(Curhat) GNU/Linux Ubuntu Saya di Aplikasi Pendidikan Kita

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
User avatar
etcsession
Posts: 222
Joined: 26 Apr 2011, 13:26
Contact:

(Curhat) GNU/Linux Ubuntu Saya di Aplikasi Pendidikan Kita

Postby etcsession » 01 Jan 2012, 23:24

dengan rendah hati, saya mohon maaf sebesar-besarnya :)

lagi-lagi saya terhambat dengan pekerjaan data sekolah.
Lagi-lagi saya harus menggunakan Win** yang terinstall di komputer Staf TU untuk memasukan data siswa kelas XII yang akan di �up load� ke �data base� Peserta Ujian Nasional Tahun 2011/2012 di web pendidikan pusat, dan yang lebih tak disangka, kepala sekolah menyarankan agar GNU/Linux Ubuntu 11.10 yang terinstall sebagai OS di laptop jadul saya diganti saja dengan Windows. Haruskah?

Masalah ini memang bukan yang pertama kali saya alami. Di tahun 2010 lalu, pengisian data base Ujian Nasional (UN) 2009/2010 yang ada pada software edaran Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Nasional secara default menggunakan Sistem Operasi (OS) Win**. Tentu saja saat itu saya kelabakan, dan tak bisa menggunakan Ubuntu. Kemudian, LISM SMA yang harus kami isi pun tak mempan dioprek oleh LibreOffice 3, yang terjadi hanya sebatas pengisian data saja sedangkan fungsinya software LISM tersebut tak berjalan normal.
Hari ini pun kejadian serupa saya alami ketika membuka software edaran pemerintah untuk aplikasi pendataan Ujian Nasional 2011/2012 seperti yang sudah disinggung di atas. Saya seperti �Jatuh pada lubang yang belum ditutupi�.

Apakah guru lain di sekolah lain dengan tangan yang gemetar memperoleh pengalaman yang sama ketika memilih untuk menggunakan GNU/Linux Ubuntu dibandingkan dengan Win* sebagai operasi sistemnya? Ada alternatif, yakni menggunakan dual operating system antara Ubuntu dan Win*. Namun, hal ini bagi saya bukan solusi yang tepat apalagi dengan laptop jadul harddisk 60G.

Flashback
saya merasa heran dan belajar keras ketika pertama kali menggunakan Ubuntu. Saai itu, Ubuntu 10.10 menjadi awal perkenalan saya dalam dunia GNU/Linux, dalam lingkup Open Saource. Berbagai kejadian saya alami, beberapa kali pasang ulang, kehilangan seluruh data penting, muter-muter kota Cianjur mencari seseorang yang bisa saya tanyai tentan GNU/Linux, dan seterusnya dan seterusnya.
Semua hal itu benar-benar melelahkan sekaligus merupakan pengalaman yang sangat berharga, walaupun konsekuensinya dibayar dengan kehilangan data yang sangat berharga. Dalam hati saya, �Tidak apa-apa, try and eror terus juga tak mengapa.�

Permasalahan
Dunia Open Source selalu mengkampanyekan free lisensi, dalam hal ini GNU/Linux menjadi pilihan tepat dalam pilihan sistem operasi komputer. Kampanye �Taubat Membajak� ini sangat terasa hingar-bingar terutama di dunia internet, di komunitas-komunitas GNU/Linux.
Menurut sebagian pemahaman kita, disinyalir bahwa Indonesia sebagai negara berkembang pada umumnya menggunakan sofrware bajakan, mulai dari Operating Systems, berbagai aplikasi atau hal-hal lainnya yang berhubungan dengan dunia komputer. Maka, GNU/Linux dan software Open Source menjadi pilihan utama sebagai solusi dosa-dosa IT kita.

Secara sadar, saya pun tak ingin berburuk sangka kepada siapa pun, bahkan kepada pemerintah kita (khususnya dunia pendidikan indonesia) yang menciptakan berbagai aplikasi pendidikan yang (hanya bisa) dijalankan melalui OS Windows. Saya yakin seratus persen bahwa pemerintah kita (khususnya dalam dunia pendidikan) membayar lisensi dan taat pada peraturan hak cipta. Saya yakin pemerintah terus berupaya melahirkan kebijakan-kebijakan dalam dunia IT, melakukan berbagai upaya dalam perkembangan Open Source Indonesia yang salah satunya dalam program IGOS.

Maka dari itu, saya hanya sebatas mengurut dada ketika berbagai aplikasi pendidikan yang sampai ke halaman sekolah hanya dapat diaktifkan melalui OS Windows. GNU/Linux Ubuntu saya terpaksa harus beristirahat. GNU/Linux Ubuntu saya menjadi impoten akut terhadap aplikasi-aplikasi tersebut. Memang, beberapa aplikasi pendidikan bisa dibuka/dijalankan (yang salah satunya) menggunakan emultor Wine, akan tetapi penggunaan dan hasilnya kurang begitu sempurna.

Terakhir, saya tetap menaruh optimis yang begitu besar terhadap dunia Open Source Indonesia. Ada keyakinan yang tetap saya pertahankan debur-nyalanya; pada suatu waktu di seluruh jagad Indonesia berbagai aplikasi pendidikan dapat dijalankan secara sempurna oleh GNU/Linux. Semoga GNU/Linux Ubuntu yang menjadi ruh di laptop saya tetap perkasa. Semoga. Amin.
(mohon maaf bila ada ucapan yang tak berkenan).
User avatar
Ihfazhillah
Posts: 70
Joined: 26 May 2011, 06:44
Location: Boyolali, Indonesia
Contact:

Re: (Curhat) GNU/Linux Ubuntu Saya di Aplikasi Pendidikan Ki

Postby Ihfazhillah » 02 Jan 2012, 14:40

wew, aaamiiin,
sy juga sering kehilangan data berharga pak... Try n error... Semakin error semakin penasaran, hehe
meski sering di cibir ama temen...
User avatar
Sudoers
Site Admin
Posts: 1
Joined: 03 Nov 2009, 17:43

Re: (Curhat) GNU/Linux Ubuntu Saya di Aplikasi Pendidikan Ki

Postby Sudoers » 02 Jan 2012, 14:58

Wah salute dengan pertahanannya pak ditengah gempuran OS tetangga.

Dalam beberapa kasus GNU/Linux masuk didunia pendidikan uda mulai merambah, artinya harapan selalu ada. Jangan lupa 3 kementrian masih berjuang memasyarakatkan penggunaan FOSS di tanah air sampai detik ini. Sudah banyak kantor2 pemerintah yg juga sudah menggunakan GNU/Linux sbg OS utama. Jangan lupa juga SNI (standar nasional Indonesia) telah memutuskan open document (odt dkk) uda menjadi standar dokumen tanah air. Di artikan sendirilah..

Apakah diknas pusat mulai melirik FOSS? Entahlah belum ada pernyataan resmi. Kembali ke masalah kebijakan lagi khan? Apa susahnya pada saat tender ada point yang berbunyi aplikasi harus jln multi flatform (99,99% pasti pihak ketiga yg buat aplikasinya). Selama itu ngak ada yakinlah developernya pasti hasilin aplikasi yg bisa jalan hanya di OS windows.

Sialnya aplikasi2 yg byk beredar yg dibuat untuk keperluan birokrasi tidak mendukung jalan dengan bener menggunakan emulator. (Uda coba belum pak LupheLinux cara ini?)

Giliran skrg adalah berusaha memastikan semua aplikasi yg dikeluarkan pemerintah kudu multi flatform. Hal kek diatas ngak bakal jadi problem.

Buat Mas Bro LupheLinux..
Klo masih ngak sreg dual boot coba pake virtual OS aja, khan cuman buat jalanin satu aplikasi aja. Ngak perlu dengar kata kepseknya apalagi klo yg diinstall adalah yg bajakan lagi OSnya. :D
User avatar
Malsasa
Posts: 2974
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Re: (Curhat) GNU/Linux Ubuntu Saya di Aplikasi Pendidikan Ki

Postby Malsasa » 02 Jan 2012, 17:04

Barangkali Pak Lurah berkenan menjelaskan, virtual OS itu apa? Saya masih kosong aka tidak tahu sama sekali.

Tapi saya kagum akan ketabahan Pak Luphe. Belum tentu saya bisa seperti itu.
User avatar
buzzing_bee
Posts: 1971
Joined: 29 Dec 2010, 21:53
Location: /home/buzzing_bee
Contact:

Re: (Curhat) GNU/Linux Ubuntu Saya di Aplikasi Pendidikan Ki

Postby buzzing_bee » 02 Jan 2012, 19:07

[quote=Malsasa]Barangkali Pak Lurah berkenan menjelaskan, virtual OS itu apa? Saya masih kosong aka tidak tahu sama sekali.

Tapi saya kagum akan ketabahan Pak Luphe. Belum tentu saya bisa seperti itu.


mungkin yg dimaksud pak lurah itu, Mesin Virtual, macem VirtualBox dan VM Ware :D

jadi kan Linux tetep OS utama dan gak dualboot :D