Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft?

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
User avatar
iyok
Contact:

Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft?

Post 23 Apr 2012, 06:24

Mari kita bernostalgia sejenak, tepatnya pada tanggal 30 Juni 2004.

Ada apa ditanggal itu?

Gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) di deklarasikan tgl 30 juni 2004 dan ditandatangani oleh 5 menteri yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Besar harapan dan cita-cita bangsa ini untuk menjadi maju dan mandiri disegala bidang dan khususnya di bidang teknologi informatika telah diwujudkan disana. Deklarasi yang yang didukung oleh 5 kementerian diatas adalah bukti adanya dukungan pemerintah untuk memenuhi amanat UUD yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan sekedar membuat orang pintar, tapi cerdas.

Dukungan terhadap program-program Open Source yang menawarkan kebebasan, bebas dalam berkreasi, bebas dalam ber inovasi, dan bebas dalam memilih aplikasi, adalah suatu yang sungguh luar biasa menurut pandangan saya waktu itu.

Deklarasi itupun tidak sekedar tandatangan, pada perkembangan berikutnya didirikan IGOS center dan bahkan dibuat produk open source buatan dalam negeri yaitu linux IGOS Nusantara.

Pada tanggal 30 Maret 2009, lagi-lagi pemerintah menunjukkan dukungannya terhadap program IGOS ini. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software telah diterbitkan, yang ditujukan kepada Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Panglima TNI, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara dan Lembaga Lainnya, Para Gubernur, Bupati/Walikota, dan Direksi BUMN, yang isinya utamanya pada point ke 2 :

� Dalam rangka mempercepat penggunaan perangkat lunak legal di Indonesia, maka di WAJIBKAN kepada Instansi Pemerintah untuk menggunakan perangkat lunak Open Source, guna menghemat anggaran Pemerintah�

Sempurna! Tinggal pelaksanaan dilapangan dan sosialisasi ke masyarakat saja, maka IGOS akan sukses.

Benarkah begitu?

Tak disangka-sangka, pada Hari Pendidikan Nasional 2011 kemarin, Menteri Pendidikan Nasional saat itu Bpk. Muhammad Nuh, memberikan kado yang sangat pahit bagi generasi penerus bangsa ini dan khususnya bagi aktivis opensource yang telah berjuang sosialisasi opensource secara sukarela selama bertahun-tahun, yaitu MOU antara Kementerian Pendidikan Nasional dengan Microsoft.

Mari kita simak bersama, sesuatu yang saya pribadi menyebutnya tonggak kehancuran pendidikan bangsa ini (mungkin saya terlalu berlebihan, tapi kita lihat saja nanti)

�Ruang lingkup MoU antara Kemdiknas dan Microsoft Indonesia, antara lain dalam bidang peningkatan mutu pendidikan dan pencapaian reformasi layanan pendidikan yang bertumpu pada pengetahuan dan pemanfaatan TIK. Bentuk kerjasama yang dilakukan antara lain; Microsoft Partners in Learning (PIL), sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan metode pengajaran para guru, di bawah bendera program �Guru Inovatif� .Microsoft akan dapat memberikan bimbingan kepada para guru di sejumlah sekolah, yang akan dijadikan contoh sebagai institusi pendidikan dan tenaga pengajar yang siap menggunakan metode belajar-mengajar abad 21.�

Dalam hal ini sudah jelas, Microsoft membidik pengajaran program-program komersial mereka kepada guru. Guru lah yang akan jadi ujung tombak penyebaran software-software proprietary microsoft dengan cara mengajarkannya kepada anak didiknya kelak.

�MoU ini dapat digunakan sebagai sarana untuk membuka saluran komunikasi dan pertukaran informasi yang lebih luas di dunia pendidikan. Microsoft menyediakan layanan email secara cuma-cuma melalui program Microsoft Live@Edu yang memungkinkan baik pendidik (guru), tenaga kependidikan, dan peserta didik dapat berinteraksi dan berbagi informasi. �

Tidak cukup dengan guru, Microsoft juga membidik semua elemen dalam dunia pendidikan Indonesia dengan membentuk suatu komunitas untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi.

� dan point utama yang dibidik adalah :

�Berdasarkan data dari Kemdiknas, saat ini di Indonesia terdapat sebanyak sekitar 165.000 buah sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, dan sebanyak 4.500 buah universitas yang tersebar di seluruh di Indonesia. Total jumlah siswa di seluruh Indonesia mencapai 45 juta orang�

Sekian banyak ini mau memakai program-program Microsoft yang notabene berbayar semua???

Mendiknas bisa saja lupa kalo departemen nya dulu telah menandatangani deklarasi IGOS (memang terkesan kebangetan kalo sampai lupa) , tapi tentunya beliau bisa berhitung, berapa dana yang diperlukan untuk mewujudkan ambisi Microsoft itu!? Inikah solusi mencerdaskan kehidupan bangsa seperti amanat UUD 45?

Setelah MOU ditandatangani, efeknya langsung terasa.

Sistem Informasi Sekolah yang dikembangkan dan akan digunakan untuk seluruh sekolah di Indonesia, berbasis MS Windows. Silahkan lihat Sisfokol yang bernama Paket Aplikasi Sekolah (PAS) untuk SMP buatan Diknas ini. Semua elemen yang digunakan mulai server sampai ke workstation berbasis Windows.

Belum cukup puas? Pada awal tahun ajaran baru ini 2011-2012, Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah menerbitkan Buku Ajar Wajib , Pengetahuan Dasar Teknologi (TIK) untuk Sekolah RSBI/SBI Negeri dengan SELURUH materinya berdasarkan software proprietary Microsoft dan kawan-kawannya. (contohnya seperti gambar sampul buku diatas)

Contoh untuk Materi dalam Buku Ajar TIK Kelas VII dan VIII SMP SBI :

modul 8 : dasar-dasar internet �> IE 8
modul 9 : perangkat lunak pengolah grafis �> Corel draw X3
modul 10 : perangkat lunak pengolah animasi �> Macromedia Flash 8
modul 11 : perangkat lunak desain web �> MS frontpage

Bisa ditebak, seluruh materi dalam kurikulum TIK akan memakai software produksi Microsoft dan rekan-rekannya sebagai bahan pengajaran, ujian, dan praktek, dan kesemuanya itu adalah PROGRAM PROPRIETARY BERBAYAR!

Kali ini saya menilai Microsoft cukup tepat sasaran dengan menusuk langsung ke jantung pencetak generasi muda Indonesia, yaitu pendidikan formal. Dengan penggunaan program-program milik Microsoft untuk bahan ajar, maka tidak ada lagi kesempatan generasi muda Indonesia untuk mencoba dan merasakan �nikmat�nya kebebasan menggunakan program open source. Kedepan jika mereka lulus sekolah, maka mereka akan memiliki ketergantungan dengan software-software Microsoft dkk. Meskipun di kampus dikenalkan software open source, tidaklah mudah merubah kebiasaan mereka menggunakan software berbayar sejak mereka masih SD (12 tahun) .Belum lagi dari segi keuangan negara, dengan masih banyaknya warga yang kurang mampu, pemerintah, khususnya Diknas ingin menggunakan program closed source yang berbayar dan mahal? Dimana pertimbangan hati nuraninya?

Disaat negara lain ramai-ramai migrasi ke solusi opensource demi memerdekakan kebebasan teknologi bangsanya, Indonesia justru terpuruk dan menyerahkan diri kedalam bentuk penjajahan model baru, yaitu penjajahan teknologi dan kreatifitas.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan generasi bangsa ini?

�Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka� (Ar-Ra�d 11)

Sumber :http://teknologi.kompasiana.com/interne ... microsoft/


User avatar
chiki

Post 23 Apr 2012, 06:50

semua itu merupakan tantangan buat orang2 seperti kita ini :)


User avatar
SatriyaMujung

Post 23 Apr 2012, 07:31

ada gak ada pemerentah, kita tetep jalan teruusss!


User avatar
husnia
Contact:

Post 23 Apr 2012, 10:25

tanpa pemerentah pun kita tetep jalan terus. tapi yg bikin merasa eman kan itu duit bakal lari ke luar negri.
alangkah lebih baik seandainya pemerintah mengadakan proyek pelatihan aplikasi berbasis opensource dan menggunakan instruktur dari dalam negeri. jadi duitnya tetep muter di dalam negri.
masyarakat makin pinter n kekayaan negara gak berkurang.


User avatar
abu_unaisah

Post 23 Apr 2012, 10:29

tetep butuh pemerintah, tinggal kgenjar di edukasi aja


User avatar
IntegerManual
Contact:

Post 23 Apr 2012, 13:13

Nee... orang2 pintar itu semua yang nyusun, atau kelewat pintar sehinga mempintari orang lain -_-'


User avatar
iwantoyanto

Post 23 Apr 2012, 16:00

Bagi orang awam seperti saya yang baru belajar open source...terkadang ada dilema yang harus dipilih,apalagi selama ini kita sudah terbiasa di suguhi windows...untuk beralih ke open source memerlukan waktu..dan itu tidak sebentar...apa lagi yang kesannya open source itu sulit dll.kita nggak usah munafik begitu besar ketergantungan kita sama windows,hampir 80-90% pc di Indonesia menggunakan windows.Maju terus open source indonesia... :/


User avatar
masdana
Contact:

Post 23 Apr 2012, 16:01

haha salah besar tu mikrosof siap-siap kena bajak hehe :D
klo pemerintah kita emang niat mau mencerdaskan bangsa sebenarnya mudah buat aja iklan di TV isinya keunggulan pake opensource dijamin pasti penasaran yg belum pernah nyoba :grin:


User avatar
abu_unaisah

Post 23 Apr 2012, 16:03

iwantoyanto wrote:Bagi orang awam seperti saya yang baru belajar open source...terkadang ada dilema yang harus dipilih,apalagi selama ini kita sudah terbiasa di suguhi windows...untuk beralih ke open source memerlukan waktu..dan itu tidak sebentar...apa lagi yang kesannya open source itu sulit dll.kita nggak usah munafik begitu besar ketergantungan kita sama windows,hampir 80-90% pc di Indonesia menggunakan windows.Maju terus open source indonesia... :/
kapan pertama kali kenal W$? dan bagaimana jika saat itu juga diganti untuk mengenal Linux


User avatar
masdana
Contact:

Post 23 Apr 2012, 16:08

abu_unaisah wrote: kapan pertama kali kenal W$? dan bagaimana jika saat itu juga diganti untuk mengenal Linux
nah benar tu, dan menurut pengalaman cara ini yg ampuh :D


User avatar
abu_unaisah

Post 23 Apr 2012, 16:11

masdana wrote:
abu_unaisah wrote: kapan pertama kali kenal W$? dan bagaimana jika saat itu juga diganti untuk mengenal Linux
nah benar tu, dan menurut pengalaman cara ini yg ampuh :D
jadi tersipu #hehehe


User avatar
buzzing_bee
Contact:

Post 23 Apr 2012, 16:26

memang gak munafik, ada sebagian yang masih butuh M$

tapi sebaiknya ita tunjukkan saja:

kita memang MINORITAS, tapi kita BERKUALITAS :D


User avatar
belthsazar

Post 23 Apr 2012, 18:17

kalo cara Micosoft di atas memang saya gak setuju. beda kalo software propietary yang dikenalkan adalah freeware.
untuk ketergantungan terhadap Windows, saya pikir simpel aja sih. kalo emang industri masih banyak yang butuh pake Windows dan software propietary lain (mis Adobe Photoshop, Corel Draw, Adobe Flash, dll) dan susah buat cari kerja kalo gak menguasai software-software itu, silakan beli. kalo emang gak mau beli (atau gak mampu), silakan pakai yang Open Source (minimal freeware lah). temen saya di salah satu Univ terkenal di Surabaya malah disarankan untuk membajak itu software karena butuh.
CMIIW. just saying.


User avatar
enka
Contact:

Post 23 Apr 2012, 18:45

wah sama kyk ane nih, dulu pernah ada kuliah ttg SPSS. Pas mau ujian masa trialnya dah habis, mau gimana lg krn butuh jadinya bajak rame2,,,


User avatar
CDX

Post 23 Apr 2012, 19:59

belthsazar wrote: temen saya di salah satu Univ terkenal di Surabaya malah disarankan untuk membajak itu software karena butuh.
CMIIW. just saying.


kek group band.. semakin di bajak semakin ngetop..
sama kek microsoft semakin di bajak semakin akrablah masyarakat indonesia terhadap product microsoft, jadi pihak microsoft ga repot2 ngiklan dah di wakilin sama para pembajak....:grin:

mac os susah di bajak makanya kurang populer di indonesia

GNU+linux gratis tapi masyarakat indonesia kurang tertarik... kenapa ya..???


User avatar
nif
Been thanked: 1 time
Top poster of the Month

Post 23 Apr 2012, 20:06

CDX wrote:...
GNU+linux gratis tapi masyarakat indonesia kurang tertarik... kenapa ya..???
Kan banyak yang pake alasan 'sudah terlanjur terbiasa dengan Windows, susah kalo harus beralih ke sistem operasi lain..'
Ironisnya, kok kayaknya mudah aja beralih ketika yang disodorkan adalah Mac.. :(


User avatar
belthsazar

Post 23 Apr 2012, 21:33

CDX wrote: GNU+linux gratis tapi masyarakat indonesia kurang tertarik... kenapa ya..???
karena gak bisa dibajak. :grin: :grin: :grin:


User avatar
belthsazar

Post 23 Apr 2012, 21:37

nif wrote:
CDX wrote:...
GNU+linux gratis tapi masyarakat indonesia kurang tertarik... kenapa ya..???
Kan banyak yang pake alasan 'sudah terlanjur terbiasa dengan Windows, susah kalo harus beralih ke sistem operasi lain..'
Ironisnya, kok kayaknya mudah aja beralih ketika yang disodorkan adalah Mac.. :(


karena masyarakat indonesia gengsi gede2an. bela2i beli ipon padahal nyicil seumur hidup. :grin:

ada yang jauh lebih keren dan harga lebih murah, bahkan gratis tapi gak mau pake karena alesan "gak biasa", "gak familiar", "ribet".


User avatar
k1r4

Post 24 Apr 2012, 08:18

aku turut berduka cita atas kebijakan pemerintah tersebut.......... :cry:

walaupun masih anak SMK dan baru pake open source baru 2bln lebih dikit tapi aku berusaha memperkenalkan open source dikalangan teman" SMK di sekolahku yah.... baru sedikit yang mo pindah walaupun masih dual boot... :grin: tapi gpplah yang penting udah ada jalan untuk merubah dari dulu yang ketergantungan dengan software bajakan menjadi pengguna yang benar" free..... :)

sekarang aku mule belajar menggunakan open source dan mule meninggalan WIN karena aku sudah sadar bahwa yang gratis banyak kok masih pake yang bajakan... moon do'anya agar tatap setia memkai opn source kususnya ubuntu.............. :grin:


User avatar
pupil
Contact:

Post 24 Apr 2012, 08:41

Sudahlah, tak banyak manfaatnya meratapi nasib, atau mencari kambing hitam atas kejadian ini. Sekarang ini yang terbaik bagi Open Source adalah kita semua pengguna Open Source menunjukkan kepada mereka yang belum menggunakannya bahwa kita juga bisa berprestasi dan berbisnis dengan Open Source, memberikan tutorial semampu kita, dan melaporkan bugs apabila kita menglaminya. :)


User avatar
k1r4

Post 24 Apr 2012, 08:59

pupil wrote:Sudahlah, tak banyak manfaatnya meratapi nasib, atau mencari kambing hitam atas kejadian ini. Sekarang ini yang terbaik bagi Open Source adalah kita semua pengguna Open Source menunjukkan kepada mereka yang belum menggunakannya bahwa kita juga bisa berprestasi dan berbisnis dengan Open Source, memberikan tutorial semampu kita, dan melaporkan bugs apabila kita menglaminya. :)

setuju..... :D


User avatar
buzzing_bee
Contact:

Post 24 Apr 2012, 09:43

kalo menurutku pribadi sih , setuju dengan apa yang dikatakan Aa Gym:

Mulai dari diri sendiri
Mulai dari hal terkecil
Mulai dari saat ini


User avatar
rizaaal
Contact:

Post 24 Apr 2012, 10:26

kayaknya pemerintah udah gabisa di harapkan sama sekali untuk program open source ini.

terbukti di sekolah saya aja masih susah banget untuk mengalihkan aplikasi-aplikasi windows ke open source. lah wong kurikulumnya aja serba windows. guru-gurunya juga udah windows minded semua. gimana anak muridnya? :eek:


User avatar
kipotngepot

Post 24 Apr 2012, 11:00

Tantangan besar buat para warga yang kebetulan juga mengajar TIK di sekolah, termasuk saya: seberapa konsis kita memperkenalkan & menggunakan Open Source sebagai materi ajar?


User avatar
belthsazar

Post 24 Apr 2012, 11:34

rizaaal wrote:kayaknya pemerintah udah gabisa di harapkan sama sekali untuk program open source ini.

terbukti di sekolah saya aja masih susah banget untuk mengalihkan aplikasi-aplikasi windows ke open source. lah wong kurikulumnya aja serba windows. guru-gurunya juga udah windows minded semua. gimana anak muridnya? :eek:


yah.. namanya juga pemerentah.. cuma bisa bohongi rakyat. tapi kalo rakyatnya bisa bergerak, pemerentah gak akan bisa ngapa2in. jadi, daripada nyalahin pemerentah, mending kita aja yang mulai bergerak sendiri walaupun masti swadaya dwadana dan swakarsa.


User avatar
SatriyaMujung

Post 24 Apr 2012, 13:38

kipotngepot wrote:Tantangan besar buat para warga yang kebetulan juga mengajar TIK di sekolah, termasuk saya: seberapa konsis kita memperkenalkan & menggunakan Open Source sebagai materi ajar?

bisa dicritain nda' mas, seberapa jauh program IGOS udah menyentuh kurikulum sekolah^ ?

-s&m-


User avatar
masdana
Contact:

Post 24 Apr 2012, 13:40

rizaaal wrote:kayaknya pemerintah udah gabisa di harapkan sama sekali untuk program open source ini.

terbukti di sekolah saya aja masih susah banget untuk mengalihkan aplikasi-aplikasi windows ke open source. lah wong kurikulumnya aja serba windows. guru-gurunya juga udah windows minded semua. gimana anak muridnya? :eek:
nah ini yg menurut saya akar masalahnya selama kurikulum itu belum berubah ya ada tuntutan (terpaksa) mengajarkan ke siswa, Apalagi klo ada lomba LKS miris lihatnya mereka menang dn terkenal dgn software bajakan :grin:


User avatar
linuxers_cilik

Post 24 Apr 2012, 21:41

belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu

kalo kecilnya dh begini bagaimana besarnya

dibuku cetak it saya tutor yg ada ms office, winamp, dll. yg lain hanya pengenalan
waktu sd ada itu cara make Oo.org draw


User avatar
edhek007
Contact:

Post 25 Apr 2012, 07:36

kebetulan aku masih sekolah. di sekolahku hanya ada 3 orang yang memakai kernel Linux. distro-nya juga lain-lain: Ubuntu, Bactrack, dan Slackware. Kami bertiga sering bertukar informasi soal Linux.
Pihak sekolah ternyata mendukung kami. malah kami jadi "tim keamanan" untuk lalulintas data di sekolah, karena server sekolah sering direntas (menggunakan Windows Server 2008).

Berita yang menggembirakan, sekolahku membeli server baru yang berbasis Linux (Debian klo gak salah). kami memberi sedikit dasar tentang penggunaan command line kepada guru TIK. Beliau berkata, "Klo gini kan bisa ngirit Anggaran Sekolah, untung kok ada kamu."

Aku pikir, kabupatenku linux juga berkembang, meski tidak muncul ke permukaan.


User avatar
kipotngepot

Post 26 Apr 2012, 14:09

satriyamujung wrote: bisa dicritain nda' mas, seberapa jauh program IGOS udah menyentuh kurikulum sekolah^ ?

-s&m-
Secara teori emang udah menyentuh kang. Tuntutan kurikulum sekolah adalah mengajarkan aplikasi pengolah kata & pengolah angka. Kelonggaran itulah yang saya pake buat ngajar LibreOffice, sementara guru lain ngajar MS Office 2003. Sayangnya Office-nya juga bajakan :cry:
Droping buku paket yang diterima sekolah juga berisi materi Opensource (pake OpenOffice 3.x). Ini yang bikin saya jadi tambah semangat. Ada pengkondisian buat mempelajari Opensource di sekolah :D
Tinggal kembali pada gurunya, mau gak mempelajari dan mengajarkan Opensource di sekolah....


User avatar
SatriyaMujung

Post 26 Apr 2012, 15:41

kipotngepot wrote:Secara teori emang udah menyentuh kang. Tuntutan kurikulum sekolah adalah mengajarkan aplikasi pengolah kata & pengolah angka. Kelonggaran itulah yang saya pake buat ngajar LibreOffice, sementara guru lain ngajar MS Office 2003. Sayangnya Office-nya juga bajakan :cry:
Droping buku paket yang diterima sekolah juga berisi materi Opensource (pake OpenOffice 3.x). Ini yang bikin saya jadi tambah semangat. Ada pengkondisian buat mempelajari Opensource di sekolah :D
Tinggal kembali pada gurunya, mau gak mempelajari dan mengajarkan Opensource di sekolah....


oya? wah, ternyata masih longgar banget. jadi ada dua bahan ajar ya, artinya sekolahnya nda' saklek pada MS saja. saya salut dah, nda' banyak guru seperti sampeyan. :grin:

apa ada buku paket opensource versi pdf-nya? ato link buat dunlutnya?
buat belajar bareng anak^ kampung. soalnya saya ni lagi nyari^ bahan buat pegangan mereka. anak^ saya kasih Libreoffice tapi biar tidak terlalu mencurigakan karena di lingkungan saya opensource masih sangat asing, saya beri juga MS Office 2003 2007 (ampun mas, itu juga bajakan :grin: )

-s&m-


User avatar
abu_unaisah

Post 26 Apr 2012, 15:44

keknya dulu ada yg buat ebook tentang openoffice


User avatar
kipotngepot

Post 27 Apr 2012, 13:37

satriya_mujung wrote:
apa ada buku paket opensource versi pdf-nya? ato link buat dunlutnya?
buat belajar bareng anak^ kampung. soalnya saya ni lagi nyari^ bahan buat pegangan mereka. anak^ saya kasih Libreoffice tapi biar tidak terlalu mencurigakan karena di lingkungan saya opensource masih sangat asing, saya beri juga MS Office 2003 2007 (ampun mas, itu juga bajakan :grin: )

-s&m-
Ada masbro. Link di bawah ini berisi BSE Opensource, pake OpenOffice 2.3. Saya sendiri bikin tutorial sederhana buat siswa. Materinya LibreOfice Writer & Calc level paling dasar :D

Tutorialnya bebas diedit sesuai kebutuhan & bebas untuk disebarluaskan sejauh mungkin :D

http://www.4shared.com/zip/elWa_8t7/LibreOffice.html


User avatar
SatriyaMujung

Post 27 Apr 2012, 14:28

kipotngepot wrote:Ada masbro. Link di bawah ini berisi BSE Opensource, pake OpenOffice 2.3. Saya sendiri bikin tutorial sederhana buat siswa. Materinya LibreOfice Writer & Calc level paling dasar :D

Tutorialnya bebas diedit sesuai kebutuhan & bebas untuk disebarluaskan sejauh mungkin :D

http://www.4shared.com/zip/elWa_8t7/LibreOffice.html


tenk yu so mach mazberow... menyerbu tekape!

-s&m-


User avatar
nhk01

Post 28 Jun 2012, 14:58

EMANG PENTING ???
EMANG MASALAH BUAT LO ....


User avatar
iyang
Contact:

Post 28 Jun 2012, 15:09

Lah kok pake huruf besar semua sih trus ngomongnya ga enak gini ck...ck...ck...ck...
nhk01 wrote:EMANG PENTING ???
Sangat penting ini menyangkut masalah mental bangsa
nhk01 wrote:EMANG MASALAH BUAT LO ....
sangat msalah karena secara tidak langsung murid2 di legalkan untuk menggunakan produk bajakan karena untuk membeli lisensi microsoft office sangatlah mahal, jangankan beli lisensi wong komputer ajah ngutang (pengalaman saya pribadi buat komputer dirumah ngutang selama 1 tahun)


User avatar
FauzanNatty

Post 28 Jun 2012, 15:15

nhk01 wrote:EMANG PENTING ???
EMANG MASALAH BUAT LO ....
Kok kasar?


User avatar
CDX

Post 28 Jun 2012, 15:20

nhk01 wrote:EMANG PENTING ???
EMANG MASALAH BUAT LO ....


ga penting dan ga masalah sih... justru yang bermasalah huruf dan isi tulisan LO


User avatar
semut
Contact:

Post 28 Jun 2012, 15:46

Yah... kalau di Dunia pendidikan masih terlalu idealis gitu sich..
pernah dulu aku di suatu instansi sekolah.
disana saya tanyakan
"knapa kog pakai foto editor yg propietery bukan yg free, kan yg free ada misalnya GIMP"
"soalnya mau pake GIMP wong saya juga blm familiar mas"
jawab salah seorang guru

jiahahaha.... emang butuh kesadaran dr setiap personal ttg arti suatu legalitas dan pemberdayaan opensource

(padahal di materi TIK jg di ajarkan ttg HAKI dan UU ITE)
jd pengen ketawa pas denger jawaban itu, mereka ajarkan hukum, tp jg ajarkan pelanggarannya :hammer


User avatar
ALWI7666

Post 29 Jun 2012, 00:34

Maaf hanya sekedar nambahin dikit biar lebih asyik...
Beberapa teman saya juga bilang susah pake linux,aplikasinya aneh2,tampilan jadul,nyontek jendela,dll sbgnya...
Saya sarankan Hybryde Evolution dibilang susah...
Rubah tampilan mirip jendela masih tetap aneh...
Apa seh kurangnya linux..? Siapa yang aneh..?
Maksain diri bergelut dengan virus,tiap minggu laporan masalah trus,nyari program kerepotan,beradu nasib dengan swiping OS/SW sampe takut OL di hotspot2 cafe,updaternya dimatikan takutnya layar jadi hitam,akun mudah di retas,aplikasi error krn ga ada netpremwoknya segala,emangnya enak..?
Mereka maunya apa ya...?
Apa susahnya seh kalo belajar linux yang lebih mewah,lengkap dan gratis...? Sama saja belajar kan..?


User avatar
husnia
Contact:

Post 29 Jun 2012, 02:38

ALWI7666 wrote:Maaf hanya sekedar nambahin dikit biar lebih asyik...
Beberapa teman saya juga bilang susah pake linux,aplikasinya aneh2,tampilan jadul,nyontek jendela,dll sbgnya...
Saya sarankan Hybryde Evolution dibilang susah...
Rubah tampilan mirip jendela masih tetap aneh...
Apa seh kurangnya linux..? Siapa yang aneh..?
Maksain diri bergelut dengan virus,tiap minggu laporan masalah trus,nyari program kerepotan,beradu nasib dengan swiping OS/SW sampe takut OL di hotspot2 cafe,updaternya dimatikan takutnya layar jadi hitam,akun mudah di retas,aplikasi error krn ga ada netpremwoknya segala,emangnya enak..?
Mereka maunya apa ya...?
Apa susahnya seh kalo belajar linux yang lebih mewah,lengkap dan gratis...? Sama saja belajar kan..?


kutip: nyontek jendela

kayaknya windo7 deh yg nyontek KDE :grin: CMIIW

----

Soal pendidikan ini bukan mlulu soal jendela. tapi juga aplikasi2 close source.
ini strategi dagang pihak close source.
-menggratiskan aplikasi versi pendidikan, sementara versi premium dikenai biaya--yg sy tau terutama program CAD
yah.. seperti strategi dagang antivirus lah..

jadi waktu masih sekolah kita emang dimanja dengan software2 closesource, jd setelah lulus/masuk dunia kerja jd terbiasa menggunakan software tsb.


User avatar
ninja
Contact:

Post 29 Jun 2012, 09:55

masalahnya di birokrasi masbro :) tau sendiri kan birokrasi itu njelimet... meskipun 5 kementrian + surat edaran tentang penggunaan opnesource dikalangan instansi pemerentah sudah digaungkan ya tetep susah buat dijalankan dilapangan. kenapa susah?
jawabannya Diplomasi dari pihak USA ketika presidennya dateng ke Indonesia itu presiden RI indonesia menandatangani pembelian 5000 lisensi OS Windows (kalo gak salah inget segitu angkanya).
semakin sulit ketika ada beberapa orang yang sangat bersemangat dengan IGOS tapi terbentur oleh oknum-oknum yang menekan (biasanya yang menekan ini levelnya lebih tinggi) jadi ya langsung keder deh.
makanya untuk sebagian orang yang gak mau terkena imbas "dosa" tersebut langsung cabut dari institusi pemerintah (kayak kang onno w purbo).
gak usah terpaku sama pemerentah, yang penting sekarang kita yang udah pada tau tetep semangat dengan gerakan Opensource, minimal buat diri kita sendiri aja dulu.


User avatar
masdana
Contact:

Post 29 Jun 2012, 11:01

ninja wrote: minimal buat diri kita sendiri aja dulu.
Setuju sama bro ninja di mulai dari lingkup yang kecil dulu :D


User avatar
FauzanNatty

Post 29 Jun 2012, 21:38

mulai dari lingkungan sekitar
hajar sampai ke kampung sebelah
hajar lagi sampai ke kota
hajar terus sampai ke kota-kota lain
Ancurin tuh Windows di negeri kita!


User avatar
tukang_ojek

Post 02 Jul 2012, 22:23

setuju dgb bri ninja ... yg ptg kemauan utk blajar


User avatar
Linuxer11

Post 02 Jul 2012, 23:18

dari awal tahu kompter--kuliah semua aplikasi yg saya pakai belajar selalu dari microsoft dan berbayar...
tapi dengan usaha2 yg saya ketahui dari FUI, http://www.garudaone.com, dsb.
SANGAT JELAS, tinggal nunggu waktu. seluruh aspek di indonesia akan 100% pakai yg GRATIS


User avatar
buzzing_bee
Contact:

Post 02 Jul 2012, 23:31

Linuxer11 wrote:dari awal tahu kompter--kuliah semua aplikasi yg saya pakai belajar selalu dari microsoft dan berbayar...
tapi dengan usaha2 yg saya ketahui dari FUI, http://www.garudaone.com, dsb.
SANGAT JELAS, tinggal nunggu waktu. seluruh aspek di indonesia akan 100% pakai yg GRATIS


bukan gratis om, sebaiknya sih jadi LEGAL, dan kalau bisa jadi OPENSOURCE, biar anak2 Indonesia pada belajar. :D


User avatar
nif
Been thanked: 1 time
Top poster of the Month

Post 04 Jul 2012, 08:32

amree wrote: ...
Soal pendidikan ini bukan mlulu soal jendela. tapi juga aplikasi2 close source.
ini strategi dagang pihak close source.
-menggratiskan aplikasi versi pendidikan, sementara versi premium dikenai biaya--yg sy tau terutama program CAD
yah.. seperti strategi dagang antivirus lah..

jadi waktu masih sekolah kita emang dimanja dengan software2 closesource, jd setelah lulus/masuk dunia kerja jd terbiasa menggunakan software tsb.
IMHO, masa terberat dalam menghindari produk bajakan justru pada masa belajar. Pada masa bekerja lebih mudah, karena jika kita butuh software berbayar, kita bisa membelinya dengan menyisihkan dari pendapatan yang kita dapat. Jadi meskipun memang agak menyebalkan, saya justru lebih senang dengan cara dagang yang disebutkan kak amree di atas.
Sayangnya, tidak semua software menggunakan cara itu. Banyak yang memilih menerbitkan 'student edition'. Lebih murah, tetapi tetap tidak gratis dan susah didapatkan di Indonesia. :(


Mengenai pendidikan dalam cengkeraman Microsoft dkk.
Saya tidak anti software berbayar, termasuk Microsoft. Saya rasa apa yang mereka lakukan masih 'agak lumayan fair' : mereka bekerja membuat software, lalu menjual hasil pekerjaannya itu. Wajar kan? Buy it or leave it.
Yang jadi pertanyaan adalah mengapa dunia pendidikan kita begitu tergantung pada software2 tsb tanpa memperdulikan legalitasnya.
Pada akhirnya inilah yang menjadi masalah bagi sebagian orang, yang di satu sisi 'diharuskan' menggunakan software berbayar di institusi pendidikannya, tapi di sisi lain tak bisa membohongi diri bahwa menurutnya pembajakan adalah salah.
Kembali pada diri kita sendiri untuk memilihnya.


CMIIW


User avatar
kuro_kid
Contact:

Post 04 Jul 2012, 10:18

syang ane nga bisa ikut ngebangun generasi muda yg open source, coba ane ngajar d lembaga pndidikan

ane cm ngajar prktek d univer yg smua komp lab nya menggunakan linux semua, tp ttep aj pra mhasiswanya nga da yg mw mke linux wlapun pas prktek sudah di pksa menggunakan linux

pdahal mahasiswa TI, pi lepi2 mreka cm d pke bwt maen game, jd prcuma ane gembor2in opensource ma mreka...

cita2 jd guru nga ksampean :)


User avatar
blackshirt
Contact:

Post 04 Jul 2012, 12:41

kuro_kid wrote:syang ane nga bisa ikut ngebangun generasi muda yg open source, coba ane ngajar d lembaga pndidikan

ane cm ngajar prktek d univer yg smua komp lab nya menggunakan linux semua, tp ttep aj pra mhasiswanya nga da yg mw mke linux wlapun pas prktek sudah di pksa menggunakan linux

pdahal mahasiswa TI, pi lepi2 mreka cm d pke bwt maen game, jd prcuma ane gembor2in opensource ma mreka...

cita2 jd guru nga ksampean :)

mahasiswa apaan tuh :D :D :D :D :D :D :D


User avatar
pure
Contact:

Post 04 Jul 2012, 13:03

blackshirt wrote: mahasiswa apaan tuh :D :D :D :D :D :D :D
MAHASISWA INDONESIA RAYA


User avatar
SatriyaMujung

Post 04 Jul 2012, 13:48

pure wrote:
blackshirt wrote: mahasiswa apaan tuh :D :D :D :D :D :D :D
MAHASISWA INDONESIA RAYA

bukan. itu mahasiswa negeri antah berantah sana. mahasiswa indonesia baik^ kok. :grin:


User avatar
tukang_ojek

Post 05 Jul 2012, 10:46

kuro_kid wrote: pdahal mahasiswa TI, pi lepi2 mreka cm d pke bwt maen game, jd prcuma ane gembor2in opensource ma mreka...
itulah realita yg ada, dari smp ampe mahasiwa rata2 lepi cuma wat maen gem, ceting ma fb, :((


User avatar
pure
Contact:

Post 05 Jul 2012, 13:03

zeroyuei wrote:
kuro_kid wrote: pdahal mahasiswa TI, pi lepi2 mreka cm d pke bwt maen game, jd prcuma ane gembor2in opensource ma mreka...
itulah realita yg ada, dari smp ampe mahasiwa rata2 lepi cuma wat maen gem, ceting ma fb, :((
satu lagi buat nonton film ma nyolong bandwith :grin: :cry: ;)


User avatar
nif
Been thanked: 1 time
Top poster of the Month

Post 05 Jul 2012, 17:17

Enggak semuanya kok seperti itu. :smile:

Saya yakin masih banyak yang lainnya, yang tidak mudah menyerah pada keadaan. Yang tetap berusaha memegang teguh pendiriannya walau dalam keterbatasan.


User avatar
kuro_kid
Contact:

Post 05 Jul 2012, 21:31

nif wrote:Enggak semuanya kok seperti itu. :smile:

Saya yakin masih banyak yang lainnya, yang tidak mudah menyerah pada keadaan. Yang tetap berusaha memegang teguh pendiriannya walau dalam keterbatasan.
iye gan smoga di tempat2 laen nga sesuram anak2 d kmpus ane :)


User avatar
nif
Been thanked: 1 time
Top poster of the Month

Post 06 Jul 2012, 20:46

kuro_kid wrote:...

iye gan smoga di tempat2 laen nga sesuram anak2 d kmpus ane :)
semoga di kampus kak kuro_kid juga bisa lebih cerah. :D


User avatar
xz4n
Contact:

Post 08 Jul 2012, 09:37

sejak dari kecil anak-anak indo sudah "dicekoki" produk mikocok,dimana2 toko pc di indo kalo beli pc pasti tertanam window disana
dan kurikulum2 yg diajarkan di sekolah
sejak gue kelas 1 smp - 1 sma sekarang belum pernah diajarkan sekalipun tentang os berbasis linux.
padahal
linux gratis : cocok untuk ekonomi indonesia (gak bakal deh pembajakan,lha wong bebas)
linux bebas : sesuai dengan sifat orang indonesia yang inovatif dan suka modifikasi/oprejt


User avatar
singwong
Contact:

Post 11 Jul 2012, 20:14

iyok wrote:Mari kita bernostalgia sejenak, tepatnya pada tanggal 30 Juni 2004.

Ada apa ditanggal itu?

Gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) di deklarasikan tgl 30 juni 2004 dan ditandatangani oleh 5 menteri yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Besar harapan dan cita-cita bangsa ini untuk menjadi maju dan mandiri disegala bidang dan khususnya di bidang teknologi informatika telah diwujudkan disana. Deklarasi yang yang didukung oleh 5 kementerian diatas adalah bukti adanya dukungan pemerintah untuk memenuhi amanat UUD yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan sekedar membuat orang pintar, tapi cerdas.

Dukungan terhadap program-program Open Source yang menawarkan kebebasan, bebas dalam berkreasi, bebas dalam ber inovasi, dan bebas dalam memilih aplikasi, adalah suatu yang sungguh luar biasa menurut pandangan saya waktu itu.

Deklarasi itupun tidak sekedar tandatangan, pada perkembangan berikutnya didirikan IGOS center dan bahkan dibuat produk open source buatan dalam negeri yaitu linux IGOS Nusantara.

Pada tanggal 30 Maret 2009, lagi-lagi pemerintah menunjukkan dukungannya terhadap program IGOS ini. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software telah diterbitkan, yang ditujukan kepada Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Panglima TNI, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara dan Lembaga Lainnya, Para Gubernur, Bupati/Walikota, dan Direksi BUMN, yang isinya utamanya pada point ke 2 :

� Dalam rangka mempercepat penggunaan perangkat lunak legal di Indonesia, maka di WAJIBKAN kepada Instansi Pemerintah untuk menggunakan perangkat lunak Open Source, guna menghemat anggaran Pemerintah�

Sempurna! Tinggal pelaksanaan dilapangan dan sosialisasi ke masyarakat saja, maka IGOS akan sukses.

Benarkah begitu?

Tak disangka-sangka, pada Hari Pendidikan Nasional 2011 kemarin, Menteri Pendidikan Nasional saat itu Bpk. Muhammad Nuh, memberikan kado yang sangat pahit bagi generasi penerus bangsa ini dan khususnya bagi aktivis opensource yang telah berjuang sosialisasi opensource secara sukarela selama bertahun-tahun, yaitu MOU antara Kementerian Pendidikan Nasional dengan Microsoft.

Mari kita simak bersama, sesuatu yang saya pribadi menyebutnya tonggak kehancuran pendidikan bangsa ini (mungkin saya terlalu berlebihan, tapi kita lihat saja nanti)

�Ruang lingkup MoU antara Kemdiknas dan Microsoft Indonesia, antara lain dalam bidang peningkatan mutu pendidikan dan pencapaian reformasi layanan pendidikan yang bertumpu pada pengetahuan dan pemanfaatan TIK. Bentuk kerjasama yang dilakukan antara lain; Microsoft Partners in Learning (PIL), sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan metode pengajaran para guru, di bawah bendera program �Guru Inovatif� .Microsoft akan dapat memberikan bimbingan kepada para guru di sejumlah sekolah, yang akan dijadikan contoh sebagai institusi pendidikan dan tenaga pengajar yang siap menggunakan metode belajar-mengajar abad 21.�

Dalam hal ini sudah jelas, Microsoft membidik pengajaran program-program komersial mereka kepada guru. Guru lah yang akan jadi ujung tombak penyebaran software-software proprietary microsoft dengan cara mengajarkannya kepada anak didiknya kelak.

�MoU ini dapat digunakan sebagai sarana untuk membuka saluran komunikasi dan pertukaran informasi yang lebih luas di dunia pendidikan. Microsoft menyediakan layanan email secara cuma-cuma melalui program Microsoft Live@Edu yang memungkinkan baik pendidik (guru), tenaga kependidikan, dan peserta didik dapat berinteraksi dan berbagi informasi. �

Tidak cukup dengan guru, Microsoft juga membidik semua elemen dalam dunia pendidikan Indonesia dengan membentuk suatu komunitas untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi.

� dan point utama yang dibidik adalah :

�Berdasarkan data dari Kemdiknas, saat ini di Indonesia terdapat sebanyak sekitar 165.000 buah sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, dan sebanyak 4.500 buah universitas yang tersebar di seluruh di Indonesia. Total jumlah siswa di seluruh Indonesia mencapai 45 juta orang�

Sekian banyak ini mau memakai program-program Microsoft yang notabene berbayar semua???

Mendiknas bisa saja lupa kalo departemen nya dulu telah menandatangani deklarasi IGOS (memang terkesan kebangetan kalo sampai lupa) , tapi tentunya beliau bisa berhitung, berapa dana yang diperlukan untuk mewujudkan ambisi Microsoft itu!? Inikah solusi mencerdaskan kehidupan bangsa seperti amanat UUD 45?

Setelah MOU ditandatangani, efeknya langsung terasa.

Sistem Informasi Sekolah yang dikembangkan dan akan digunakan untuk seluruh sekolah di Indonesia, berbasis MS Windows. Silahkan lihat Sisfokol yang bernama Paket Aplikasi Sekolah (PAS) untuk SMP buatan Diknas ini. Semua elemen yang digunakan mulai server sampai ke workstation berbasis Windows.

Belum cukup puas? Pada awal tahun ajaran baru ini 2011-2012, Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah menerbitkan Buku Ajar Wajib , Pengetahuan Dasar Teknologi (TIK) untuk Sekolah RSBI/SBI Negeri dengan SELURUH materinya berdasarkan software proprietary Microsoft dan kawan-kawannya. (contohnya seperti gambar sampul buku diatas)

Contoh untuk Materi dalam Buku Ajar TIK Kelas VII dan VIII SMP SBI :

modul 8 : dasar-dasar internet �> IE 8
modul 9 : perangkat lunak pengolah grafis �> Corel draw X3
modul 10 : perangkat lunak pengolah animasi �> Macromedia Flash 8
modul 11 : perangkat lunak desain web �> MS frontpage

Bisa ditebak, seluruh materi dalam kurikulum TIK akan memakai software produksi Microsoft dan rekan-rekannya sebagai bahan pengajaran, ujian, dan praktek, dan kesemuanya itu adalah PROGRAM PROPRIETARY BERBAYAR!

Kali ini saya menilai Microsoft cukup tepat sasaran dengan menusuk langsung ke jantung pencetak generasi muda Indonesia, yaitu pendidikan formal. Dengan penggunaan program-program milik Microsoft untuk bahan ajar, maka tidak ada lagi kesempatan generasi muda Indonesia untuk mencoba dan merasakan �nikmat�nya kebebasan menggunakan program open source. Kedepan jika mereka lulus sekolah, maka mereka akan memiliki ketergantungan dengan software-software Microsoft dkk. Meskipun di kampus dikenalkan software open source, tidaklah mudah merubah kebiasaan mereka menggunakan software berbayar sejak mereka masih SD (12 tahun) .Belum lagi dari segi keuangan negara, dengan masih banyaknya warga yang kurang mampu, pemerintah, khususnya Diknas ingin menggunakan program closed source yang berbayar dan mahal? Dimana pertimbangan hati nuraninya?

Disaat negara lain ramai-ramai migrasi ke solusi opensource demi memerdekakan kebebasan teknologi bangsanya, Indonesia justru terpuruk dan menyerahkan diri kedalam bentuk penjajahan model baru, yaitu penjajahan teknologi dan kreatifitas.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan generasi bangsa ini?

�Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka� (Ar-Ra�d 11)

Sumber :http://teknologi.kompasiana.com/interne ... microsoft/
thanks atas infonya ya gan


Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 47 guests