[OPINI] Pendidikan TIK

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
Post Reply
User avatar
deny26

[OPINI] Pendidikan TIK

Post 02 May 2010, 15:17

Saat ini kurikulum TIK (Teknologi Informasi Komputer) sudah masuk ke sekolah - sekolah dengan harapan peningkatan SDM dalam hal IT. Tapi, dalam hati ada sedikit rasa prihatin, apakah seorang siswa bisa memahami TIK jika dilingkungannya mereka sendiri fasilitas tersebut masih minim? belum lagi kalau mau ke warnet harus menempuh jarak berpuluh - puluh kilo. Belum lagi kalau 1 komputer di sekolah dipakai 2 - 3 orang.

Semoga keadaan ini cepat membaik.


User avatar
ninja
Contact:

Post 02 May 2010, 17:04

kalo saya itu merupakan ide bagus melihat perkembangan zaman yang begitu pesat, meskipun fasilitas masih minim setidaknya para siswa mengenal apa itu teknologi.
sedikit demi sedikit pemerintah akan membangun fasilitas, asal jangan pada korup aja pegawainya. :)


User avatar
Epul
Contact:

Post 02 May 2010, 19:47

sebagai guru TIK di madrasah miskin swasta, saya lebih mengedepankan pada penggunaan fasilitas secara maksimal... karena di daerah saya banyak madrasah yang memiliki fasilitas lebih baik seperti kelengkapan komputer tidak dimanfaatkan dengan untuk mengembangkan sumber daya siswa dengan alasan takut rusak dan segala macemnya (terutama takut virus)...

keprihatinan saya menyangkut sosialisasi licensi pada software yang digunakan, jarang sekali (bahkan tidak pernah) mengungkapkan masalah lisensi tersebut padahal hal itu penting sebagai wujud dari etika penggunaan produk berbayar lebih-lebih sekolah madrasah...

selanjutnya kurikulum yang terdapat dalam ktsp (saya rasa) kurang mengena pada judul mata pelajaran tersebut "teknologi informasi dan komunikasi" di mana di dalamnya membahas tentang TUTORIAL penggunaan corel draw dan adobe photoshop pada kelas 3 SLTA (dibayar berapa ya sama adobe dan corel???) seperti tidak ada topik lain...


User avatar
deny26

Post 02 May 2010, 19:59

epul wrote: ......
kelengkapan komputer tidak dimanfaatkan dengan untuk mengembangkan sumber daya siswa dengan alasan takut rusak dan segala macemnya (terutama takut virus)...
......


inilah yang sering terjadi dilapangan karena keterbatasan SDM dalam mengelolanya.


User avatar
wigfranz

Post 02 May 2010, 20:01

Saya memahami bahwa pendidikan TIK di sekolah sedapat mungkin disesuaikan dengan kebutuhan pasar, makanya yang diajarkan adalah software2 yang sudah terlanjur populer dan dibutuhkan di dunia kerja, seperti MS Office, Photoshop, dsb.
Yang menjadi perhatian saat ini adalah masalah lisensi seperti yang diutarakan bro epul. Di satu sisi sekolah HANYA mengajarkan software2 propetiary, di sisi lain, masalah lisensi tidak diajarkan, sehingga siswa tidak mengetahui bahwa apa yang mereka pelajari merupakan barang yang memiliki hak cipta dan tidak bisa digunakan begitu saja TANPA membeli (kalau mau bener loh ya...)

Nah, siswa "dipaksa" menggunakan MS Office, sedangkan itu bukan barang gratis. Darimana siswa dapat duit untuk membeli?? Sedangkan sekolah tidak memberi kemudahan, misalnya subsidi atau diskon. Itu sama saja artinya sekolah secara tidak langsung memaksa siswa untuk membajak (ironis sekali... sekolah tidak mengajarkan hal yang benar, malah sebaliknya!!!)

Saya pernah memberi informasi tentang Ubuntu kepada rekan seorang guru SD. Ia tertarik karena menyadari bahwa software2 yang ada di PCnya semua bajakan, namun ia tidak mau beralih, kenapa??? Karena anaknya hanya diajari Windows dan MS Office di sekolah, sehingga kalau ia migrasi, anaknya tidak bisa mengikuti pelajaran TIK di sekolah. Nah.... Gimana tuh solusinya???


User avatar
deny26

Post 02 May 2010, 20:05

wigfranz wrote: ......
Saya pernah memberi informasi tentang Ubuntu kepada rekan seorang guru SD. Ia tertarik karena menyadari bahwa software2 yang ada di PCnya semua bajakan, namun ia tidak mau beralih, kenapa??? Karena anaknya hanya diajari Windows dan MS Office di sekolah, sehingga kalau ia migrasi, anaknya tidak bisa mengikuti pelajaran TIK di sekolah. Nah.... Gimana tuh solusinya???


solusi sementara yang mungkin bisa dilakukan adalah dualboot sehingga si anak bisa belajar keduanya, nanti kalau dah ngerasa gimana enaknya opensource akan migrasi penuh.

Untuk sekolahnya, nanti kalau sudah ada program dari pemerintah akan penggunaan opensource pasti akan migrasi juga.


User avatar
lisnux
Contact:

Post 02 May 2010, 21:56

deny26 wrote:
wigfranz wrote: ......
Saya pernah memberi informasi tentang Ubuntu kepada rekan seorang guru SD. Ia tertarik karena menyadari bahwa software2 yang ada di PCnya semua bajakan, namun ia tidak mau beralih, kenapa??? Karena anaknya hanya diajari Windows dan MS Office di sekolah, sehingga kalau ia migrasi, anaknya tidak bisa mengikuti pelajaran TIK di sekolah. Nah.... Gimana tuh solusinya???


solusi sementara yang mungkin bisa dilakukan adalah dualboot sehingga si anak bisa belajar keduanya, nanti kalau dah ngerasa gimana enaknya opensource akan migrasi penuh.

Untuk sekolahnya, nanti kalau sudah ada program dari pemerintah akan penggunaan opensource pasti akan migrasi juga.

kita tunggu kabar baiknya aja dari pemerintah, semoga cepat terwujud :D


User avatar
deny26

Post 02 May 2010, 22:01

bener bro lisnux, saya mengharapkan hal itu benar2 ada realisasinya.. :D


User avatar
ninja
Contact:

Post 02 May 2010, 22:30

tenang aja yang bikin kurikulum terbaru sekarang aktifis opensources kok...
mudah-mudahan bisa terealisasi...


User avatar
Epul
Contact:

Post 03 May 2010, 04:58

deny26 wrote:
epul wrote: .... rusak dan segala macemnya (terutama takut virus)...
inilah yang sering terjadi dilapangan karena keterbatasan SDM dalam mengelolanya.

namanya juga sekolah di desa, gada uang buat bayar orang canggih... :D :D padahal orang canggih gak harus dibayar kan...
wigfranz wrote: ....kenapa??? Karena anaknya hanya diajari Windows dan MS Office di sekolah, sehingga kalau ia migrasi, anaknya tidak bisa mengikuti pelajaran TIK di sekolah. Nah.... Gimana tuh solusinya???
solusiq sadis... q rombak kurikulum, q ajarkan banyak hal tentang komputer dan komunikasi semampuq...q ajak mereka browsing...q tunjukkan perkembangan dunia teknologi dengan majalah dan tabloid yang q punya... dan akhirnya saya buat sendiri juga ujian semesternya, akibatnya ujian akhir, mereka kebingungan...

untuk masa depan anak didik, q berani ambil keputusan meskipun nilai mereka yang q pertaruhkan...(yang penting lulus) saat ini itulah jalan yang terbaik menurutq... (jangan pernah takut dinilai rendah oleh orang lain, biarkan mereka menemukan nilai itu dengan sendirinya...)


User avatar
ninja
Contact:

Post 03 May 2010, 05:14

bagaimana mau merubah kurikulum sendiri bro epul? bisa-bisa dapet teguran dari diknas... berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan saja dulu dan terus berharap sambil mendukung para perancang kurikulum TIK terbaru supaya bisa segera terealisasi.

sebenernya engga ada yang salah dengan kurikulum cuma karena lingkungan yang membuat kita semua terpaku sama si microfost wedus dan koloninya.
mulai ajarkan opensources dari lingkungan terdekat, kasih mereka pengetahuan, lakukan dengan pelan-pelan tapi pasti.


User avatar
Epul
Contact:

Post 03 May 2010, 05:14

deny26 wrote: Untuk sekolahnya, nanti kalau sudah ada program dari pemerintah akan penggunaan opensource pasti akan migrasi juga.

open source munculnya taon berapa sih...lebih tua dari umurq kalo gak salah akhir taon 70an, apa hal ini tidak disadari oleh depdiknas ato mentri pengembangan teknologi dan informasi ato apalah namanya... ngeri membayangkan wajah masa depan pendidikan indonesia...
ini bukan masalah open source ato close source ( :D ) tapi mental bangsa... sebagaimana yang diungkap di atas, bahwa siswa (tidak memakai seolah-olah) DIPAKSA untuk membajak software...
kurikulum sekolah dalam ktsp harusnya menjadi kiblat bagi lembaga-lembaga lain dan tidak mengedepankan teknologi industri...(saya menilai bahwa proyek kurikulum adobe corel dsb adalah bagian dari teknologi industri...) juga bukan karena popularitas prodak tersebut. lantas di mana letak kekuatan pemerintah dalam mengendalikan pendidikan. di sini letak kekurangan depdiknas yang menganggap sekolah adalah kepentingan industri dalam kurikulum TIK


User avatar
ninja
Contact:

Post 03 May 2010, 05:25

engga semudah membalikan telapak tangan...
"dalam sejarahnya engga ada satupun pemimpin di dunia ini yang berhasil lolos dari suara rakyat, jangan pernah melawan arus suara rakyat kalo engga mau ....."
itu yang dialami bangsa ini sekarang, sebagian besar lapisan sudah dipaksa atau apalah istilahnya menggunakan produk berbayar.
nah solusinya kita beri mereka pengetahuan sedikit demi sedikit tentang apa itu opensources dan apa itu software berbayar, semuanya dilakukan tanpa ada pemaksaan.
seperti kutipan signature bro sinuxer
"wong nandur bakal ngunduh"
:)


User avatar
Epul
Contact:

Post 03 May 2010, 06:02

betul,betul,betul...

menunggu dan menunda adalah solusi paling buruk bagi orang yang mau berubah...(perlu ada langkah pertama untuk maju ke langkah berikutnya) perubahan itu harus dilakukan dari hal yang paling kecil... mulai dari lingkungan sekitar syukur-sukur mampu melakukan seperti ubuntu-indonesia.com untuk membuka kesadaran masyarakat indonesia untuk menggunakan teknologi tersebut secara legal...

dengan penuh kerendahan hati, saya mulai dari diri saya. pada tahun 2012 saya targetkan migrasi penuh (tanpa dualboot, virtual box dan sejenisnya) pada produk software legal baik dengan cara membayar maupun yang free... ( :D :D :D mampu ga' ya....)


User avatar
Epul
Contact:

Post 03 May 2010, 06:15

TaxTixTux wrote:kalo saya itu merupakan ide bagus melihat perkembangan zaman yang begitu pesat, meskipun fasilitas masih minim setidaknya para siswa mengenal apa itu teknologi.
sedikit demi sedikit pemerintah akan membangun fasilitas, asal jangan pada korup aja pegawainya. :)
masalah korup ato tidak nya dikembalikan pada diri mereka masing-masing... cuma setau saya di lingkungan pns (meski tidak semua pns) terdapat istilah waton mlaku ato apalah istilahnya (ebih tepatnya oknum), yaitu melakukan aktifitas sebagai pns sekedar melakukan kewajiban semata. kita lihat saja banyak program pemerintah yang tidak tepat sasaran hanya karena tidak mau dikatakan terima gaji buta. hal yang perlu digaris bawahi adalah etos kerja...

monggo dilanjut


User avatar
Epul
Contact:

Post 03 May 2010, 06:24

TaxTixTux wrote:tenang aja yang bikin kurikulum terbaru sekarang aktifis opensources kok...
mudah-mudahan bisa terealisasi...
amiiinnnnn....


User avatar
ninja
Contact:

Post 03 May 2010, 07:48

epul wrote: dengan penuh kerendahan hati, saya mulai dari diri saya. pada tahun 2012 saya targetkan migrasi penuh (tanpa dualboot, virtual box dan sejenisnya) pada produk software legal baik dengan cara membayar maupun yang free... ( :D :D :D mampu ga' ya....)

ngapain harus menunggu 2012 bro epul? lebih baik dari sekarang, lebih cepat lebih baik :grin:
epul wrote: masalah korup ato tidak nya dikembalikan pada diri mereka... cuma setau saya di lingkungan pns (meski tidak semua pns) terdapat istilah waton mlaku ato apalah istilahnya, yaitu melakukan aktifitas sebagai pns sekedar melakukan kewajiban semata. kita lihat saja banyak program pemerintah yang tidak tepat sasaran hanya karena tidak mau dikatakan terima gaji buta. hal yang perlu digaris bawahi adalah etos kerja...
kasian loh kalo pns yang bener-bener mengabdi buat negara baca tulisan ini, yang tepat itu oknum ;)


User avatar
Epul
Contact:

Post 03 May 2010, 08:36

betul-betul... maksud ane oknum tak ganti aja ya...


User avatar
Epul
Contact:

Post 03 May 2010, 08:45

TaxTixTux wrote:
epul wrote: dengan penuh kerendahan hati, saya mulai dari diri saya. pada tahun 2012 saya targetkan migrasi penuh (tanpa dualboot, virtual box dan sejenisnya) pada produk software legal baik dengan cara membayar maupun yang free... ( :D :D :D mampu ga' ya....)

ngapain harus menunggu 2012 bro epul? lebih baik dari sekarang, lebih cepat lebih baik :grin:
waduh broo, q masih perlu banyak belajar grafis bro... ne menyangkut masa depan kantong...syukur bisa migrasi total sebelom target. doanya bro...

gini aja targetnya dimajuin jadi taon 2011 30desember...


User avatar
ninja
Contact:

Post 03 May 2010, 09:30

yaudah dikasih toleransi jadi taun 2010 tanggal 30 desember :D
itu harus total migrasinya kalo kelamaan nanti keburu tua :D


User avatar
wigfranz

Post 12 May 2010, 17:58

Ada satu lagi yg lucu... gini nih pertanyaan pelajaran TIK kelas 2 SD di Malang (mungkin jg di banyak tempat lain):
"Bagaimana cara mematikan komputer yg benar?"
Jawaban guru TIK:
"Klik Start, klik Shut down..., lalu klik Turn Off."
Saya komplain, "Pak, ini pelajaran TIK atau kursus MS Windows?" Dengan enteng dia jawab " Lha kan di buku panduan begitu caranya Pak!" Waadoohbh...???!!


User avatar
MasDjo
Contact:

Post 12 May 2010, 19:32

Memang masalahnya pada kurikulum TIK yg diajarkan "hanyalah" MS oriented masalah asli atau bajakan tidak pernah dipersoalkan, makanya jadinya adalah generasi yg apatis thd masalah legalitas, yang penting bisa menguasai materinya.

Dan masalah mahal atau tidaknya biaya yang dikeluarkan, saya kira itu relatif, tergantung "penasehat IT" nya benar2 tahu tidak tentang kebutuhan sistem yg digunakan sehingga bisa efisien dan tepat dalam memilih dan membeli sistem komputer yg sesuai dg kebutuhan.


User avatar
Epul
Contact:

Post 28 May 2010, 19:38

wigfranz wrote:Ada satu lagi yg lucu... gini nih pertanyaan pelajaran TIK kelas 2 SD di Malang (mungkin jg di banyak tempat lain):
"Bagaimana cara mematikan komputer yg benar?"
Jawaban guru TIK:
"Klik Start, klik Shut down..., lalu klik Turn Off."
Saya komplain, "Pak, ini pelajaran TIK atau kursus MS Windows?" Dengan enteng dia jawab " Lha kan di buku panduan begitu caranya Pak!" Waadoohbh...???!!
nah itu dia....

kalo q tak kasi jawaban yang paling masuk akal banget yang dapat digunakan untuk semua OS.


cabut aja kabelnya:laugh:
MasDjo wrote:Memang masalahnya pada kurikulum TIK yg diajarkan "hanyalah" MS oriented masalah asli atau bajakan tidak pernah dipersoalkan, makanya jadinya adalah generasi yg apatis thd masalah legalitas, yang penting bisa menguasai materinya.

Dan masalah mahal atau tidaknya biaya yang dikeluarkan, saya kira itu relatif, tergantung "penasehat IT" nya benar2 tahu tidak tentang kebutuhan sistem yg digunakan sehingga bisa efisien dan tepat dalam memilih dan membeli sistem komputer yg sesuai dg kebutuhan.
itulah kak, jadi "mereka" tidak betul-betul berfikir bahwa legalitas menyangkut tiga aspek: agama, hukum dan moral...


User avatar
zarkasichan
Contact:

Post 01 Jun 2010, 09:36

wah., saya merasa tersentuh nih..,karena begini - begini sebenarnya saya jadi guru di mata pelajaran TIK di sekolah kakek saya bro...
dengan kondisi yang ala kadarnya, saya berusaha mengajarkan pendidikan teknologi informasi dan telekomunikasi dengan kemampuan seadanya yang saya miliki...
hehehe..,gambaran kehidupan..


User avatar
Epul
Contact:

Post 01 Jun 2010, 22:55

MasDjo wrote:Dan masalah mahal atau tidaknya biaya yang dikeluarkan, saya kira itu relatif, tergantung "penasehat IT" nya benar2 tahu tidak tentang kebutuhan sistem yg digunakan sehingga bisa efisien dan tepat dalam memilih dan membeli sistem komputer yg sesuai dg kebutuhan.
dan karena relatif, maka kebutuhan terhadap pendidikan TIK juga relatif. siapa yang bisa membeli berarti bisa menggunakan. karena tidak bisa (mampu) membeli, berarti tidak bisa (boleh) menggunakan. jadi...
hemat saya perlu melakukan perubahan. lakukan 3m. mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang paling kecil
CMIIW


User avatar
deny26

Post 01 Jun 2010, 23:15

WoW.. bro Dvorak postingannya emang sarat akan makna, btw cocok direkomendasikan jadi penasehat forum ni? gimana Pak Lurah :grin:


User avatar
Epul
Contact:

Post 06 Nov 2010, 18:27

sundul biar pada ngeklik...


User avatar
siblek31

Post 07 Nov 2010, 02:46

Maaf setau saya kurikulum yang sekarang udah ndak spesifik lagi menyebut nama software (ex Ms Office/Potoshop,Corel dll) bahkan bisa dibilang (sangat) mengarah ke Open Source :D

Untuk Kurikulum bisa diliat di http://bse.telkomspeedy.com/SK-KD-TIK/
Untuk Buku TIK nya bisa didownload http://bse.telkomspeedy.com/e-buku/

CMIIW


User avatar
Epul
Contact:

Post 08 Nov 2010, 16:07

kenyataan di atas sesuai dengan ujian semester yang diberlakukan di kota saya. apa karena otonomi daerah ya???

masalahnya bukan pada kurikulumnya. akan tetapi penggunaan software secara legal.
Epul wrote: karena relatif, maka kebutuhan terhadap pendidikan TIK juga relatif. siapa yang bisa membeli berarti bisa menggunakan. karena tidak bisa (mampu) membeli, berarti tidak bisa (boleh) menggunakan.
kita sulit memisahkan ketergantungan mereka. seakan-akan mereka tidak mau tahu software yang digunakan ilegal...


User avatar
Epul
Contact:

Post 08 Nov 2010, 17:18

geazzy wrote:Maaf setau saya kurikulum yang sekarang udah ndak spesifik lagi menyebut nama software (ex Ms Office/Potoshop,Corel dll) bahkan bisa dibilang (sangat) mengarah ke Open Source :D

Untuk Kurikulum bisa diliat di http://bse.telkomspeedy.com/SK-KD-TIK/
Untuk Buku TIK nya bisa didownload http://bse.telkomspeedy.com/e-buku/

CMIIW
wow info bagus. tenks sharenya.
Buku pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk SMP/MTs berbasis FOSS (Free/Open Source Software) ini disusun berdasarkan kurikulum pendidikan nasional KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
ane baru melek sekarang... ini yang saya harapkan. cuma kenyataan di lapangan hasil jalan-jalan di lapangan cuma dapet kiblat microsoft orientet. hehe


Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 42 guests