apa om jimbling, yang penting berusaha :laugh:


cmiiw
Terima kasih kang nif, dukungan terbesar adalah dari para warga FUI ini :D


User avatar
ubuntu_java

Post 16 May 2013, 21:33

susah memang...jika sudah terbiasa dgn rutinitas dgn os selain ubuntu.. :D
kalo saya selalu bilang,hidup cuma sebentar masa mau belajar jendela terus??bukanya hidup itu selalu belajar??
dulu getol ngajak2....sekarang ga terlalu,cukup kasih liat saya begitu asik utak-atik linux...strez salah partisi..driver eror,dan yg terpenting mau mengatakan saya bodoh,dan pingin belajar...
saya sudah pakai ubuntu dari jaman 10.10..baru di 13.04 laptop full linux..
signature saya,ah sudah lah...mungkin hanya angan2 pribadi,sejauh ini saya mencoba menikmati program gimp,inkscape,draftsight,dan blender..
laptop hang-restart-overheat hal biasa :crazy: :hajarpc:

om linus pernah bilang kalo ga salah
"anda beli mobil apa mereka juga mengajarkan anda menyetir??!"

linux menurut saya..buat org yg suka custom,walaupun standar juga gpp ;)
Last edited by ubuntu_java on 27 Feb 2016, 22:02, edited 1 time in total.
Reason: kelupaan...hohoho


User avatar
offline

Post 16 May 2013, 21:58

joenindho wrote: signature saya,ah sudah lah...mungkin hanya angan2 pribadi,sejauh ini saya mencoba menikmati program gimp,inkscape,draftsight,dan blender..
om linus pernah bilang kalo ga salah
"anda beli mobil apa mereka juga mengajarkan anda menyetir??!"
utk app CAD bisa dicoba home sweet 3d, silahkan main ke http://www.sweethome3d.com/features.jsp utk info lengkapnya


User avatar
ubuntu_java

Post 16 May 2013, 22:34

yogisux wrote:
joenindho wrote: signature saya,ah sudah lah...mungkin hanya angan2 pribadi,sejauh ini saya mencoba menikmati program gimp,inkscape,draftsight,dan blender..
om linus pernah bilang kalo ga salah
"anda beli mobil apa mereka juga mengajarkan anda menyetir??!"
utk app CAD bisa dicoba home sweet 3d, silahkan main ke http://www.sweethome3d.com/features.jsp utk info lengkapnya
sudah pernah coba mas,masalah selera saja sih :grin:
sekarang 2d pake draftsight...lempar ke gimp...dihias sana sini..yg 3d pake blender juga sama alurnya,malah menurut saya blender lebih ke selera saya untuk masalah hasil rendernya :)
lagi proses migrasi belajar keduanya.
maturnuwun tapi atas infonya...


User avatar
offline

Post 16 May 2013, 22:42

joenindho wrote: sudah pernah coba mas,masalah selera saja sih :grin:
sekarang 2d pake draftsight...lempar ke gimp...dihias sana sini..yg 3d pake blender juga sama alurnya,malah menurut saya blender lebih ke selera saya untuk masalah hasil rendernya :)
lagi proses migrasi belajar keduanya.
maturnuwun tapi atas infonya...
wah,master CAD ternyata ini si om :grin:
kalo saya lum pernah mainan CAD lagi,apalagi di ubuntu lum pernah sekalipun.masih malas karena commandnya lum tau & belum kepengen bgt :grin:
pernah asyik mainan gambar 2d & 3d pas dulu ikut kursus autocad :grin:


User avatar
krizt13

Post 20 May 2013, 13:15

saya membaca artikel yang saya dapat dari detik.com
source aslinya : http://inet.detik.com/read/2011/02/24/1 ... pen-source

Kolom Open Source
Rumus Cinta dalam Open Source
Penulis: Ahmad Saiful Muhajir - detikinet
Kamis, 24/02/2011 12:58 WIB
ilustrasi (flickr/cc/brionv)
Jakarta - Pada tiap sesuatu ada karakter-karakter yang melekat kuat sehingga jika disebutkan karakter tersebut maka akan kembali pada sesuatu tersebut. Detik.com misalnya dikenal dengan beritanya yang cepat. Itulah karakter yang melekat pada Detik.com. Sama seperti Detik.com, open source pun memiliki karakter-karakter yang melekat dan identik sehingga mudah dikenali cukup dengan tahu karakter tersebut.

Ajaibnya, jika kita mau merunut ternyata karakter-karakter dalam open source tersebut memiliki banyak kesamaan dengan karakter dan rumus dalam cinta. Atau tepatnya dalam menjalin hubungan atas nama cinta.

1. Berani memulai

Jika anda mulai merasakan cinta kepada seseorang, anda akan melakukan sesuatu sehingga rasa cinta tersebut bisa terus hidup dan anda dapat memenangkan hatinya. Karena anda tahu bahwa dengan diam saja, maka yang terjadi adalah anda akan kalah dan tidak mendapatkan sang pujaan hati.

Begitu pun open source. Dunia open source adalah tempat dimana orang-orang berani memulai. Berani memulai untuk berubah. Orang-orang ini berani berubah karena mereka tidak suka akan sesuatu yang bersifat proprietary. Mereka ingin menang tanpa diatur. Mereka ingin menang karena mereka berusaha.

2. Memberi dan menerima

Dalam bercinta, dibutuhkan sebuah hubungan yang saling menguntungkan. Simbiosis mutualisme. Anda memberi kepada kekasih dan juga menerima apa yang diberikannya. Open source bisa terus hidup dan berkembang dengan baik adalah karena komponen-komponen di dalamnya mau saling memberi dan menerima. Sebuah kolaborasi dan teamwork.

3. Passion

Yang termasuk dibutuhkan dalam menjaga hubungan cinta adalah semangat dan gairah. Ketika seseorang tidak lagi bergairah dengan pasangannya maka ia akan mulai malas dan tidak bersemangat. Dan dapat ditebak apa yang akan terjadi sebagai akhir dari hal tersebut.

Dan secara alami open source menarik gairah dan memberikan semangat orang-orang yang ingin berubah. Orang-orang dalam dunia open source menjadi bersemangat dan bergairah karena tantangan dan hasil yang akan dicapai dari apa yang mereka kerjakan. Karena mereka tahu bahwa perubahan adalah mereka itu sendiri.

4. Percaya

Seorang bijak mengatakan, apalah arti sebuah hubungan yang dibangun tanpa kepercayaan. Seperti halnya cinta, dunia open source menuntut kepercayaan. Open source adalah pekerjaan bersama yang dilakukan dengan banyak orang dari seluruh dunia. Berbagai ras, suku, bahasa dan bangsa. Ada yang pernah bertemu dan banyak yang belum pernah. Tetapi mereka saling percaya dengan pekerjaan dan keahlian masing-masing.

5. Terbuka

Dalam membina hubungan, kepercayaan tak akan berarti tanpa keterbukaan. Kepercayaan dapat tumbuh dengan baik jika sifat keterbukaan juga dipelihara. Hanya dengan begitu sebuah hubungan dapat langgeng dan harmonis.

Open source, seperti namanya, adalah sesuatu yang bersifat terbuka. Baik pengguna maupun pengembang lain dapat membaca dengan jelas apa yang ada dalam kode tersebut dan apa yang akan dilakukannya. Dan terlebih lagi mereka juga dapat dengan mudah melakukan perubahan yang dirasa perlu.

6. Update

Membina hubungan bukan soal mudah. Ada masalah-masalah yang kadang membuat frustasi dan menjadikan hubungan renggang. Bisa jadi hanya disebabkan masalah sepele. Tetapi kita terus mencoba memperbaiki sehingga menjadi lebih erat dan lebih baik.

Dalam open source, istilah ini mirip dengan release early, release often. Sebuah software akan dirilis lebih awal sehingga dapat diuji coba. Dan ketika akhirnya dirilis, software akan diperbaharui dengan versi yang lebih baik dalam tempo yang cukup cepat. Hasilnya adalah sebuah software yang lebih baik setiap saat.

Mengurus cinta bukanlah perkara mudah. Tetapi dalam kenyataannya cinta terus ada dan tetap ada. Begitu pula open source, tidak mudah dalam perkembangannya tetapi akan tetap ada dan terus berkembang. Selamat belajar open source dan selamat mencinta!

artikel menarik lainnya...
http://staff.blog.ui.ac.id/jp/mengapa-foss-penting/



Note : saya sebenarnya berterima kasih kepada GOOGLE untuk membuat pfatform Android. sejak saat itu saya mulai berani dengan mencoba sesuatu dan pada akhirnya ke Linux untuk distro UBUNTU. walaupun masih dikatakan user tapi saya akan berusaha untuk menjadi advantage user dan baru saya coba untuk kontribusi ke komunitas.

SUDAH SAATNYA MEMANG KITA MEMBANGUN OPEN SOURCE YANG DIMULAI DARI DIRI SENDIRI


User avatar
CDX

Post 20 May 2013, 17:02

krizt13 wrote: SUDAH SAATNYA MEMANG KITA MEMBANGUN OPEN SOURCE YANG DIMULAI DARI DIRI SENDIRI


setuju banget ama kata2 ini :D

"Perkenalkanlah GNU+linuk pada oarang sekitar, lalu perhatikan apa yang yang terjadi"


User avatar
nif
Been thanked: 1 time
Top poster of the Month

Post 21 May 2013, 19:41

@CDX :
super sekali :laugh:


User avatar
Aang87

Post 23 Jun 2013, 19:18

Malsasa wrote:
CDX wrote:karna merubah dari windows ke GNU+linuk sama saja ente merubah kebiasaan orang/temen.. ini sangat sulit

Ini petuah yang lahir karena pengalaman. Benar-benar luar biasa, Kang. Anda benar. Saya terima.
dan benar sekali, saya baru2 ini mendapati kata2, "oalah mas.. belajar maneh ngunu kuwi, wis windows wae lah"


User avatar
Seruling

Post 28 Jun 2013, 15:50

Bisa juga migrasi dipaksakan. caranya, anda harus jadi bos besar, kemudian ngomong sama karyawan anda:
"Kalau masih mau gajian dari perusahaan ini, kamu harus pakai Linux"
Itu paksaan dan saya yakin peluang berhasilnya besar (walaupun si karyawan ngedumel, tapi dijalanin juga)


User avatar
thewizard
Contact:

Post 28 Jun 2013, 18:50

setuju kang sama akang akang diatas, kalau dipaksakan, meskipun sudah memakai linux, tetap saja tidak sepenuh hati, sehingga jadinya tidak baik.

pengalaman saya, saya pernah mengajak teman -teman saya untuk mencoba linux, dan syukurnya beberapa berhasil mencoba dan menyukainya, namun ada beberapa yang saya pikir sudah mencoba menggunakan linux namun tidak sepenuh hati, jadinya setiap ada error sedikit mengeluh dan mudah putus asa, saya dan rekan sudah mencoba membantu, namun tidak semua masalah bisa saya dan rekan saya bantu, sehingga sekelompok orang tersebut merasa ribet dan banyak masalah, dan mereka kembali ke OS windows karena pemikirannya yang sudah merasa ribet dengan linux.

saya setuju dengan jangan ada paksaan karena setiap orang punya cara pandang dan pilihan masing masing, saya beranggapan bahwa, tidak semua orang menyukai linux, dan jangan sampai mereka beranggapan bahwa pengguna linux selalu memaksa mereka menggunakan linux.
setiap orang memiliki pilihan, dan pilihan saya ya linux :D


User avatar
Arunaru
Contact:

Post 01 Jul 2013, 14:43

kalau ane biasanya bikin mereka penasaran dulu gan, misal ngasi full compiz ~

nah, biarin mereka coba sendiri dan hasilnya alhamdulillah banyak dari temen-temen ane aktif nyebarin linux :D


:yay: :yay: :yay:
Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 43 guests