jajak pendapat software bajakan

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
User avatar
Epul
Posts: 1095
Joined: 20 Feb 2010, 07:51
Location: sumenep madura
Contact:

jajak pendapat software bajakan

Postby Epul » 16 Jun 2010, 11:44

sebelumnya secara resmi sama minta maaf, jika tread ini jika tidak berkenan, hal ini berkenaan dengan penelitian kecil-kecilan saya tentang "maslahah-mursalah penggunaan software bajakan". saya harap pro dan kontra tidak akan menimbulkan hal yang kurang mengenakkan. Tapi menguatkan kesadaran kita akan pentingnya saling menghargai antar sesama. :grin:


Tampilkan
kita sepakat bahwa pola pikir setiap individu itu berbeda, boleh dong cara pikir sebagian dari kita ada sedikit yang menggelitik tentang sahnya penggunaan software bajakan :grin: piss...

sebelumnya saya ingin membaca kata BAJAKAN dengan kacamata saya pribadi.
bajakan dalam kamus sehari-hari identik dengan pencurian. sedangkan pencurian sejak jaman dahulu kala biasa diartikan berpindahnya barang dari tangan pemilik ke tangan orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya (dalam hal ini ghashab (pinjam tanpa ijin) juga dikatakan mencuri). maka sementara saya menyimpulkan bajakan dengan curian tidak sama, karena bajakan tidak terjadi perpindahan barang.

dilihat dari statusnya, bajakan hadir seiring dengan adanya undang-undang perlindungan hak cipta, di mana hasil karya dari seseorang diakui sebagai komoditas. Dengan demikian "hasil karya" (yang berhak mendapatkan pengukuhan hak cipta) di sini saya pertajam lagi pada NILAI yang terkandung dalam karya tersebut yang memiliki daya jual, daya guna, daya simpan dan sebagainya, selama itu menjadi sebuah kebutuhan. Hasil karya tidak meliputi pada batu yang telah menjadi patung, kanvas dan cat yang telah menjadi lukisan, kertas pada buku yang berisi naskah. Hal ini sama pengertiannya dengan (bagi orang islam) esensi al-quran. Yaitu bilaa harfin wa laa shautin yang dapat diartikan secara bebas bahwa alquran bukanlah kertas, tinta dan suara bahkan membayangkan teks arab, itu juga bukan alquran. (lho kok�.) back to topic
Jadi singkatnya bajakan menurut saya adalah penggunaan di luar ketentuan yang dibuat oleh pemiliknya.

Penggunaan terhadap software bajakan yang marak di lakukan di sekitar kita dikategorikan pada 2 hal.
1. keterbatasan user pada software. Keterbatasan ini meliputi harga, penggunaan, dan kendala-kendala yang lain yang diukur pada tingkat kemampuan user dalam menggunakan software. Keterbatasan ini telah melalui sebuah usaha untuk menggunakan software secara legal seperti mencari software yang gratis.
2. sikap apatis terhadap legalitas software. Sikap ini yang banyak terjadi dengan satu slogan �asal gak ketahuan�

Selanjutnya setelah mengelompokkan penggunaan, biar adil, saya kelompokkan juga penggunanya. Di sini saya kelompokkan menjadi 3 jenis pengguna software.
1. orang awam. Adalah orang yang belum paham tentang komputer.
2. orang yang paham komputer akan tetapi terdapat keterpaksaan menggunakan produk bajakan.
3. orang yang paham terhadap komputer dan memungkinkan untuk tidak menggunakan software bajakan, tapi dengan beberapa alasan tetap menggunakan software bajakan.

Semua jenis hukum yang ada mutlak memberikan perlindungan terhadap hak cipta baik hukum positif dengan undang-undangnya, hukum islam dengan dalil alquran dan hadits, juga pada agama lain juga demikian. (saya belum mengamati pada hukum budaya yang tidak tertulis).

Hukum positif mutlak menilai terhadap pembajakan pada pelanggaran hak cipta sesuai dengan UU no 19 tahun 2002 (http://www.dgip.go.id/ebhtml/hki/filecontent.php?fid=5011)

Dalam hukum islampun hasil karya diakui sebagai jenis dari suatu kekayaan di mana pemiliknya berhak atas semua itu, boleh diperjual-belikan dan merupakan harta (asy-Syu�ara 183). Namun dalam kasus-kasus tertentu masih terdapat perbedaan pendapat mengenai maslahah mursalah (mendahulukan kebaikan meninggalkan kerusakan) - yang dijadikan landasan perlindungan hak cipta - di mana suatu tindakan yang memiliki nilai kebaikan dan menghilangkan kerusakan (akhir dari bunyi ayat asy-Syu�ara 183) perlu ditegakkan.

masalah penggunaan software bajakan menjadi relatif jika dihubungkan dengan pemilik software. Bagi pihak perusahaan software kebaikan (maslahah) adalah softwarenya tidak dibajak. Begitu juga sebaliknya jika dilihat dari sudut pandang user, maslahah adalah ketersediaan software gratis.
Maslahah mursalah juga menjadi relatif jika dilihat dari sudut pandang beberapa teori sosial, ekonomi dan politik. Semuanya itu tetap memiliki porsi dalam mempertimbangkan penggunaan software bajakan. Sederhananya dilihat dari segi sosial, user yang diunggulkan, sedangkan ekonomi, perusahaan software yang menang. Untuk kacamata politik tergantung siapa yang memiliki kepentingan. Maka akan muncul dua masalah yang sama-sama kuat

Di akhir postingan ini saya tertarik dengan salah satu teori pengambilan hukum Islam yang berbunyi �apabila terjadi pertentangan dua masalah, maka yang memberikan dampak yang lebih besar dimenangkan�. meskipun saya tidak tertarik dengan cerita menang dan kalah. karena ngomongin hukum mau tidak mau ya gitu...


:grin:
User avatar
lisnux
Posts: 1763
Joined: 02 Jan 2010, 16:26
Location: Samarinda
Contact:

Re: jajak pendapat software bajakan

Postby lisnux » 16 Jun 2010, 11:54

wah2 bro epul seperti sarjana hukum :grin:

Kalau saya sih berusaha sebisa mungkin untuk tidak memakai yang bajakan :D

Halalan Thoyyiban :D
User avatar
rhecizen
Posts: 427
Joined: 09 Jan 2010, 20:41
Location: Indonesia
Contact:

Re: jajak pendapat software bajakan

Postby rhecizen » 16 Jun 2010, 12:00

stop pembajakan :D
User avatar
Rh354
Posts: 718
Joined: 14 Mar 2010, 19:56
Location: between the truth and the lies
Contact:

Re: jajak pendapat software bajakan

Postby Rh354 » 16 Jun 2010, 12:13

[quote=lisnux]wah2 bro epul seperti sarjana hukum :grin:

Kalau saya sih berusaha sebisa mungkin untuk tidak memakai yang bajakan :D

Halalan Thoyyiban :D
wah berarti mp3nya didapet bukan dari ngopi2 yg bajakan ato download dari yg membajak y..tp dari hasil membeli ato gimana gitu..ato jgn2 make format ogg :blush: