[Diskusi] Single Installer for Linux

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

[Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 21 Oct 2014, 01:19

Image

Assalamu'alaikum


Mungkin teman-teman yg punya pengalaman tentang single installer untuk linux bisa berbagi cerita di sini !

untuk sementara saya cuman buat hal sederhana dulu begini ! yg penting ada pembicaraan dulu ! untuk kedepannya wallahualam ya kita liat aja nanti !


Point-point nya kira-kira seperti ini

# Installer untuk applikasi

# Bentuk installer kira-kira mirip seperti yg digunakan banyak aplikasi di Sistem Operasi Windows (kalau anda belum pernah menggunakan windows dan belum pernah menginstall aplikasi di Windows anda bisa mencoba applikasi windows dan menginstallnya menggunakan Wine di Linux)

# Pembatasan hanya untuk linux desktop
- Semua distribusi linux desktop (untuk sementara ubuntu dulu aja :D )
- Distribusi linux memiliki atau telah terinstall
___* Desktop Manager dalam pendistribusiannya
___* Minimal Window Manager (untuk sementara Minimal Desktop Manager dulu aja)

# Hanya untuk satu arsitektur komputer dulu aja (tapi klo bisa multi ya ga papa malah bagus) x86

# {nanti bisa ditambahkan seiring berjalannya waktu :) }





Terimakasih untuk partisipasinya

Wassalamu'alaikum
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby nif » 21 Oct 2014, 09:14

wah, menarik nih :D

tapi saya rasa perlu diperjelas dikit om, yang dimaksudkan di sini installer yang seperti apa? installer aplikasi atau installer OS?
apakah maksudnya seperti installer aplikasi yang bisa diinstall di semua distro (misalkan asalkan arsitektur 32-bit), dan semua versi?
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 22 Oct 2014, 05:56

@ Om Nif

Terima kasih udah mengingatkan ! udah saya update keterangan di awal halaman !
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 23 Oct 2014, 05:58

Note:Paket Manager And Single Installer

Keumuman di linux kebanyakan menggunakan paket manager dalam melakukan installasi aplikasi atau pemasangan library(driver, dll), hal ini juga menyebabkan kurang akurnya antara aplikasi yg dipasang menggunakan Single Installer dan paket manager.
jangankan Single Installer antara satu paket manager yg satu dan yg lainnya juga kurang akur !

kapan-kapan di tambahin lagi :)

Wassalam.
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby nif » 23 Oct 2014, 09:12

nah, kalo gitu, gimana kalo om Ahmad88 jabarkan dulu konsep yang diinginkan seperti apa? :D
coba ceritakan dulu secara detail gambaran idenya, tak perlu memikirkan dulu teknisnya.
baru setelah itu nanti coba kita lihat dari segi teknis, apakah kira2 ide tersebut bisa diwujudkan :)
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 24 Oct 2014, 01:05

Klo di tanya konsep nya seperti apa ? jawaban saya ya singkatnya ingin membuat single installer seperti yg digunakan di OS Windows.

maaf om nif, klo boleh saya minta pendapat om dan para anggota ubuntu-indonesia !

Seumpama saya membuat single installer untuk aplikasi yg akan saya buat kira-kira menurut anda kendala yg akan di hadapi apa aja ya ?

jujur saya buka thread diskusi ini salah satunya dan yg paling utama ingin mendapatkan jawaban yg saya tanyakan di atas !

Terima kasih

Wassalam
User avatar
Ahmad88
Posts: 20
Joined: 21 Sep 2014, 05:36
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Ahmad88 » 24 Oct 2014, 01:12

Sedikit cerita dari saya

Dengan menggunakan Windows Emulator saya bisa menginstall aplikasi windows dengan cara yg sama di semua distro linux. dan ga perlu lagi memikirkan dependensi yg di butuhkan untuk distro ini dan itu apa ? dan lebih menarik lagi bisa dilakukan di versi distro linux yg berbeda-beda. tapi kenapa aplikasi yg ditujukan untuk linux masih sulit dalam pemasangannya padahal dibuat hanya untuk linux ?

Para pengguna linux desktop kondisinya masih sangat memprihatinkan coba bayangkan sudah pengguna lebih sedikit dari pengguna Windows harus terbagi-bagi lagi dengan dengan adanya distribusi distribusi Linux yg masing-masing memiliki perbedaan entah dalam penggunan Desktop Manager dan juga Paket Manager.

yg membuat jurang pemisah yg paling besar antara pengguna linux dengan distro yg berbeda ada 2 macam.
1 ) Penggunaan Desktop Manager
2 ) Penggunaan Paket Manager

untuk yg pertama Desktop Manager
- untuk menyiasati perbedaan desktop manager terkadang para user yg berpengalaman dengan linux lebih senang menyelesaikan masalah dengan menggunakan Terminal Emulator, sebagai contoh untuk menjalan kan aplikasi di masing-masing Desktop Manager mempunyai antar muka yg berbeda tapi di terminal anda cukup mengetik perintah yg sama.
- terkadang juga menggunakan aplikasi yg sifatnya universal, misalnya untuk mengetahui informasi sistem anda bisa menggunakan aplikasi I-Nex jadi si aplikasi tidak terikat pada satu desktop manager dan memiliki antarmuka yg sama meskipun beda desktop manager.
- dsb ... :)

hal di atas bisa diterapkan di SEMUA DISTRO dengan CARA YG SAMA. meskipun Desktop Manager yg satu dengan yg lainnya berbeda dan terkadang membuat bingung pengguna tetapi menurut kebiasaan si penggunalah yg memilih distro dengan Desktop Manager yg sesuai kebutuhan dirinya (jadi merupakan PILIHAN si pengguna)

Bagai mana dengan Paket Manager ? Apakah merupakan PILIHAN si pengguna atau yg di pilih pengguna adalah kelengkapan aplikasi yg ada di repository yg telah di sediakan oleh pembuat distro.

untuk yg kedua Paket Manager (yg dibahas metode Installasi)
untuk menyiasati perbedaan Paket Manager (cara menginstallasi aplikasi) di Linux bisa dilakukan dengan beberapa cara

Proses Installasi yg secara langsung melakukan pengecekkan terhadap file-file yg dibutuhkan (bukan Paket).

- Menginstall aplikasi dari source code, hal ini biasa dilakukan oleh sebagian kecil pengguna linux dan para pengembang aplikasi. cara penginstallasian suatu aplikasi di distro yg satu dan yg lainnya kemungkinan besar sama. meskipun begitu cara seperti ini tergolong sulit dan butuh kemandirian .

- Menginstall aplikasi dengan cara Tradisional, di sebut tradisional karena caranya sangat sederhana sekali yakni dengan menggunkan jurus Copy dan Paste file biner. cara seperti ini mudah jika aplikasi hanya terdiri dari satu atau dua file biner saja dan si aplikasi tidak membutuhkan banyak ketergantungan file library.

- Menginstall aplikasi dengan cara semi otomatis, di sebut semi otomatis karena sebagian pekerjaan dilakukan secara otomatis yakni dengan menggunakan extractor yg mana si extractor memasang file-file yg sebelumnya telah di arsipkan sesuai dengan direktori yg sudah ditentukan, meskipun begitu si pengguna masih harus mengecek ketergantungan file secara manual.

- Menginstall aplikasi dengan bantuan Installer (biasa disebut single installer), cara seperti ini mencakupi hal-hal yg mudah yg anda dapati dari ketiga cara sebelumnya, pengecekkan ketergantungan file secara otomatis sama seperti menginstall dari source, pemillihan aplikasi yg akan di install sama seperti menginstall aplikasi secara tradisional dan pemasangan secara otomatis sama seperti menggunakan extractor.
Apakah ada yg lebih mudah dari proses instalasi seperti ini ? ...
ternyata tidak cuku sampai di situ saja , kemudahan Single Installer juga mencakupi kemudahan dalam metode penginstallasian yg menggunakan pemaketan (hanya dalam beberapa hal) !

$ dalam penginstallan menggunakan pemaketan anda akan di manjakan dengan yg namanya repository, yg mana anda tidak perlu bingung lagi harus mencari file-file apa saja yg diperlukan untuk penginstallasian aplikasi.

> di Single Installer seolah-olah didalamnya ada mini repository yg menyediakan file-file yg dibutuhakan oleh aplikasi.

$ di metode pemaketan anda tidak perlu lagi mengetahui hal-hal yg berkaitan dengan file-file secara detil jadi cukup mengetahui paket-paket apa saja yg dibutuhkan.

> di Single Installer anda hanya cukup mengetahui Installer untuk aplikasi itu sendiri.

$ di metode pemaketan anda akan di layani oleh paket manager yg friendly dalam menginstall /uninstall aplikasi oleh paket manager yg berbasis GUI di distro yg anda gunakan (karena paket itu sendiri berkaitan erat dengan versi dan jenis distro yg digunakan).

> di Single Installer, seolah-olah satu aplikasi di tangani oleh satu paket manager khusus untuk melakukan install/uninstall, selain bentuk nya friendly (berbasis GUI) dan dapat digunakan lintas distro(karena ditujukan untuk sistem operasi) tanpa harus melakukan instalasi Installer terlebih dahulu dan bentuk installer pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan si aplikasi .
Meskipun bisa lintas distro dan lintas versi tetap saja mempunyai batasan yakni jika file-file yg dibutuhkan aplikasi yg akan di install terpenuhi. dan biasanya juga di pengaruhi versi kernel sistem operasi yg digunakan, batasan tersebut juga berlaku untuk metode pemaketan

Sampe disini dulu aja .. :)

Saya minta tolong untuk di koreksi jika ada perkataan atau kalimat yg salah.
Terima kasih

Wassalam
User avatar
Malsasa
Posts: 2974
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby Malsasa » 24 Oct 2014, 10:13

Akang udah pernah lihat alldeb apa belum?
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [Diskusi] Single Installer for Linux

Postby nif » 24 Oct 2014, 17:17

[quote=Ahmad88]maaf om nif, klo boleh saya minta pendapat om dan para anggota ubuntu-indonesia

maap bukannya gak mau berpendapat om.. tapi kebetulan saya dulu sudah cukup sering bertukar pikiran mengenai topik ini, terutama dengan kang Malsasa yang posting di atas, jadinya saya ingin dengar pendapat dari kang Ahmad88 dulu :D

ini contoh tulisan kang Malsasa;
http://linuxdreambox.wordpress.com/2012 ... packaging/
http://linuxdreambox.wordpress.com/2013 ... evelopers/

saya rasa hampir sama, pada intinya kita ingin installer aplikasi yang 'universal', cukup satu file, enggak butuh dependensi, enggak butuh koneksi langsung ke internet, dan bisa digunakan di semua komputer tak peduli distronya..

bukan begitu? ;)