Kenapa KDE Tidak Terlalu Direkomendasikan?

Semua mengenai lingkungan desktop Ubuntu.
User avatar
luxm4n
Contact:

Kenapa KDE Tidak Terlalu Direkomendasikan?

Post 30 Dec 2012, 13:50

Hallo,

Tak disangka susah juga nentuin judul yg pas :D

Intinya KDE VS Gnome !!

User menginginkan GUI banget di Linux, dan saya rasa KDE lebih memahaminya, karena saya sering ketia menggunakan Gnome salah satu konfigurasi yg hendak saya lakukan masih berbasis CLI, sedangkan di KDE sudah berbasis GUI. Dan KDE lebih sedap di mata :D

Lalu soal spesifikasi, kenapa KDE masih dianggap berat? padahal spesifikasi laptop/komputer saat ini sangat support windows 7 dan artinya KDE pasti lebih ringan dong ya :D

Tidak melulu merekomendasikan Gnome ke User baru :D

Saran saya, ketika promosi Linux ke user baru yg tidak tau sama skali tentang Linux, maka yg harus dijadikan opsi (pilihan) kepada dia jangan hanya distro saja,, misalnya kamu rekomendasikan ke dia Ubuntu dengan berkata "Distro yg bagus ya Ubuntu",,

Dan apalagi Ubuntu sekarang ini menggunakan Unity yg bahkan user Geek dan mahir pun sedikit atau bahkan sangat direpotkan dengan Unity.

Jadi, sebaiknya tunjukkan ke dia tentang KDE dan Gnome, apa saja kelebihan dan kekurangannya, tentu saja dengan melihat spesifikasi laptop/pc target :D

Saya tau Gnome sangat banyak digunakan karena Gnome itu ringan dari KDE, dan distro-distro termasuk Ubuntu menggunakan Gnome (Dan kemudian Ubuntu membuat shell nya sendiri yg dinamakan Unity), itu karena agar Ubuntu bisa digunakan dari spek pc rendah hingga high end :D

"KDE Tidak Disukai Karena Terlihat Seperti Windows"

Ini pasti karena konsep Taskbar (Panel) yg diletakkan di bawah dan Launcher nya yg mirip Start Menu Windows,,, tapi jujur saya bilang, KDE lebih customized (dengan muudah) dibandingkan Windows.

yang saya quote diatas adalah biasanya alasan bagi orang-orang pencinta linux (fanboy) yg sangat anti dengan windows, dan berfikiran kalo pakai KDE ya tidak ada bedanya dengan windows, mending Gnome aja yg beda dengan Windows konsep desktopnya.

Tapi semua itu ditepis oleh Linux Mint, bahkan Linux Mint MATE, Cinnamon pun yg berbasis Gnome masih menggunakan konsep ala windows, dan terbukti Linux Mint jadi juara 1 di DistroWatch :D


Bahkan saya suka tarik ke atas, ke samping kiri dan kanan panel (Taskbar) KDE saya menyesuaikan keinginan hati saya :D

Saya pikir, user baru akan terus bertambah jika melihat dan merasakan KDE dan bukannya Gnome yg bahkan bapak Linus Torvalds saya tidak suka.

Soal DE memang pilihan masing-masing orang, dan bersifat relatif, namun saya rasa ada baiknya tunjukkan kalo distro linux bukan cuma ubuntu dengan Unitynya, melainkan Ubuntu dengan berbagai macam DE, kan bisa multi DE, tinggal install trus pas login piliha DE nya, ya rekomendasikan Linux Mint KDE atau Kubuntu juga boleh :D, yg penting masih satu garis keturunan.

Saya pribadi setelah menggunakan hampir semua DE yg ada, lebih menjatuhkan pilihan ke KDE, karena spek lappy yg ada terasa sia-sia jika menggunakan Gnome yg terlalu sederhana :D

Note: Hanya unek-unek :D


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 30 Dec 2012, 16:00

Siapa bilang tidak terlalu direkomendasikan? Saya merekomendasikannya bahkan membuat satu posting khusus tentangnya ;) Dan dulu saya pernah menulis tulisan ringkas mengenai KDE beserta banyak skrinsot.

http://linuxdreambox.wordpress.com/2012 ... now-linux/

http://ubuntu-indonesia.com/forums/ubbt ... yang_Indah

Saya seide dengan Anda pada beberapa sisi masalah KDE. Namun saya tentu tidak setuju kalau kita meninggalkan KDE hanya karena mirip Windows. Justru inilah senjata saya agar orang awam yang bertemu saya melihat, oh indahnya. Ternyata ada desktop macam ini di dunia :)

Terima kasih untuk trid akang ini. Saya senang sekali :D


User avatar
Fio
Contact:

Post 30 Dec 2012, 16:27

sore mas,

pertama saya liat trit ini langsung tertarik.
saya masih sangat baru di keluarga linux.
belum ada 1 minggu saya pake linux.


kmarin waktu saya pengen pake linux,
pertama saya tanya temen,
dia malah rekomendasi pake KDE.
karena saya benar2 awam.
cuma beberapa hari saja pake KDE, karena kata temen ane tampilan dan caranya mirip win. jadi saya belajar dari situ.

trus saya pake Xfce skarang.
masih di tahap cari interface yg lumayan.
mungkin besok ke Gnome. mungkin gak hehe.

jadi hubungannya dengan trit TS, tidak terlalu direkomendasikan? liat sikon.
saya sangat berterimakasih dengan KDE telah membimbing saya kemarin :D


User avatar
caisar
Contact:

Post 30 Dec 2012, 16:29

Setiap Desktop Environment dibuat dengan alasan masing-masing dan mempunyai kelebihan serta kekurangan masing-masing. Gnome memang lebih banyak dipakai karena mungkin sebagian besar pemakainya menganggapnya lebih ringan daripada Desktop Environment lainnnya. Namun di sisi lain KDE juga mempunyai antar muka yang boleh dibilang lebih 'wah' dari Desktop Environment lainnya. Yang terpenting tujuannya sama, yaitu menjadikan Linux menjadi Desktop OS yang mudah dipakai semua orang :)


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 30 Dec 2012, 17:21

@fio: baru saya ketemu di kanal, eh di trid ini ketemu lagi :) Saya sangat suka menemukan orang-orang yang bersemangat juang ;)

@ladiesman: ya, dan sangat perlu adanya rekomendasi dari kang luxman atau yang semisal dengan beliau, agar user awam tidak usah bingung-bingung pilih DE. Benar pendapat kang luxman, kalau hardware zaman sekarang kita tahu sendiri kondisinya jos-jos gini, ngapain takut pakai KDE? Malah karena power-nya itu ayok kita ngajak user sebanyak-banyaknya pakai KDE :)

Biar pengguna Windows mau menggunakan Linux :D


User avatar
pamz

Post 30 Dec 2012, 17:32

ane juga se paham sama akang luxm4n kalo teman teman saya pengen instal distro linux saya selalu menyaranklan pilih du DE sebelum distro, soalnya kalo distro kan gmna sang pemakai, dia ke perluaannya apa ,
hampir semua DE saya pernah coba tapi yag paling ane tertari sih ke lxde -> gnome clasic -> kde plasma
gmna sikon hati sih kalo saya pilih DE


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 30 Dec 2012, 17:51

Ada yang hilang. Mana skrinsotnya? Ayo, ayo, kang luxman! Kasih skrinsot KDE akang ke sini. Yang banyak, ya?

:)


User avatar
chiki

Post 30 Dec 2012, 18:06

windows 8 = kde + gnome shell

:grin:
that's why..

-------------------------------------------

trit nya bagus mas :) inspiring banget
dan nilai lebih kde ya dukungan aplikasinya..saya suka choqok, calligra, dan pastinya kopete..


User avatar
Shofyan

Post 30 Dec 2012, 18:10

Pecinta Unity dan Cinnamon pada ke mana ni :grin:


User avatar
luxm4n
Contact:

Post 30 Dec 2012, 18:18

Malsasa wrote:Siapa bilang tidak terlalu direkomendasikan? Saya merekomendasikannya bahkan membuat satu posting khusus tentangnya ;) Dan dulu saya pernah menulis tulisan ringkas mengenai KDE beserta banyak skrinsot.

http://linuxdreambox.wordpress.com/2012 ... now-linux/

http://ubuntu-indonesia.com/forums/ubbt ... yang_Indah

Saya seide dengan Anda pada beberapa sisi masalah KDE. Namun saya tentu tidak setuju kalau kita meninggalkan KDE hanya karena mirip Windows. Justru inilah senjata saya agar orang awam yang bertemu saya melihat, oh indahnya. Ternyata ada desktop macam ini di dunia :)

Terima kasih untuk trid akang ini. Saya senang sekali :D


Mantaf kang :D

saya sudah posting di awal-awal, susah juga nentuin judul yg pas, jadi yg sebenarnya mungkin "Relatif" tergantung si recommendernya lebih suka Gnome atau KDE, nah bagi recommender yg baik, tentu diwawancara singkat dulu orang yg tertarik dengan linux itu gimana, spek pc/laptopnya gimana, lebih suka ke'WOW'an tampilan atau lebih suka simple atau klasik (karna ane sering ketemu orang yg pc/laptop nya spek tinggi tapi masih suka tampilan klasik)

anggapan linux dominan CLI mungkin bisa dibantahkan oleh KDE ya kang :D
Fio wrote:sore mas,

pertama saya liat trit ini langsung tertarik.
saya masih sangat baru di keluarga linux.
belum ada 1 minggu saya pake linux.


kmarin waktu saya pengen pake linux,
pertama saya tanya temen,
dia malah rekomendasi pake KDE.
karena saya benar2 awam.
cuma beberapa hari saja pake KDE, karena kata temen ane tampilan dan caranya mirip win. jadi saya belajar dari situ.

trus saya pake Xfce skarang.
masih di tahap cari interface yg lumayan.
mungkin besok ke Gnome. mungkin gak hehe.

jadi hubungannya dengan trit TS, tidak terlalu direkomendasikan? liat sikon.
saya sangat berterimakasih dengan KDE telah membimbing saya kemarin :D


Selamat berburu DE gan :D

memang gak akan pernah bisa kita nentuin sesuatu kalo gak dijajal sendiri, dirasakan pakai perasaan sendiri,, karena penilaian itu bersifat relatif, toh linux flexibel, mau pake DE apa aja juga bisa, bahkan Ubuntu yg pakai Gnome plus Unity Shell pun bisa pakai KDE, Xfce, LXDE, dll, nah inilah yg menjadikan Linux itu spesial, karena kita bebas memilih lingkungan kerja kita mau seperti apa :D
ladiesman wrote:Setiap Desktop Environment dibuat dengan alasan masing-masing dan mempunyai kelebihan serta kekurangan masing-masing. Gnome memang lebih banyak dipakai karena mungkin sebagian besar pemakainya menganggapnya lebih ringan daripada Desktop Environment lainnnya. Namun di sisi lain KDE juga mempunyai antar muka yang boleh dibilang lebih 'wah' dari Desktop Environment lainnya. Yang terpenting tujuannya sama, yaitu menjadikan Linux menjadi Desktop OS yang mudah dipakai semua orang :)


Sip setuju bro :D

Berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan :)
Malsasa wrote:@fio: baru saya ketemu di kanal, eh di trid ini ketemu lagi :) Saya sangat suka menemukan orang-orang yang bersemangat juang ;)

@ladiesman: ya, dan sangat perlu adanya rekomendasi dari kang luxman atau yang semisal dengan beliau, agar user awam tidak usah bingung-bingung pilih DE. Benar pendapat kang luxman, kalau hardware zaman sekarang kita tahu sendiri kondisinya jos-jos gini, ngapain takut pakai KDE? Malah karena power-nya itu ayok kita ngajak user sebanyak-banyaknya pakai KDE :)

Biar pengguna Windows mau menggunakan Linux :D


Soalnya kang, mitos di teknologi juga gak kalah tahan lama dibandingkan mitos di dunia nyata,,, mitos KDE berat, linux susah, dll itu termasuk mitos jadul yg skarang udah gak berlaku lagi :D
pamz wrote:ane juga se paham sama akang luxm4n kalo teman teman saya pengen instal distro linux saya selalu menyaranklan pilih du DE sebelum distro, soalnya kalo distro kan gmna sang pemakai, dia ke perluaannya apa ,
hampir semua DE saya pernah coba tapi yag paling ane tertari sih ke lxde -> gnome clasic -> kde plasma
gmna sikon hati sih kalo saya pilih DE


Sip bro, memang kalo DE nya kita sudah familiar, maka distro apa aja tinggal penyesuaian sedikit demi sedikit, misal package managernya, seperti misalnya fedora dengan yum, openSUSE dengan zypper, debian dengan apt-get, dll

Nah kalo DE sudah punya pilihan kan enak :D


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 30 Dec 2012, 20:25

Balasan yang sangat kuat, Kang. Barangkali judul yang pas adalah "Kenapa KDE Tidak Terlalu Diminati?".

Saya tidak tertarik membahas 'DE itu relatif penggunanya, bebas-bebas sajalah menentukan pilihan'. Saya tertariknya KDEEDU yang dimiliki oleh KDE (ehem, apa DE lain sudah ada yang punya ginian?) itu diproposalkan ke Kementerian Pendidikan kita biar jadi kurikulum. Minimal-lah, dijadikan bantuan ajar di sekolah-sekolah kita secara mandiri oleh guru.

Paling minimal, ada orang kita yang mempelajarinya dulu secara lengkap lalu membuat training dalam bentuk tutorial/lokakarya. Hehe.

Bagi saya, KDE itu harta karun. Lha kalau KDE saja harta karun, gimana kalau ditambah dengan DE lainnya? Tentunya lebih dahsyat ;)


User avatar
geek_linux
Contact:

Post 30 Dec 2012, 20:45

KDE memang begitu indah dan cantik, tapi saya masih lebih suka dengan menggunakan gnome ketimbang KDE, alasan saya memilih gnome karena masih ringan ke timbang dengan KDE walaupun ada desktop yang lainnya yang lebih ringan dari KDE seperti XFCE,

lagian pas ubuntu saya pertama coba langsung menggunakan gnome, jadi sampai sekarang lebih menyarankan menggunakan gnome aja


User avatar
Fio
Contact:

Post 30 Dec 2012, 21:17

@Malsasa
hehehe..
kayaknya ane jadi penghuni baru disini, jadi bakal ketemu dimana2 kita
jangan kapok :p

@luxm4n
bijak!
super sekali!
setuju dah.. selera ada di individu masing2.
"menurut 1 orang bagus, belum tentu bagi yg lain juga bagus" kata temen ane dsni yg ajarin linux


User avatar
caisar
Contact:

Post 30 Dec 2012, 22:12

@all Mungkin perlu dibuat thread / post tersedndiri yang membahas Desktop Environment untuk Ubuntu, sekalian tips + triknya, sebagai bahan referensi saja. Atau memang sudah ada? Hehe...jarang 'menjelajahi' forum ini, btw salam kenal semuanya.


User avatar
belthsazar

Post 30 Dec 2012, 22:41

ikutan curcol ah..
pertama pake Ubuntu rilis Maverick yang sampe sekarang tetep jadi rilis favorit karena boot cepet, stabil, dan masih banyak lagi. pertama Linux, langsung disodori Gnome (bukan lagi GNOME) karena Mavie kan pake Gnome. trus pertama coba KDE itu jaman Natty (yang buggy). maksa instal Kubuntu Natty yang dari basisnya sendiri (Ubuntu Natty-nya) sudah buggy, ditambah KDE yang waktu itu juga buggy, malah jadi runyam. kapok pake KDE trus inul nyoba Linux Mint yang full codec jadi Julia (Mavie Forever!). setelah Onnie rilis, saya instal Gnome Shell karena tampilannya asik (menurut saya yang bosen dengan Unity dan KDE). setelah beberapa saat meninggalkan Unity dam KDE, di Precise kembali pakai Unity krena banyak fitur baru yang asik. lagian banyak hal di Unity yang saya tidak temukan di Gnome Shell, terutama untuk Network Manager (tidak ada tombol 'disconnect'). mulai menjauh dari Gnome Shell karena bosen, coba instal KDE di Precise. ternyata tambah asik, walaupun theme dan wallpaper defaultnya --jujur saja, menurut saya-- membosankan. tapi di KDE lah saya menemukan setting proxy global (di Unity tidak ketemu, apalagi di Gnome Shell). saya sangat membutuhkan setting proxy global ini karena kampus saya mengaplikasikan proxy untuk koneksi wi-fi. dan Puji Tuhan sejauh ini tidak ada masalah berarti. terima kasih untuk developer KDE.
jadi sekarang urutan dekstop environment favorit saya adalah #1 KDE, #2 Unity, walau terasa berat (masuk desktopnya lamaaaaaa) kalo sudah agak lama pake Gnome Shell. #3 Gnome Shell karena tidak adanya tombol-tombol yang saya butuhkan, tidak ada setting proxy global.


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 30 Dec 2012, 23:04

Saya suka KDE salah satunya karena berfungsinya tombol WIN saya untuk buka menu, suatu fitur yang saya nantikan sekian lama.


User avatar
nif
Been thanked: 1 time

Post 31 Dec 2012, 07:38

KDE bagus kok; begitu juga DE yang lain.
Kalo menurut saya sih, mengapa banyak yang merekomendasikan 'Ubuntu' saja (bukan Kubuntu, Xubuntu, Lubuntu, dkk) itu cuma supaya user baru tidak bingung :grin:

cmiiw


User avatar
luxm4n
Contact:

Post 31 Dec 2012, 08:20

Malsasa wrote:Balasan yang sangat kuat, Kang. Barangkali judul yang pas adalah "Kenapa KDE Tidak Terlalu Diminati?".

Saya tidak tertarik membahas 'DE itu relatif penggunanya, bebas-bebas sajalah menentukan pilihan'. Saya tertariknya KDEEDU yang dimiliki oleh KDE (ehem, apa DE lain sudah ada yang punya ginian?) itu diproposalkan ke Kementerian Pendidikan kita biar jadi kurikulum. Minimal-lah, dijadikan bantuan ajar di sekolah-sekolah kita secara mandiri oleh guru.

Paling minimal, ada orang kita yang mempelajarinya dulu secara lengkap lalu membuat training dalam bentuk tutorial/lokakarya. Hehe.

Bagi saya, KDE itu harta karun. Lha kalau KDE saja harta karun, gimana kalau ditambah dengan DE lainnya? Tentunya lebih dahsyat ;)


Siip,,,

Oh ya ngomong-ngomong soal pendidikan, bahkan di SMK-SMK pun Linux masih semacam paksaan, coz temen saya yg sekolah di SMK sangat dipaksa gurunya untuk install Linux, malah saking kejamnya, seluruh isi harddisk harus diformat dan diinstall Linux Ubuntu saja, tapi ya ujung-ujungnya mereka install win os lagi, menurut ku itu cara yg tidak tepat :D

Tapi aneh nya, di kurikulum TIK di sekolah, Linux bahkan jarang disebutkan ketika ada BAB tentang Operating System :(

Ngomong-ngomong DE, DE hanya sebuah kebiasaan, orang sulit menggunakan Linux juga karena perbedaan DE, windows dengan DE nya lalu berubah ke DE ala linux jadinya sedikit beda dengan kebiasaan, karena kalo kita sudah terbiasa, biasanya tanpa membaca menu, tanpa melihat ini itu sudah otomatis klik klik sana sini dalam menggunakan OS apa pun, path menu-menu nya sudah disave di alam bawah sadar mungkin :D
geek_linux wrote:KDE memang begitu indah dan cantik, tapi saya masih lebih suka dengan menggunakan gnome ketimbang KDE, alasan saya memilih gnome karena masih ringan ke timbang dengan KDE walaupun ada desktop yang lainnya yang lebih ringan dari KDE seperti XFCE,

lagian pas ubuntu saya pertama coba langsung menggunakan gnome, jadi sampai sekarang lebih menyarankan menggunakan gnome aja


Nah itu dia yg saya maksud, "Pilih DE sesuaikan dengan spesifikasi", kalo berat ya pakai DE yg lebih ringan, bahkan PC dengan RAM 512MB ke bawah pun bisa menggunakan Linux dengan performa yg hampir sama dengan RAM 1GB hanya karena DE, gak ada tuh istilah Komputer tidak bisa digunakan karena berat dalam dunia perlinuxan, hehe,,,
belthsazar wrote:ikutan curcol ah..
pertama pake Ubuntu rilis Maverick yang sampe sekarang tetep jadi rilis favorit karena boot cepet, stabil, dan masih banyak lagi. pertama Linux, langsung disodori Gnome (bukan lagi GNOME) karena Mavie kan pake Gnome. trus pertama coba KDE itu jaman Natty (yang buggy). maksa instal Kubuntu Natty yang dari basisnya sendiri (Ubuntu Natty-nya) sudah buggy, ditambah KDE yang waktu itu juga buggy, malah jadi runyam. kapok pake KDE trus inul nyoba Linux Mint yang full codec jadi Julia (Mavie Forever!). setelah Onnie rilis, saya instal Gnome Shell karena tampilannya asik (menurut saya yang bosen dengan Unity dan KDE). setelah beberapa saat meninggalkan Unity dam KDE, di Precise kembali pakai Unity krena banyak fitur baru yang asik. lagian banyak hal di Unity yang saya tidak temukan di Gnome Shell, terutama untuk Network Manager (tidak ada tombol 'disconnect'). mulai menjauh dari Gnome Shell karena bosen, coba instal KDE di Precise. ternyata tambah asik, walaupun theme dan wallpaper defaultnya --jujur saja, menurut saya-- membosankan. tapi di KDE lah saya menemukan setting proxy global (di Unity tidak ketemu, apalagi di Gnome Shell). saya sangat membutuhkan setting proxy global ini karena kampus saya mengaplikasikan proxy untuk koneksi wi-fi. dan Puji Tuhan sejauh ini tidak ada masalah berarti. terima kasih untuk developer KDE.
jadi sekarang urutan dekstop environment favorit saya adalah #1 KDE, #2 Unity, walau terasa berat (masuk desktopnya lamaaaaaa) kalo sudah agak lama pake Gnome Shell. #3 Gnome Shell karena tidak adanya tombol-tombol yang saya butuhkan, tidak ada setting proxy global.


Versi LTS memang sangat-sangat stabil, apalagi jika sudah lama rilis ya katakanlah 1 tahuh ke atas, kalo LTS baru rilis ya kadang kurang stabil, makanya LTS-LTS yg telah lalu itu menurut saya stabil banget systemnya (Asalkan setelah instal langsung update system)

Nah kasus yg saya maksud mungkin sama seperti yg anda alami, di Gnome tidak ada settingan versi GUI (tapi saya yakin bisa disetting via CLI) tapi di KDE bisa setting via GUI dengan nyaman,,,

Untuk berat atau tidaknya KDE menurut saya relatif :)
Malsasa wrote:Saya suka KDE salah satunya karena berfungsinya tombol WIN saya untuk buka menu, suatu fitur yang saya nantikan sekian lama.


KDE 4.9 nya Linux Mint 14 gak bisa buka menu (KickOf Application Launcher) pakai WinKey :D, harus disetting dulu kah?
nif wrote:KDE bagus kok; begitu juga DE yang lain.
Kalo menurut saya sih, mengapa banyak yang merekomendasikan 'Ubuntu' saja (bukan Kubuntu, Xubuntu, Lubuntu, dkk) itu cuma supaya user baru tidak bingung :grin:

cmiiw


Semua bagus lah, hehe,,,

Kalo disuruh pilih distro turunan Ubuntu dengan DE KDE, saya lebih memilih Linux Mint KDE daripada Kubuntu :D


User avatar
belthsazar

Post 31 Dec 2012, 08:57

gak pernah merasa cocok dengan mint. dari sisi developernya juga. mint banyak dicerca karena memaksa user untuk pakai search engine Yahoo dibanding Google yang lebih powerful. saya instal Julia pun cuma sebatas di FD 2GB sebagai portable OS (buat dicolok ke laptop temen waktu bikin tugas) karena adanya codec multimedia. dibanding mint, saya lebih milih selingkuh sama Fedora, atau windos sekalian. wkwkw..


User avatar
luxm4n
Contact:

Post 31 Dec 2012, 10:57

belthsazar wrote:gak pernah merasa cocok dengan mint. dari sisi developernya juga. mint banyak dicerca karena memaksa user untuk pakai search engine Yahoo dibanding Google yang lebih powerful. saya instal Julia pun cuma sebatas di FD 2GB sebagai portable OS (buat dicolok ke laptop temen waktu bikin tugas) karena adanya codec multimedia. dibanding mint, saya lebih milih selingkuh sama Fedora, atau windos sekalian. wkwkw..


Wew, gak boleh gitu gan :D

Hey, ini open source :D

Kalo gak suka tinggal ganti :D

http://www.technipages.com/firefox-chan ... vider.html

http://support.google.com/websearch/bin ... setta&rd=1

Easy :D


User avatar
belthsazar

Post 31 Dec 2012, 11:21

nopr. gak suka tetep gak suka. teraerah apa kata dunia. :v


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 31 Dec 2012, 13:51

Biarkan dong, orang tidak suka satu bagian dari open source ya karena pilihan dia :)


User avatar
luxm4n
Contact:

Post 31 Dec 2012, 14:56

belthsazar wrote:nopr. gak suka tetep gak suka. teraerah apa kata dunia. :v


gak suka nya tragis, seperti anti gitu, hahaha :peace
Malsasa wrote:Biarkan dong, orang tidak suka satu bagian dari open source ya karena pilihan dia :)


Yupz, open source adalah pilihan :D


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 31 Dec 2012, 15:43

Kang, mana skrinsot KDE akang? Saya menanti, nih :)


User avatar
luxm4n
Contact:

Post 01 Jan 2013, 02:45

Malsasa wrote:Kang, mana skrinsot KDE akang? Saya menanti, nih :)


Image

masih standard :D


User avatar
nif
Been thanked: 1 time

Post 01 Jan 2013, 07:51

belthsazar wrote:... mint banyak dicerca karena memaksa user untuk pakai search engine Yahoo dibanding Google yang lebih powerful...
maklum lah om, kan Yahoo salah satu donatur pengembangan Linux Mint :laugh:
cmiiw
Malsasa wrote:Saya suka KDE salah satunya karena berfungsinya tombol WIN saya untuk buka menu, suatu fitur yang saya nantikan sekian lama.
Di Xfce saya malah winkey kiri untuk buka appfinder, winkey kanan untuk buka terminal :grin:


User avatar
husnia
Contact:

Post 01 Jan 2013, 09:57

tergantung spek kompinya lah...

saya sebenernya suka tampilan KDE.
cuma sayangnya kalo ubuntu dipakein baju KDE laptopnya saya jd cepet panas. :p

jd bertahan dulu pake LXDE :D


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 01 Jan 2013, 10:32

http://blog.fastncheap.com/akhirnya-mem ... in-di-kde/

Bagus tuh kang, kalau memang XFCE bisa gitu. Itu yang kami, imigran Windows, butuhkan :)

Ah, setuju! Karena semua pengembangan pasti juga butuh dana. Pakai Yahoo ya sangatlah wajar menurut saya untuk developer Mint. Selain mengerjakan ini itu, mereka pasti butuh dana untuk melanjutkannya selain dari donasi kita :D Saya sendiri belum pernah menyumbang.


User avatar
geek_linux
Contact:

Post 01 Jan 2013, 10:55

tergantung selera masing-masing, klo suka pkai gnome ya pkai gnome, suka dengan tampilan XFCE ya pkai XFCE, klo saya masih cinta sama gnome nya nih :D


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 01 Jan 2013, 11:00

Saya simpulkan, kalau kebanyakan jawaban adalah "tergantung selera masing-masing", maka:

sedikit sekali orang yang selera dengan KDE

berdasarkan pertanyaan asli trid ini.


User avatar
andraexs
Contact:

Post 01 Jan 2013, 11:09

KDE masalahnya relatif simple bro.. yang dibutuhin sama pengguna linux kebanyakan kan yang stabil dan modern..


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 01 Jan 2013, 12:25

Tidak selalu kok, Kang. Di sini banyak yang pakai LXDE meski tidak terlalu modern, tetapi ringan.

;)


User avatar
luxm4n
Contact:

Post 01 Jan 2013, 19:28

husnia wrote:tergantung spek kompinya lah...

saya sebenernya suka tampilan KDE.
cuma sayangnya kalo ubuntu dipakein baju KDE laptopnya saya jd cepet panas. :p

jd bertahan dulu pake LXDE :D


yupz betul gan, kadang selera dikalahkan spek kompi :D
Malsasa wrote:http://blog.fastncheap.com/akhirnya-mem ... in-di-kde/

Bagus tuh kang, kalau memang XFCE bisa gitu. Itu yang kami, imigran Windows, butuhkan :)

Ah, setuju! Karena semua pengembangan pasti juga butuh dana. Pakai Yahoo ya sangatlah wajar menurut saya untuk developer Mint. Selain mengerjakan ini itu, mereka pasti butuh dana untuk melanjutkannya selain dari donasi kita :D Saya sendiri belum pernah menyumbang.


Yupz, saya sudah pakai ksuperkey dan bisa launch kde menu dengan win key

ah dukungan terhadap suatu project tidak cuma dana kok, pikiran, do'a, iklan (promosi), saling membantu sesama pengguna juga termasuk cara kita untuk mendukung suatu project open source
Malsasa wrote:Saya simpulkan, kalau kebanyakan jawaban adalah "tergantung selera masing-masing", maka:

sedikit sekali orang yang selera dengan KDE

berdasarkan pertanyaan asli trid ini.


Saya malah menangkap kesimpulannya gini:

KDE kurang diminati karena terbentur masalah spesifikasi, dan rata-rata jawab KDE bagus, cuman sayang kalo pake KDE berat, kalo pake kde panas, dll


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 01 Jan 2013, 20:54

Mantap, Kang. Anda menjawab respon dengan elegan, tidak pakai emosi. Ya gini mestinya TS :)


User avatar
andraexs
Contact:

Post 01 Jan 2013, 22:08

jos.. ane masih newbie pake ubuntu gan.. wkwk. dulu pake linux mint mate tapi g puas kinerjanya akhirnya pake ubuntu 12.04 deh


User avatar
Malsasa
Contact:

Post 01 Jan 2013, 22:25

Lho, lha apa hubungan dengan KDE, Kang? ;)


User avatar
luxm4n
Contact:

Post 02 Jan 2013, 03:37

Malsasa wrote:Mantap, Kang. Anda menjawab respon dengan elegan, tidak pakai emosi. Ya gini mestinya TS :)


Ane belajar jadi orang yg lebih dewasa aja gan,,, gak cuma karna jadi TS :D

Di Open Source banyak banget pilihan dan banyak banget perbedaan, tapi kalo semua itu dihiasi dengan fanatisme (fanboy), maka pecahlah open source

open source seperti indonesia yg memiliki beragam budaya dan bangsa, dan walau berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan :D

nah begitu juga di open source, kalo misalnya pake KDE, terus ada yg bilang KDE berat, gak bagus ya jangan emosi :D

atau ada yg bilang ogah pake distro A mending distro B, ya gak usah tersinggung distro yg kita pakai diledekin gitu, gkgkgk,,,

hanya soal pilihan saja, karena free is beatiful,,, cari yg tercantik dan terindah menurut kita sendiri, karena beauty itu relatif :D

Jangan karena perbedaan DE, perbedaan Distro menjadikan kita saling caci maki, saling hina, nanti sama seperti perang antar suku :D, kan kernel nya sama2 Linux, dan kita pake gratisan :D


User avatar
andraexs
Contact:

Post 02 Jan 2013, 03:45

hubungannya jawabannya kurang tepat . . bro luxm4n kan dah ahli makanya jawabannya manteb.hoho


User avatar
luxm4n
Contact:

Post 02 Jan 2013, 05:40

andraexs wrote:hubungannya jawabannya kurang tepat . . bro luxm4n kan dah ahli makanya jawabannya manteb.hoho


Saya newbie gan, pake linux pun bisanya baru dari ubuntu 12.04, karena diversi dibawah itu sangat tidak ramah dan tidak kompetibel (dengan katalain tidak tercover)

karena forum ini dan kegigihan googling insya allah lancar pake linux, kalo nekat custom system nya kalo slaah ya pusing dan inul jalan pintas, gkgkgk,, dulu install ulang dalam sehari udah gak kehitung lagi :D

Learning by Doing

Curcol :D


User avatar
andraexs
Contact:

Post 02 Jan 2013, 11:00

[/quote]
karena forum ini dan kegigihan googling insya allah lancar pake linux, kalo nekat custom system nya kalo slaah ya pusing dan inul jalan pintas, gkgkgk,, dulu install ulang dalam sehari udah gak kehitung lagi :D

Learning by Doing

Curcol :D [/quote]

sama gan.. ane pernah customize uninstal caja di linux mint mate. hasilnya g mau setar dah tu linux, wkwk..


User avatar
lookmount

Post 02 Jan 2013, 13:25

KDE mantap tuh


User avatar
sta
Contact:

Post 02 Jan 2013, 16:39

pernah coba KDE 12.04, masalahnya lebih banyak ERROR dari pada ubuntu. tampilan oke, tapi menu gitu2 aja :D


User avatar
SatriyaMujung

Post 03 Jan 2013, 05:00

KDE bagus.
Kubuntu 12.04 ta' pikir sudah oke, jarang crash. Nda kaya dulu.
Di-customize juga gampang.
Cuma kebetulan aja nda dipake Ubuntu. Nama Ubuntu kan lebih ngetren.


User avatar
luxm4n
Contact:

Post 03 Jan 2013, 06:40

SatriyaMujung wrote: KDE bagus.
Kubuntu 12.04 ta' pikir sudah oke, jarang crash. Nda kaya dulu.
Di-customize juga gampang.
Cuma kebetulan aja nda dipake Ubuntu. Nama Ubuntu kan lebih ngetren.


ane kurang suka kubuntu, menurut ane mending linux mint kde aja :D

seandainya ubuntu multi DE kayak distro lain, maksudnya namanya tetap ubuntu, tapi tersedia dalam berbagai macam DE termasuk Gnome dan KDE, dan juga Unity, kalo skarang ubuntu kalo yg kde jadi kubuntu, yg LXDE jadi Lubuntu, yg Xfce jadi Xubuntu, hehe,,


User avatar
belthsazar

Post 03 Jan 2013, 10:54

justru di sinilah uniknya Ubuntu. di tengah persaingan sehat antara ribuan distro, perlu ada sesuatu yang bikin beda. nah, Ubuntu punya 2 hal yang bikin beda, penamaan unik untuk turunan resminya dan desktop Unity.


User avatar
luxm4n
Contact:

Post 03 Jan 2013, 13:08

belthsazar wrote:justru di sinilah uniknya Ubuntu. di tengah persaingan sehat antara ribuan distro, perlu ada sesuatu yang bikin beda. nah, Ubuntu punya 2 hal yang bikin beda, penamaan unik untuk turunan resminya dan desktop Unity.


yupz, unity satu2 nya yg bikin nuansa beda di linux,,


User avatar
Shofyan

Post 03 Jan 2013, 13:46

Nyoba pasang Kubuntu-Desktop di Ubuntu 12.10, makan RAM-nya banyak banget :crazy:


User avatar
q_p
Contact:

Post 03 Jan 2013, 17:14

@shofyan
Untuk tampil cantik memang mahal, harga bedaknya aja berapa ? Belum gincunya ...
:D


User avatar
pamz

Post 03 Jan 2013, 18:05

ane sih apapun DE nya yang pentink ubuntu distronya udah cinta mati hahahahahahah


User avatar
belthsazar

Post 03 Jan 2013, 18:23

PragolaPati wrote:@shofyan
Untuk tampil cantik memang mahal, harga bedaknya aja berapa ? Belum gincunya ...
:D

belom nyalon tiap bulan, menipedi, spa, refleksi, operasi plastik *eh*


User avatar
caisara
Contact:

Post 03 Jan 2013, 19:07

pertama coba linux 11.04 udah gnome. terus install 12.04 pake unity. sekarang udah mulai apal key shortcut ma cli sederhananya. so far woles aja nih. masih menghindari yang windoz like barangkali sakaw. hihihi


User avatar
Shofyan

Post 03 Jan 2013, 19:09

Tampil yang minimalis aja deh kalo gitu :crazy:


User avatar
q_p
Contact:

Post 03 Jan 2013, 20:54

Shofyan wrote:Tampil yang minimalis aja deh kalo gitu :crazy:
Betul, kayak saya. Mungkin sudah terkondisi di warnet ya, semua kompi windows saya setting u/ performa tinggi dan u/ kerja berat dengan dengan mengorbankan penampailan. Lha yang ini, saya cukup puas dengan ubuntu 12.04 + cairo-dock dan compiz supaya desktop bisa di-puter2. Yang terakhir ini, saya belum nemu di windows (baca tidak bisa).
[img]http://s20.postimage.org/kntlhtpf1/Scre ... _22_58.png[/img]


User avatar
bijep
Contact:

Post 03 Jan 2013, 22:13

mau nanya neh gan...

menurut agan-agan yang udah pada lengket ama ubuntu.

mendingan kita pake Ubuntu trus instalin DE KDE full/standard apa instal Kubuntu aja.

nah...apa bedanya klo kita instalin DE KDE Full di ubuntu dengan kita instal Kubuntu langsung.

maaf gan pertanyaan ane mungkin sedikit berlebihan,,harap di maklum,,


User avatar
SatriyaMujung

Post 04 Jan 2013, 08:47

bize wrote:mau nanya neh gan...

menurut agan-agan yang udah pada lengket ama ubuntu.

mendingan kita pake Ubuntu trus instalin DE KDE full/standard apa instal Kubuntu aja.

nah...apa bedanya klo kita instalin DE KDE Full di ubuntu dengan kita instal Kubuntu langsung.

maaf gan pertanyaan ane mungkin sedikit berlebihan,,harap di maklum,,


Kalo bisa satu langkah, kenapa mesti dua langkah.
Pingin instal KDE ya instal aja Kubuntu langsung.


User avatar
bijep
Contact:

Post 04 Jan 2013, 09:23

SatriyaMujung wrote:
Kalo bisa satu langkah, kenapa mesti dua langkah.
Pingin instal KDE ya instal aja Kubuntu langsung.
klo misalkan udah terlanjur instal ubuntu gimanong gan ? :wow:


User avatar
sta
Contact:

Post 04 Jan 2013, 09:49

bize wrote: klo misalkan udah terlanjur instal ubuntu gimanong gan ? :wow:
install lagi kubuntu, karena pasti ada bedanya


User avatar
Shofyan

Post 04 Jan 2013, 11:03

@Bize : nah itu saya install KDE di Ubuntu RAM nya jari boros, tidak seperti di Kubuntu.

Qt + Gtk > bad idea :grin:


Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 29 guests