[ASK] LOAD BALANCING SERVER

Diskusi tentang Ubuntu Server baik webserver, database server, samba server dan service lainnya serta jaringan menggunakan Sistem Operasi Ubuntu.
Post Reply
User avatar
mus_theleader

[ASK] LOAD BALANCING SERVER

Post 03 Feb 2013, 13:45

Saya punya topologi jaringan secara sederhana adalah sebagai berikut..

Image

rencana saya kedua server linux ini akan diinstall web server dan database server untuk server pemilihan berbasis sistem klik. kenapa dua server ? karena saya takut apabila dengan satu server saja akan mengalami down seketika. pertanyaan saya bagaimana caranya meload balancing kedua server ini agar sistem berjalan lancar dan database di kedua server tersebut dapat tersinkronisasi. pada sisi load balancernya apakah sebaiknya menggunakan linux atau mikrotik?. apabila menggunakan linux paket apa yang dapat digunakan ?.

TERIMA KASIH :)


User avatar
q_p
Contact:

Post 03 Feb 2013, 18:02

Di forum sebelah saya pernah baca yang seperti ini mas
mus_theleader wrote:pada sisi load balancernya apakah sebaiknya menggunakan Linux atau mikrotik?
Menggunakan linux saja mas, jadi full open-source. Tugas utama dari router ini adalah selalu melakukan cecking pada server1 (atau server2) yang aktif, jika down maka akan dialihkan ke server2 (atau server1)
mus_theleader wrote:apabila menggunakan linux paket apa yang dapat digunakan ?
Prinsipnya pada server1 dan server2 saling melakukan mirroring untuk sinkronisasi.


User avatar
sipelaut
Contact:

Post 03 Feb 2013, 20:44

itu server 1 sama 2 jadi sejajar client yaa


User avatar
budi11
Contact:

Post 03 Feb 2013, 23:21

mus_theleader wrote:Saya punya topologi jaringan secara sederhana adalah sebagai berikut..

Image

rencana saya kedua server linux ini akan diinstall web server dan database server untuk server pemilihan berbasis sistem klik. kenapa dua server ? karena saya takut apabila dengan satu server saja akan mengalami down seketika. pertanyaan saya bagaimana caranya meload balancing kedua server ini agar sistem berjalan lancar dan database di kedua server tersebut dapat tersinkronisasi. pada sisi load balancernya apakah sebaiknya menggunakan linux atau mikrotik?. apabila menggunakan linux paket apa yang dapat digunakan ?.

TERIMA KASIH :)
Pakai Linux Ubuntu aja sebagai load balancer
Untuk Load Balancing pakai ipvsadm
http://restama.com/ebook/load-balancing ... di-ubuntu/

Sedangkan Untuk Fail Over bisa pakai
DRBD dan Heartbeat.

Database MySQL tetap di satu tempat saja


User avatar
yudiarbi
Contact:

Post 06 Feb 2013, 00:08

sebentar2, ini dua layanan dipecah ke dua pc server, dimana yg mengatur lalu lintas satu server utama.berarti load balancing di sini di sisi server utama ada dua ip publik?dr topologi yg aq baca, server utama meroutingkan request dari user sesuai layanan yg mau dipakai
saran full open source aj/linux, dari situ bisa bermain2 iptables


User avatar
budi11
Contact:

Post 10 Feb 2013, 02:50

yudiarbi wrote:sebentar2, ini dua layanan dipecah ke dua pc server, dimana yg mengatur lalu lintas satu server utama.berarti load balancing di sini di sisi server utama ada dua ip publik?dr topologi yg aq baca, server utama meroutingkan request dari user sesuai layanan yg mau dipakai
saran full open source aj/linux, dari situ bisa bermain2 iptables
Kita pilih opsi IPVSADM nya dengan NAT jadi yang dibutuhkan satu ip publik diload balancer saja. Yang IP server 1 dan server 2 menggunakan IP Lokal


User avatar
jail

Post 12 Feb 2013, 18:09

--------


User avatar
sr_aja

Post 14 Feb 2013, 10:04

jail wrote:@budi;
bagaimana agar server satu dengan server yg kedua mempunyai content yag sama persis?
karena secara logical dan fisikal mesin nya sudah berbeda.

misal nya terjadi hal2 yg tidak di inginkan;

server 1 sedang di akses dan ada user "jail" yg sedang input data ke dalam data base dan kebetulan udah di "commit", entah apa sebabnya, tiba2 server 1 crash

kemudian dengan metode yg pak budi paparkan, server 2 UP untuk menggantikan fungsi server 1.

pertanyaanya adalah, apakah user "jail" bisa menemukan data inputan teakhirnya pada server 2 ?

jika user "jail" adalah sysadmin, sudah barang tentu tidak akan menjadi masalah serius. namun bagaimana jika user "jail" adalah sang programmer yg tidak tau persis topology/system kerja "load balancing" ini,..
sudah barang tentu si user "jail" akan menganggkat telpon dan segera memencet nomer extention si sysadmin, yg intinya menanyakan nasib "data" yg sudah di "commit" tersebut :D

dan sepertinya masalah tidak akan sampai di sini, jika sejatinya si sysadmin menyarankan untuk melakukan input ulanga...
okelah user"jail" akan menerima, dan melakukan input kembali sembari si sysadin melakukan perbaikan pada server 1, nahh setelah beribu2 record di iput oleh use "jail" tibalah saatnya server 1 pulih kembali, dan sudah barang tentu semua akan kembali pada kondisi semula, dimana server 1 adalah primary dan server 2 dalah secondary...
dan tibalah saat nya user "jail" melihat hasil inputan nya..
hah.. kok berubah lagi?? mana record data gw terakhir..??

kemana dan pada siapa si "jail" musti mengadu??

[salam hangat penuh perdamaian]
jika dalam kasus database, saya memilih metode memisahkan antara database server dengan aplication server.
untuk backup server database, bisa menggunakan metode mirroring atau replicate, hanya saya harus di tangani oleh tenaga ahli di bidang database (DBA = Data Base Administrator) sehingga tidak ada redudansi data., kalau ngak salah dalam database mempunyai metode pembagian beban juga, di mana ada beberapa mesin data base (model Raid 0 gitu),

saya melihat metode yg pak budi tawarkan adalah jika server A mati, maka server B akan menggantikan nya.

jika kasusnya hanya ingin membagi beban, saya memilih metode membatasi bandwit yg akan di aksess oleh user, dengan mengimplementasiakan firewall pada sisi frond end.

bila ingin mencapai "HA" sebaiknya selain public ip, lokasi penempatan server juga menentukan. untuk metodenya tentu setiap sysadmin akan mempunyai style yg berbeda2 ;)


User avatar
mus_theleader

Post 16 Feb 2013, 14:03

[solved]
untuk load balancing saya menggunakan linux dengan paket Haproxy sedangkan database saya pisahkan pada server sendiri. sehingga untuk urusan database pada web server1 dan web server2 saya arahkan ke server database.


Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 102 guests