[Diskusi] Single Installer for Linux

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

[Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 21 Oct 2014, 01:19

Image

Assalamu'alaikum


Mungkin teman-teman yg punya pengalaman tentang single installer untuk linux bisa berbagi cerita di sini !

untuk sementara saya cuman buat hal sederhana dulu begini ! yg penting ada pembicaraan dulu ! untuk kedepannya wallahualam ya kita liat aja nanti !


Point-point nya kira-kira seperti ini

# Installer untuk applikasi

# Bentuk installer kira-kira mirip seperti yg digunakan banyak aplikasi di Sistem Operasi Windows (kalau anda belum pernah menggunakan windows dan belum pernah menginstall aplikasi di Windows anda bisa mencoba applikasi windows dan menginstallnya menggunakan Wine di Linux)

# Pembatasan hanya untuk linux desktop
- Semua distribusi linux desktop (untuk sementara ubuntu dulu aja :D )
- Distribusi linux memiliki atau telah terinstall
___* Desktop Manager dalam pendistribusiannya
___* Minimal Window Manager (untuk sementara Minimal Desktop Manager dulu aja)

# Hanya untuk satu arsitektur komputer dulu aja (tapi klo bisa multi ya ga papa malah bagus) x86

# {nanti bisa ditambahkan seiring berjalannya waktu :) }





Terimakasih untuk partisipasinya

Wassalamu'alaikum
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby nif » 21 Oct 2014, 09:14

wah, menarik nih :D

tapi saya rasa perlu diperjelas dikit om, yang dimaksudkan di sini installer yang seperti apa? installer aplikasi atau installer OS?
apakah maksudnya seperti installer aplikasi yang bisa diinstall di semua distro (misalkan asalkan arsitektur 32-bit), dan semua versi?
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 22 Oct 2014, 05:56

@ Om Nif

Terima kasih udah mengingatkan ! udah saya update keterangan di awal halaman !
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 23 Oct 2014, 05:58

Note:Paket Manager And Single Installer

Keumuman di linux kebanyakan menggunakan paket manager dalam melakukan installasi aplikasi atau pemasangan library(driver, dll), hal ini juga menyebabkan kurang akurnya antara aplikasi yg dipasang menggunakan Single Installer dan paket manager.
jangankan Single Installer antara satu paket manager yg satu dan yg lainnya juga kurang akur !

kapan-kapan di tambahin lagi :)

Wassalam.
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby nif » 23 Oct 2014, 09:12

nah, kalo gitu, gimana kalo om Ahmad88 jabarkan dulu konsep yang diinginkan seperti apa? :D
coba ceritakan dulu secara detail gambaran idenya, tak perlu memikirkan dulu teknisnya.
baru setelah itu nanti coba kita lihat dari segi teknis, apakah kira2 ide tersebut bisa diwujudkan :)
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 24 Oct 2014, 01:05

Klo di tanya konsep nya seperti apa ? jawaban saya ya singkatnya ingin membuat single installer seperti yg digunakan di OS Windows.

maaf om nif, klo boleh saya minta pendapat om dan para anggota ubuntu-indonesia !

Seumpama saya membuat single installer untuk aplikasi yg akan saya buat kira-kira menurut anda kendala yg akan di hadapi apa aja ya ?

jujur saya buka thread diskusi ini salah satunya dan yg paling utama ingin mendapatkan jawaban yg saya tanyakan di atas !

Terima kasih

Wassalam
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 24 Oct 2014, 01:12

Sedikit cerita dari saya

Dengan menggunakan Windows Emulator saya bisa menginstall aplikasi windows dengan cara yg sama di semua distro linux. dan ga perlu lagi memikirkan dependensi yg di butuhkan untuk distro ini dan itu apa ? dan lebih menarik lagi bisa dilakukan di versi distro linux yg berbeda-beda. tapi kenapa aplikasi yg ditujukan untuk linux masih sulit dalam pemasangannya padahal dibuat hanya untuk linux ?

Para pengguna linux desktop kondisinya masih sangat memprihatinkan coba bayangkan sudah pengguna lebih sedikit dari pengguna Windows harus terbagi-bagi lagi dengan dengan adanya distribusi distribusi Linux yg masing-masing memiliki perbedaan entah dalam penggunan Desktop Manager dan juga Paket Manager.

yg membuat jurang pemisah yg paling besar antara pengguna linux dengan distro yg berbeda ada 2 macam.
1 ) Penggunaan Desktop Manager
2 ) Penggunaan Paket Manager

untuk yg pertama Desktop Manager
- untuk menyiasati perbedaan desktop manager terkadang para user yg berpengalaman dengan linux lebih senang menyelesaikan masalah dengan menggunakan Terminal Emulator, sebagai contoh untuk menjalan kan aplikasi di masing-masing Desktop Manager mempunyai antar muka yg berbeda tapi di terminal anda cukup mengetik perintah yg sama.
- terkadang juga menggunakan aplikasi yg sifatnya universal, misalnya untuk mengetahui informasi sistem anda bisa menggunakan aplikasi I-Nex jadi si aplikasi tidak terikat pada satu desktop manager dan memiliki antarmuka yg sama meskipun beda desktop manager.
- dsb ... :)

hal di atas bisa diterapkan di SEMUA DISTRO dengan CARA YG SAMA. meskipun Desktop Manager yg satu dengan yg lainnya berbeda dan terkadang membuat bingung pengguna tetapi menurut kebiasaan si penggunalah yg memilih distro dengan Desktop Manager yg sesuai kebutuhan dirinya (jadi merupakan PILIHAN si pengguna)

Bagai mana dengan Paket Manager ? Apakah merupakan PILIHAN si pengguna atau yg di pilih pengguna adalah kelengkapan aplikasi yg ada di repository yg telah di sediakan oleh pembuat distro.

untuk yg kedua Paket Manager (yg dibahas metode Installasi)
untuk menyiasati perbedaan Paket Manager (cara menginstallasi aplikasi) di Linux bisa dilakukan dengan beberapa cara

Proses Installasi yg secara langsung melakukan pengecekkan terhadap file-file yg dibutuhkan (bukan Paket).

- Menginstall aplikasi dari source code, hal ini biasa dilakukan oleh sebagian kecil pengguna linux dan para pengembang aplikasi. cara penginstallasian suatu aplikasi di distro yg satu dan yg lainnya kemungkinan besar sama. meskipun begitu cara seperti ini tergolong sulit dan butuh kemandirian .

- Menginstall aplikasi dengan cara Tradisional, di sebut tradisional karena caranya sangat sederhana sekali yakni dengan menggunkan jurus Copy dan Paste file biner. cara seperti ini mudah jika aplikasi hanya terdiri dari satu atau dua file biner saja dan si aplikasi tidak membutuhkan banyak ketergantungan file library.

- Menginstall aplikasi dengan cara semi otomatis, di sebut semi otomatis karena sebagian pekerjaan dilakukan secara otomatis yakni dengan menggunakan extractor yg mana si extractor memasang file-file yg sebelumnya telah di arsipkan sesuai dengan direktori yg sudah ditentukan, meskipun begitu si pengguna masih harus mengecek ketergantungan file secara manual.

- Menginstall aplikasi dengan bantuan Installer (biasa disebut single installer), cara seperti ini mencakupi hal-hal yg mudah yg anda dapati dari ketiga cara sebelumnya, pengecekkan ketergantungan file secara otomatis sama seperti menginstall dari source, pemillihan aplikasi yg akan di install sama seperti menginstall aplikasi secara tradisional dan pemasangan secara otomatis sama seperti menggunakan extractor.
Apakah ada yg lebih mudah dari proses instalasi seperti ini ? ...
ternyata tidak cuku sampai di situ saja , kemudahan Single Installer juga mencakupi kemudahan dalam metode penginstallasian yg menggunakan pemaketan (hanya dalam beberapa hal) !

$ dalam penginstallan menggunakan pemaketan anda akan di manjakan dengan yg namanya repository, yg mana anda tidak perlu bingung lagi harus mencari file-file apa saja yg diperlukan untuk penginstallasian aplikasi.

> di Single Installer seolah-olah didalamnya ada mini repository yg menyediakan file-file yg dibutuhakan oleh aplikasi.

$ di metode pemaketan anda tidak perlu lagi mengetahui hal-hal yg berkaitan dengan file-file secara detil jadi cukup mengetahui paket-paket apa saja yg dibutuhkan.

> di Single Installer anda hanya cukup mengetahui Installer untuk aplikasi itu sendiri.

$ di metode pemaketan anda akan di layani oleh paket manager yg friendly dalam menginstall /uninstall aplikasi oleh paket manager yg berbasis GUI di distro yg anda gunakan (karena paket itu sendiri berkaitan erat dengan versi dan jenis distro yg digunakan).

> di Single Installer, seolah-olah satu aplikasi di tangani oleh satu paket manager khusus untuk melakukan install/uninstall, selain bentuk nya friendly (berbasis GUI) dan dapat digunakan lintas distro(karena ditujukan untuk sistem operasi) tanpa harus melakukan instalasi Installer terlebih dahulu dan bentuk installer pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan si aplikasi .
Meskipun bisa lintas distro dan lintas versi tetap saja mempunyai batasan yakni jika file-file yg dibutuhkan aplikasi yg akan di install terpenuhi. dan biasanya juga di pengaruhi versi kernel sistem operasi yg digunakan, batasan tersebut juga berlaku untuk metode pemaketan

Sampe disini dulu aja .. :)

Saya minta tolong untuk di koreksi jika ada perkataan atau kalimat yg salah.
Terima kasih

Wassalam
User avatar
Malsasa
Posts: 2974
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Malsasa » 24 Oct 2014, 10:13

Akang udah pernah lihat alldeb apa belum?
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby nif » 24 Oct 2014, 17:17

Ahmad88 wrote:maaf om nif, klo boleh saya minta pendapat om dan para anggota ubuntu-indonesia

maap bukannya gak mau berpendapat om.. tapi kebetulan saya dulu sudah cukup sering bertukar pikiran mengenai topik ini, terutama dengan kang Malsasa yang posting di atas, jadinya saya ingin dengar pendapat dari kang Ahmad88 dulu :D

ini contoh tulisan kang Malsasa;
http://linuxdreambox.wordpress.com/2012 ... packaging/
http://linuxdreambox.wordpress.com/2013 ... evelopers/

saya rasa hampir sama, pada intinya kita ingin installer aplikasi yang 'universal', cukup satu file, enggak butuh dependensi, enggak butuh koneksi langsung ke internet, dan bisa digunakan di semua komputer tak peduli distronya..

bukan begitu? ;)
User avatar
Malsasa
Posts: 2974
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Malsasa » 24 Oct 2014, 19:38

Semakin banyak orang yang setuju dengan kang nif (single offline installer), saya semakin senang. Kita satu tujuan.
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 25 Oct 2014, 03:36

@ Om Nif dan Om Malsasa

Maksud saya seperti ini :

Dari web om Malsasa :
Maybe Windows style of installation is better. Remember, user should go to a web to download Marble along all dependencies (too many programs to be downloaded) this way: download one program, next �this program needs program A�, next �this program needs program B�, next �this program needs program C�, next until crazy. Look at simplicity of windows:

Install IDM? Accept EULA.
Bla? Next.
Next.
Next.
Finish.
You can use IDM directly.

Enough with one single download. You should download the single installer only. Then the next-next-next system only happen after the program download finished. So, there is no headache. It is should no too many next words in the web, just package them only in single installer, and let the installer verboses in our machine. Don�t let user becomes sick on downloading what he doesn�t know (majority of users don�t know programming).

So, how if the Linux application installation system changed to Windows-like? Or, how if there is a new distro apply this installation system absolutely? Surely complete with a repository contains packaged applications? So you just download a file only from repo to install an application that before you should download too many different items? It is simple for user, Dude. I feel many users from Windows will agree with me


pendapat om nif:
saya rasa hampir sama, pada intinya kita ingin installer aplikasi yang 'universal', cukup satu file, enggak butuh dependensi, enggak butuh koneksi langsung ke internet, dan bisa digunakan di semua komputer tak peduli distronya..

bukan begitu?


# Satu file untuk semua distro, bukan satu file untuk distro A dan satu file(beda file) lagi untuk distro B, kecuali memang ada yg tidak memungkinkan seperti ditujukan untuk OS 64 ya ga bisa digunakan untuk OS 32 bit dan juga kernel yg digunakan ditujukan untuk 2.x ya ga bisa digunakan untuk 3.x, klo sama-sama 3.x dan ga beda jauh versi nya harusnya bisa(butuh penelitian lebih lanjut) asalkan si aplikasi tidak memanfaat kan fitur terbaru dari kernel yg lebih baru.
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 25 Oct 2014, 03:49

Malsasa wrote:Akang udah pernah lihat alldeb apa belum?


saya ambil kutipan dari file dokumentasi alldeb
- Jika komputer pemberi Ubuntu 12.10 32-bit sedangkan komputer penerima Ubuntu 12.10 64-
bit → tidak bisa
Alasan : Perbedaan arsitektur

- Jika komputer pemberi Ubuntu 12.04 sedangkan komputer penerima Ubuntu 12.10 → jangan
dilakukan
Alasan : Perbedaan versi. Ubuntu 12.04 menggunakan repository Ubuntu Precise sedangkan
Ubuntu 12.10 menggunakan repository Ubuntu Quantal. Kita sebenarnya bisa menginstall file
deb dari Ubuntu yang beda versi, tapi seringkali berpotensi error. Jadi jangan dilakukan.

- Jika komputer pemberi Xubuntu 12.04.1 sedangkan komputer penerima Lubuntu 12.04.2 →
bisa
Alasan : Sama-sama menggunakan repository Ubuntu Precise




# aplikasi 32 bit seharusnya bisa berjalan di OS 64 bit ?

# baru beda versi beberapa bulan 12.04 dan 12.10 rasa-rasanya seperti beda OS ?

# masih harus dan wajib mengetahui apa itu "repository ubuntu bla-bla ..."

yg saya kritik cara kerja Paket Manager nya bukan alldeb :) .
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 25 Oct 2014, 03:56

Kalau yg ingin saya lakukan ! proses pembuat single installer dari developer yg membuat aplikasi bukan user yg membuat meskipun si user melakukannya dengan otomatis !

Terima kasih semuanya ! mohon maaf jika ada perkataan yg salah dan tidak berkenan :)

Wassalam.
User avatar
AzrulHaifan
Posts: 97
Joined: 24 May 2013, 06:35
Location: Gresik, Indonesia
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby AzrulHaifan » 25 Oct 2014, 05:58

Jika saya boleh berpedendapat atas apa yang saya ketahui.
Bukankah repository adalah pusat penyimpanan dari ratusan aplikasi ubuntu ? Jika memang kurang lebih seperti itu. ulasan berikut harus dipertimbangkan dalam diskusi single installer kali ini.
Diantara ulasan-ulasan tsb adalah sebagai berikut :

1. Jika tujuan dari topik ini adalah membuat single installer yang bisa linstas distro, dan repository. Maka bukankah itu agak sulit dicapai karena pada dasarnya library tiap repository itu berbeda. Untuk membuat single installer berarti kita perlu membuat sebuah rangkaian library yang akan bekerja di semua repository yang dibutuhkan oleh aplikasi, itu artinya kita harus membuat library nya sendiri.

2. Ingat, salah satu tujuan repository yang saya ketahui adalah meminimalisir penggunaan volume media penyimpanan. Kenapa ? Coba kita simak. Misal pada sistem OP ubuntu 14.04 fresh install, kita akan menginstall wine, besarnya mungkin 200MB. Sedangkan pada ubuntu 14.04 yang sudah memiliki banyak aplikasi dan banyak dari library wine yang dibutuhkan sudah diinstall di komputer tersebut. Bukanya tidak mungkin bahwa Wine bisa berukuran 150MB atau lebih kecil. Hal ini bisa sangat menguntungkan pengguna karena tidak hanya berlaku untuk 1 aplikasi, melainkan semua aplikasi.

3. Misal saya membuat keadaan seperti ini. Jika ada single installer untuk aplikasi "A", yang membutuhkan library "ZZ" dan ukuran file installer nya 100MB. Dilain installer ada apliaksi "B" yang juga membutuhkan libarary "ZZ" yang memiliki ukuran 150MB. Sedangkan ukuran dari library "ZZ" sendiri adalah 10MB. Akibatnya, hal ini bisa membuat space media penyimpanan lebih banyak karena pada satu file installer memuat sebuah library yang sama. Dan saat kedua aplikasi diinstall, mereka hanya akan saling menimpa file library.

4. Jika impian dari topik ini adalah membuat single installer yang mirip windows. Mari kita tengok sistem kerja windows. Di windows library dijadikan satu paket yang kita kenal sebagai NetFramework, benar bahwa setiap aplikasi di windows memiliki library nya masing-masing namun tetap menggunakan library dari NetFramework. Lihat untuk game, windows meiliki DirectX libarary untuk teknologi graphic nya. Dan lihat juga pada sususnan directory aplikasi. Windows memiliki directory program file untuk tempat extract dari aplikasi yang diinstall. Didalam program file terdapat banyak direktory yang berbeda dari tiap aplikasi. Sedangkan di ubuntu, file binary, library, dsb, dijadikan satu pada sebuah directory nya masing-masing. Itu artinya, windows dan Linux memiliki cara kerjanya masing-masing. Setiap cara kerja memiliki keuntungan masing-masing dan tentu juga memiliki kelemahan masing-masing.

5. Untuk membuat single installer lintas repository pertama-tama kita harus membuat sebuah library yang bisa lintas repository. Atau jika tidak, maka single installer yang kita buat hanya akan bekerja untuk file binary yang bisa berjalan lintas repository yang tidak membututuhkan library tertentu. Atau jika tujuan dari single installer ini adalah memaketkan installer dari aplikasi yang ada. Maka hal ini akan sulit untuk digunakan lintas repository. Misal ada single installer untuk wine, padahal wine memiliki library yang berbeda tiap repository. Jadi single installer wine tidak akan bekerja lintas repository.

6. FINAL. Intinya jangan terburu-buru membuat single installer ini lintas distro, cukup sampai linstas repository dulu. Itupun kita juga akan mengalami banyak kendala. Ingat kita hanyalah pihak ketiga, untuk membuat single installer, kita hanya bisa menyajikan sebuah inovasi untuk pengguna, bukan fitur utama untuk pengguna. Jadi mari gunakan single installer ini untuk lintas repository dulu, baru kita kembangkan untuk lintas distro. :)

Sekian dulu untuk kali ini, otak saya sudah bingung mengunkapkan kata-kata :D :D :D. Mohon maaf bila ada salah kata dan mohon koreksinya.
Wassalam :)
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby nif » 25 Oct 2014, 14:46

nah, seru nih :D

oke, berarti saatnya untuk masuk ke ranah yang lebih teknis :)

sebagaimana saya tuliskan di atas, kita sebenarnya ingin installer aplikasi yang universal (lintas distro, lintas versi, kalo bisa lintas arsitektur, dll).
sekarang pertanyaannya, apakah secara teknis itu memungkinkan?

sayangnya tidak semudah itu :confused:
(atau setidaknya, hingga saat ini saya belum tahu caranya)

ada beberapa hal yang menjadi kendala. dan yang menurut saya yang menjadi dasar penyebab utamanya adalah : karena Linux itu free.

iya, saya serius.

sifat free yang dimiliki Linux adalah kekuatan utamanya, namun ada beberapa 'efek samping'nya juga. di antaranya adalah tak ada regulasi/standar yang bersifat mengikat.
coba kita lihat contoh misalnya Microsoft.

Microsoft punya sekian banyak programmer. apakah mereka semua satu ide? saya yakin tidak. mungkin ada si programmer A yang punya ide A, si programmer B yang punya ide B, dll. Tapi ketika Bill Gates memberi keputusan; "kita akan gunakan ide A", maka semua programmer Microsoft mau tak mau akan mengikutinya. Hasilnya, hanya akan ada 1 versi produk. Kita tak akan menjumpai ada windowsXP yang memiliki tombol Start di kanan.

Berbeda halnya dengan di Linux. ketika ada si programmer A yang punya ide A, dan si programmer B yang punya ide B; masing2 bebas mengembangkan idenya sendiri. bisa jadi si programmer A akhirnya menghasilkan distro A, programmer B menghasilkan distro B, dan seterusnya. Tak ada yang melarang. Itulah mengapa pada akhirnya kita kenal ada yang namanya distro Debian, RedHat, Slackware, Mandrake/Mandriva, SuSE, Ubuntu, Fedora, Linux Mint, Arch, Manjaro, dan entah berapa banyak lagi lainnya.

Sekarang ke masalah, apa kaitan antara banyaknya jenis distro Linux dengan pemaketan aplikasi.
menurut saya, tantangan utama perbedaan antar distro dalam kaitannya dengan pemaketan aplikasi yang 'universal', sama sekali bukan masalah versi kernel. lebih dari itu. masalahnya utamanya adalah di shared library.

-> Kubuntu menggunakan library Qt, Xubuntu menggunakan library GTK.
Jika saya membuat aplikasi, dan aplikasi saya memerlukan library GTK, maka aplikasi saya tersebut akan dapat berjalan di Xubuntu, tapi tidak di Kubuntu.

-> Debian meletakkan library C json dengan nama 'libjson', Fedora meletakkannya dengan nama 'json-c'
Jika saya membuat aplikasi, dengan setting 'library=json-c', maka aplikasi saya tersebut akan dapat berjalan di Fedora, tapi tidak di Debian.

-> Ubuntu 14.04 menggunakan libwww-perl versi 6.05, Ubuntu 14.10 menggunakan libwww-perl versi 6.08
Jika saya membuat aplikasi, yang membutuhkan libwww-perl minimal versi 6.07, maka aplikasi saya tersebut akan dapat berjalan di Ubuntu 14.10, tapi tidak di Ubuntu 14.04.


Begitulah, sedikit ribet ya? :grin:


cmiiw


--

oh iya, maap sedikit tambahan;
Ahmad88 wrote:Kalau yg ingin saya lakukan ! proses pembuat single installer dari developer yg membuat aplikasi bukan user yg membuat meskipun si user melakukannya dengan otomatis ! ...

saya juga ingin seperti itu om :)
tapi masalahnya, apa hak kita menyuruh mereka (para developer) menuruti apa yang kita inginkan? kita toh tidak membayar mereka kan? :D

jadi saya rasa lebih baik diskusi kita difokuskan pada 'apa yang bisa kita lakukan', bukan 'apa yang kita ingin orang lain lakukan'. :)
User avatar
AzrulHaifan
Posts: 97
Joined: 24 May 2013, 06:35
Location: Gresik, Indonesia
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby AzrulHaifan » 25 Oct 2014, 18:17

nif wrote:jadi saya rasa lebih baik diskusi kita difokuskan pada 'apa yang bisa kita lakukan', bukan 'apa yang kita ingin orang lain lakukan'. :)

Gagasan baru dari om nif. hehe

sekarang saya ingin bertanya, apakah disini ada yang pernah memakai single installer dari xampp ?
xampp sekarang menggunakan single installer dari bitnami. single installernya bisa berjalan lintas repository dan tentunya lintas distro. kenapa seperti itu ? Karena single installer berupa file binary yang nantinya akan meng extract xampp itu sendiri. Dan diluar hal itu xampp memang sebuah aplikasi yang dari awal sudah dapat melintas keluar repo dan distro.
Sedang masalah utamanya tidak semua aplikasi yang dapat melintasi repo seperti xampp, dan bitnami sendiri hanya berguna untuk web deployment.
Jadi maksut saya adalah mungkin kita bisa memulai project dengan meniru cara kerja dari bitnami namun lebih universal, yaitu untuk shared library juga :)

Sekian monggo dikoreksi :)
User avatar
Malsasa
Posts: 2974
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Malsasa » 25 Oct 2014, 20:36

AzrulHaifan wrote:
nif wrote:jadi saya rasa lebih baik diskusi kita difokuskan pada 'apa yang bisa kita lakukan', bukan 'apa yang kita ingin orang lain lakukan'.

Gagasan baru dari om nif. hehe

Sebenarnya itu salah satu prinsip kang nif sejak dulu. Kalau nggak ada itu, kagak mungkin beliau mbikin apt-id.
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby nif » 25 Oct 2014, 22:28

mengenai bitnami, kebetulan saya belum pernah coba.
tapi sudah baca sedikit di websitenya; https://bitnami.com/learn_more
Self-contained
Our applications are completely self contained and bundle all of the libraries,
databases, and runtimes required to run on any platform.

sepertinya dia sengaja menyertakan library, database, dan runtime yang dibutuhkan jadi satu dengan aplikasinya. dengan begitu, jadi tidak tergantung pada library dll yang terinstall di OS. dia tinggal menggunakan library dll yang sudah dibawanya sendiri :)

konsepnya saya rasa mirip seperti PortableLinuxApp; http://portablelinuxapps.org/

cmiiw
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 26 Oct 2014, 05:12

Maaf om nif. prasangka anda kurang bagus !

saya juga ingin seperti itu om smile
tapi masalahnya, apa hak kita menyuruh mereka (para developer) menuruti apa yang kita inginkan? kita toh tidak membayar mereka kan? laugh


coba anda baca baik-baik dari awal apa-apa yg saya tulis sebelumnya ! saya ga pernah berpendapat mereka(developer) harus melakukan ini dan itu tapi saya ingin membuat single installer untuk aplikasi saya bukan calon user saya yg membuat single installer!

yg ingin saya lakukan
- membuat single installer untuk gambas supaya para pengguna lebih mudah menggunakannya, terutama yg ingin belajar/tertarik untuk belajar gambas.
- membuat single installer untuk aplikasi yg saya buat.
- membuat single instnaller untuk gambas runtime dan komponen supaya mereka para developer gambas mudah dalam mendistribusikan aplikasi yg merka buat.

saya harap anda dan yg lainnya paham maksud saya membuat thread ini !

terima kasih

wassalam.

----

tambahan

om nif:
jadi saya rasa lebih baik diskusi kita difokuskan pada 'apa yang bisa kita lakukan', bukan 'apa yang kita ingin orang lain lakukan'.


saya suka mengikuti milis gambas ! sebagian di antara mereka(developer) ingin gambas memiliki single installer dan mereka juga ingin bisa membuat single installer. :)
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby nif » 26 Oct 2014, 10:27

oh, jadi maksudnya om Ahmad88 ini posisinya sebagai developer yang ingin membuat single installer, bukan sebagai user? iya, kalo begitu salah tangkap maksudnya :D
maap ya ;)

Return to “Pembicaraan Bebas”

Who is online

Users browsing this forum: MichxealSnuby and 8 guests