RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
User avatar
ArzonLinus
Posts: 352
Joined: 22 Jan 2010, 09:49
Location: Anonymous
Contact:

RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby ArzonLinus » 19 Mar 2010, 11:16

Pergerakan sebuah kelompok lobi di Amerika Serikat mendapatkan cibiran. Masalahnya, negara-negara dengan kebijakan Open Source seperti Indonesia justru mau dimasukkan dalam sebuah 'daftar hitam'.

Lobi itu dilakukan oleh International Intellectual Property Association (IIPA), sebuah organisasi lobi yang membawa kepentingan perusahaan media digital seperti software, film dan musik. IIPA dikabarkan telah mengajukan rekomendasi agar Indonesia, India dan Brazil masuk dalam sebuah 'daftar hitam'.

Daftar yang dimaksud adalah Priority Watch List dari United States Trade Office (USTO). Negara-negara yang masuk dalam daftar ini dinilai sebagai negara yang tidak menghormati hak atas kekayaan intelektual. AS pun bisa memilih untuk menginvestigasi negara tersebut dan mengambil tindakan, termasuk larangan dagang dan lain sebagainya.

Nah, yang jadi permasalahan, dalam lobinya IIPA menyebutkan upaya pemerintah dalam menerapkan kebijakan Open Source sebagai salah satu alasan negara-negara itu layak masuk 'daftar hitam' tersebut. Negara yang tercantum (Indonesia, Brazil, Filipina atau Thailand) memang memiliki kebijakan yang mendukung Open Source.

Apa kata IIPA soal Indonesia? Berikut adalah cuplikan dokumen yang diserahkan IIPA pada USTO seperti dikutip detikINET dari laporan tersebut di Regulations.gov, Jumat (19/3/2010):

Dari halaman 79: Pada Maret 2009, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN) mengeluarkan surat edaran No. 1 tahun 2009 kepada semua pemerintah pusat dan daerah, termasuk BUMN, untuk mendukung penggunaan dan adopsi piranti lunak Open Source pada lembaga pemerintah. Meski pemerintah (Indonesia-red) membuat surat ini dalam rangka 'mengurangi pelanggaran hak cipta piranti lunak', pada kenyataannya, dengan menolak adanya pilihan teknologi, upaya ini akan menambah halangan dagang dan mencegah perusahaan software untuk memasuki pasar secara adil.

Kemudian, pada halaman 80, IIPA bahkan menyarankan agar pemerintah Indonesia membatalkan surat tersebut: IIPA meminta agar pemerintah Indonesia mengambil tindakan berikut, yang akan memberikan keuntungan komersial jangka pendek paling signifikan bagi industri hak cipta: ... membatalkan surat edaran MenPAN Maret 2009 yang mendukung penggunaan dan adopsi piranti lunak Open Source.

Dikecam Aktivis Open Source

Langkah IIPA ini mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Termasuk di antaranya adalah Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) yang menyayangkan rekomendasi IIPA selaku sebuah kelompok lobi yang kuat.

"IIPA telah berusaha menghalangi usaha Pemerintah Indonesia yang justru ingin menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dengan menganjurkan penggunaan perangkat lnak Open Source untuk menggantikan perangkat lunak bajakan," sebut pernyataan AOSI yang diterima detikINET, Jumat (19/3/2010).

AOSI pun menyatakan sepakat dengan Open Source Initiative (OSI) yang mengatakan bahwa tindakan IIPA tersebut lebih didasarkan atas kepentingan tertentu, dan ketakutan atas inovasi serta model bisnis yang baru dengan berkembangnya piranti lunak Open Source di Indonesia. AOSI juga epakat dengan Open Source For America (OSFA) yang secara tegas mengecam sikap IIPA, serta menyebut tindakan IIPA tersebut tidak bertanggungjawab dan menyesatkan.

"AOSI menyerukan agar pemanfaatan Open Source Software (OSS) tetap digalakkan, karena dengan menganjurkan penggunaan OSS, Pemerintah Indonesia tidak lain sedang berusaha untuk menghormati Hak atas Kekayaan Intelektual dengan tidak membajak dan menegakkan kemandirian dalam bidang TIK, tanpa menutup persaingan dengan yang lain, meskipun IIPA telah menyudutkan Indonesia dengan menyebutkan bahwa penggunaan OSS tidak mendorong inovasi dan telah menutup kesempatan pihak tertentu untuk bersaing," sebut pernyataan AOSI.

dengan memakai produk open source itu malah menghormati HAKI karena kita tidak lagi memakai produk bajakan..eh malah dibilang ga menghormati HAKI...yang bodoh itu siapa sih...
User avatar
offline
Posts: 2672
Joined: 17 Feb 2010, 21:03
Location: Kebumen

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby offline » 19 Mar 2010, 11:53

selain dimasukkan dalam daftar hitam teroris, bidang komputer pun Indonesia turut di black list juga.WTF!
User avatar
ninja
Posts: 2260
Joined: 27 Jan 2010, 16:23
Location: Tangerang, Banten, indonesia
Contact:

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby ninja » 19 Mar 2010, 12:16

ngapain harus takut sama gertakan kaya gitu....
[color:#000099]saya yakin pemerintahan sekarang engga bakal gentar sama gertakannya IIPA[/color]
User avatar
YaRu
Posts: 46
Joined: 16 Mar 2010, 06:07
Contact:

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby YaRu » 19 Mar 2010, 12:59

izin copas gannnnn

mu di tag di halaman utamam blog niii
kayanya seru buat di perdebatkan
User avatar
Sudoers
Site Admin
Posts: 1
Joined: 03 Nov 2009, 17:43

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby Sudoers » 19 Mar 2010, 13:02

Indonesia memang punya potensi disegala bidang dan membuat yang lain kwatir.

Kok Jerman ngak ya? padahal disana kantor pemerintahan entah dilevel mana sudah open source jg tuh klo ngak salah infonya dolo make open suse.
User avatar
offline
Posts: 2672
Joined: 17 Feb 2010, 21:03
Location: Kebumen

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby offline » 19 Mar 2010, 13:04

Sudoers wrote:Indonesia memang punya potensi disegala bidang dan membuat yang lain kwatir.

Kok Jerman ngak ya? padahal disana kantor pemerintahan entah dilevel mana sudah open source jg tuh klo ngak salah infonya dolo make open suse.

kalo sama Jerman mah kagak berani deh Pak, beraninya nih AS sama negara berkembang yang dihukum lewat embargo gitu.takut kalah sama Indonesia kali perkembangan teknologinya
User avatar
izanagi
Posts: 155
Joined: 01 Feb 2010, 06:27
Location: Depok II,pindah ke bogor
Contact:

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby izanagi » 19 Mar 2010, 13:05

arzon wrote:Pergerakan sebuah kelompok lobi di Amerika Serikat mendapatkan cibiran. Masalahnya, negara-negara dengan kebijakan Open Source seperti Indonesia justru mau dimasukkan dalam sebuah 'daftar hitam'.

Lobi itu dilakukan oleh International Intellectual Property Association (IIPA), sebuah organisasi lobi yang membawa kepentingan perusahaan media digital seperti software, film dan musik. IIPA dikabarkan telah mengajukan rekomendasi agar Indonesia, India dan Brazil masuk dalam sebuah 'daftar hitam'.

Daftar yang dimaksud adalah Priority Watch List dari United States Trade Office (USTO). Negara-negara yang masuk dalam daftar ini dinilai sebagai negara yang tidak menghormati hak atas kekayaan intelektual. AS pun bisa memilih untuk menginvestigasi negara tersebut dan mengambil tindakan, termasuk larangan dagang dan lain sebagainya.

Nah, yang jadi permasalahan, dalam lobinya IIPA menyebutkan upaya pemerintah dalam menerapkan kebijakan Open Source sebagai salah satu alasan negara-negara itu layak masuk 'daftar hitam' tersebut. Negara yang tercantum (Indonesia, Brazil, Filipina atau Thailand) memang memiliki kebijakan yang mendukung Open Source.

Apa kata IIPA soal Indonesia? Berikut adalah cuplikan dokumen yang diserahkan IIPA pada USTO seperti dikutip detikINET dari laporan tersebut di Regulations.gov, Jumat (19/3/2010):

Dari halaman 79: Pada Maret 2009, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN) mengeluarkan surat edaran No. 1 tahun 2009 kepada semua pemerintah pusat dan daerah, termasuk BUMN, untuk mendukung penggunaan dan adopsi piranti lunak Open Source pada lembaga pemerintah. Meski pemerintah (Indonesia-red) membuat surat ini dalam rangka 'mengurangi pelanggaran hak cipta piranti lunak', pada kenyataannya, dengan menolak adanya pilihan teknologi, upaya ini akan menambah halangan dagang dan mencegah perusahaan software untuk memasuki pasar secara adil.

Kemudian, pada halaman 80, IIPA bahkan menyarankan agar pemerintah Indonesia membatalkan surat tersebut: IIPA meminta agar pemerintah Indonesia mengambil tindakan berikut, yang akan memberikan keuntungan komersial jangka pendek paling signifikan bagi industri hak cipta: ... membatalkan surat edaran MenPAN Maret 2009 yang mendukung penggunaan dan adopsi piranti lunak Open Source.

Dikecam Aktivis Open Source

Langkah IIPA ini mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Termasuk di antaranya adalah Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) yang menyayangkan rekomendasi IIPA selaku sebuah kelompok lobi yang kuat.

"IIPA telah berusaha menghalangi usaha Pemerintah Indonesia yang justru ingin menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dengan menganjurkan penggunaan perangkat lnak Open Source untuk menggantikan perangkat lunak bajakan," sebut pernyataan AOSI yang diterima detikINET, Jumat (19/3/2010).

AOSI pun menyatakan sepakat dengan Open Source Initiative (OSI) yang mengatakan bahwa tindakan IIPA tersebut lebih didasarkan atas kepentingan tertentu, dan ketakutan atas inovasi serta model bisnis yang baru dengan berkembangnya piranti lunak Open Source di Indonesia. AOSI juga epakat dengan Open Source For America (OSFA) yang secara tegas mengecam sikap IIPA, serta menyebut tindakan IIPA tersebut tidak bertanggungjawab dan menyesatkan.

"AOSI menyerukan agar pemanfaatan Open Source Software (OSS) tetap digalakkan, karena dengan menganjurkan penggunaan OSS, Pemerintah Indonesia tidak lain sedang berusaha untuk menghormati Hak atas Kekayaan Intelektual dengan tidak membajak dan menegakkan kemandirian dalam bidang TIK, tanpa menutup persaingan dengan yang lain, meskipun IIPA telah menyudutkan Indonesia dengan menyebutkan bahwa penggunaan OSS tidak mendorong inovasi dan telah menutup kesempatan pihak tertentu untuk bersaing," sebut pernyataan AOSI.

dengan memakai produk open source itu malah menghormati HAKI karena kita tidak lagi memakai produk bajakan..eh malah dibilang ga menghormati HAKI...yang bodoh itu siapa sih...



http://www.detikinet.com/read/2010/03/1 ... ce?topnews

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3639112

dari kaskus...and detik ya...
Image
User avatar
Sudoers
Site Admin
Posts: 1
Joined: 03 Nov 2009, 17:43

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby Sudoers » 19 Mar 2010, 13:10

Weh.. mesti dicantumin klo diambil dari sumber lain ya.
jangan smpe dicap membajak tulisan jg..

mohon kesadaran kepada rekan-rekan sekalian yg posting!
User avatar
YaRu
Posts: 46
Joined: 16 Mar 2010, 06:07
Contact:

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby YaRu » 19 Mar 2010, 13:10

wah siuen uy,,biasa ari negara fgedean mah,,,,

semua system yang berkembang dan diketahui memiliki pansa pasar yang luas kan kebanyakan open source,.,.,.,.liat aja di mirror.facebook.com apa tuh yang di pake
User avatar
ninja
Posts: 2260
Joined: 27 Jan 2010, 16:23
Location: Tangerang, Banten, indonesia
Contact:

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby ninja » 19 Mar 2010, 13:23

yogieza wrote:
Sudoers wrote:Indonesia memang punya potensi disegala bidang dan membuat yang lain kwatir.

Kok Jerman ngak ya? padahal disana kantor pemerintahan entah dilevel mana sudah open source jg tuh klo ngak salah infonya dolo make open suse.

kalo sama Jerman mah kagak berani deh Pak, beraninya nih AS sama negara berkembang yang dihukum lewat embargo gitu.takut kalah sama Indonesia kali perkembangan teknologinya

yah gitu deh, negaranya si paman samprul... beraninya nindas yang lagi berkembang, china, iran, indonesia kan salah satu negara yang selalu menentang kebijakan2 yang engga adil dari amerika...
merdeka ...
User avatar
izanagi
Posts: 155
Joined: 01 Feb 2010, 06:27
Location: Depok II,pindah ke bogor
Contact:

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby izanagi » 19 Mar 2010, 13:56

krakatau wrote:
yogieza wrote:
Sudoers wrote:Indonesia memang punya potensi disegala bidang dan membuat yang lain kwatir.

Kok Jerman ngak ya? padahal disana kantor pemerintahan entah dilevel mana sudah open source jg tuh klo ngak salah infonya dolo make open suse.

kalo sama Jerman mah kagak berani deh Pak, beraninya nih AS sama negara berkembang yang dihukum lewat embargo gitu.takut kalah sama Indonesia kali perkembangan teknologinya

yah gitu deh, negaranya si paman samprul... beraninya nindas yang lagi berkembang, china, iran, indonesia kan salah satu negara yang selalu menentang kebijakan2 yang engga adil dari amerika...
merdeka ...


setuju gann...amrik kan maunya menang ndiri...kalo kita keroyok pasti ancurrr :grin:

Image
User avatar
AthrylithOS
Posts: 2
Joined: 19 Mar 2010, 12:38

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby AthrylithOS » 19 Mar 2010, 13:58

busett gan amrik kelewatan,,,
User avatar
zarkasichan
Posts: 1527
Joined: 01 Jan 2010, 01:57
Location: Samarinda, Indonesia
Contact:

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby zarkasichan » 19 Mar 2010, 15:55

Nice Info bro...
User avatar
wigfranz
Posts: 240
Joined: 01 Feb 2010, 22:20
Location: Malang, Indonesia

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby wigfranz » 19 Mar 2010, 16:58

AthrylithOS wrote:busett gan amrik kelewatan,,,

Mungkin lebih tepat IIPA yg kelewatan... (dan teman2 nya sesama kepentingan).
User avatar
deny26
Posts: 2450
Joined: 03 Jan 2010, 09:24
Location: ubuntu-indonesia.com

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby deny26 » 19 Mar 2010, 20:55

Niat baik malah masuk 'daftar hitam', yang halal jadi haram. OpenSource udah mulai 'bertaring' kali ya? makanya ditakuti ampe segitunya.
User avatar
aptfast
Posts: 3847
Joined: 03 Jan 2010, 23:38
Location: Jakarta, Indonesia
Contact:

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby aptfast » 19 Mar 2010, 21:15

daftar hitam? maksudnya diketik pake tinta hitam gitu ya?
User avatar
arifin
Posts: 124
Joined: 06 Jan 2010, 22:26
Location: surabaya,indonesia
Contact:

Re: RI Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara2 Open Source

Postby arifin » 19 Mar 2010, 22:20

Knapa niat baik, koq malah jadi masalah ya...

Return to “Pembicaraan Bebas”

Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot] and 10 guests