Dosa-dosa TIK oleh Bangsa Indonesia

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
User avatar
masdana
Posts: 718
Joined: 08 Jun 2010, 13:09
Location: East Borneo
Contact:

Dosa-dosa TIK oleh Bangsa Indonesia

Postby masdana » 22 May 2011, 18:07

Mengapa bangsa Indonesia sering ditimpa bencana atau musibah? Di bawah ini hanya tiga dari banyak kemungkinan penyebabnya. NB: "dosa-dosa" merupakan kata pengganti untuk perbuatan aniaya atau yang merugikan orang lain.

1. Mengaku punya Tuhan, tapi mendurhakainya. Tuhan yang Maha Adil melarang manusia mengambil hak orang lain secara tidak adil. Tapi, banyak manusia melawan pedoman itu, misalnya mengambil hak cipta orang lain di bidang software, khususnya yang "berpemilik" atau proprietary.
2. Membuat aturan, tapi melanggarnya. Pemerintah bersama DPR telah menetapkan UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Tapi, berapa juta orang yang melanggar UU ini?
3. Membuat janji, tapi mengingkarinya. Betapa banyak (meskipun tidak semuanya) pejabat pemerintah dan anggota DPR/DPRD yang telah berjanji/bersumpah saat diangkat dalam jabatannya, tapi tidak menepatinya. Padahal, semua pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa saja yang dipimpinnya, termasuk memastikan semua software di kantornya harus legal. Pemimpin yang baik pasti tidak memboroskan uang rakyat dengan membeli software yang mahal, sementara banyak rakyatnya menderita kemiskinan dan kebodohan, bahkan ada yang mati karena kelaparan (kurang gizi).

Saya yakin banyak di antara kita yang menyadari "dosa-dosa" itu, dan melakukan sesuatu untuk memperbaikinya, meskipun kecil. Misalnya kita lebih memilih Linux dan FOSS (Free/Open Source Software) daripada menggunakan software proprietary. Bahkan telah banyak pula saudara kita yang berkarya tanpa mengharap imbalan harta semata, apalagi tahta, seperti para pengembang (urut abjad) BlankOn, Cimande, DSP (Daun Salam), eNdonesia, IGN, KG (Guyub), Nawala, Senayan, Simpin, Sisfokampus, Sisfokol, Voip Rakyat, Zencafe, dan lain sebagainya. Akan sangat panjang kalau semua karya anak negeri saya tulis di sini.

Jika Anda mau memahami tulisan ini, saya lebih yakin lagi "dosa-dosa" itu segera menjadi masa lalu kita. Karena saya dan Anda adalah bagian dari bangsa Indonesia, yang berketuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab, yang bersatu, yang demokratis, sehingga menjadi bangsa yang seluruh rakyatnya bisa menikmati keadilan sosial dan kesejahteraan hidup di dunia hingga akhirat.

Apa buktinya kita faham dan sadar? Mulai sekarang juga, meskipun dari yang sederhana, kita pakai Linux/FOSS dalam segenap sendi kehidupan TIK kita. Jika ada yang belum mampu karena sangat terpaksa, misalnya jiwa kita terancam kalau tidak menggunakan software proprietary tertentu, hati kita tetap membenci "dosa-dosa" itu. Merdeka! :)

sumber info linux
User avatar
IntegerManual
Posts: 418
Joined: 13 May 2011, 15:36
Location: Kerajaan Loa Bakung
Contact:

Re: Dosa-dosa TIK oleh Bangsa Indonesia

Postby IntegerManual » 22 May 2011, 19:54

Nice share... klo tidak bisa full migrasi setidaknya perlahan-lahan, ajak keluarga dan orang-orang terdekat, dan gunakan software2 legal, terutama para pengguna OS windows... ada beberapa software pengganti yang cukup powerfull, mencakup komputasi keseharian dan gratis.... terutama OS linux family yang semuanya bisa didapatkan free.
User avatar
dorkydorky
Posts: 5
Joined: 22 May 2011, 21:12
Location: dimana saya berada
Contact:

Re: Dosa-dosa TIK oleh Bangsa Indonesia

Postby dorkydorky » 23 May 2011, 09:38

iya nih om.. pengen migrasi k ubuntu.. tpi masih blajar2 dulu.. mohon bombingannya y om.. :)
User avatar
cimutz
Posts: 37
Joined: 14 Oct 2010, 22:21
Location: invisible country
Contact:

Re: Dosa-dosa TIK oleh Bangsa Indonesia

Postby cimutz » 23 May 2011, 11:59

oleh karena itu jika ada yang berkontribusi mendevelop aplikasi/software2 FOSS harus di dukung. Caranya yaitu dengan menyumbang fikiran jika memang memiliki kemampuan develop (programming), tetapi jika tidak sisihkanlah sebagian kecil rezekimu untuk beramal (donasi) --> dan ini tidak sama dengan menjual software proprietary. sehingga pembuat aplikasi FOSS merasa diperhatikan, dihargai & di support. karena pembuat aplikasi FOSS sebagian besar non-komersil alias tidak digaji, dibayar atau menjualnya.

kasihankan jika capek2 & susah2 berkarya akhirnya cuman hanya dikritik, dihujat atau aplikasinya aja di pakai tanpa ada sumbangsih apa2.

jadi intinya :
Mengubah paradigma dari bajakan ke FOSS bagus sekali, tetapi tidak cukup hanya beralih saja, namun juga harus disertai langkah kongkretnya agar FOSS lebih semarak & lebih maju yaitu dengan mensupport aktivis FOSS itu sendiri misal menyumbangkan fikiran, tenaga atau harta kita (develop/programming, sponsorship, pelatihan atau cukup berdonasi)
User avatar
Krisna7
Posts: 147
Joined: 29 Sep 2010, 16:53
Location: Sidoarjo

Re: Dosa-dosa TIK oleh Bangsa Indonesia

Postby Krisna7 » 23 May 2011, 20:46

Sesungguhnya dosa2 itu adalah sebagian kecil saja, masih banyak yg lebih besar, misal kasus kpk, bank century, gayus , dll.

Return to “Pembicaraan Bebas”

Who is online

Users browsing this forum: Baidu [Spider] and 44 guests