FUI Masuk Detik iNet

Diskusi Panel & Ngoprek Bareng
Release Party Ubuntu 13.10
"Membangun Lingkungan Bisnis Menggunakan Linux Ubuntu"
Gedung 2 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Sabtu, 2 November 2013
User avatar
Arunaru
Posts: 326
Joined: 19 Jan 2011, 13:44
Contact:

FUI Masuk Detik iNet

Postby Arunaru » 04 Nov 2013, 15:50

[size:17pt]Hehe, sebelumnya ane ucapin terima kasih yang sebesar-besarnya buat temen-temen yang udah ikut meramaikan acara, you are really amazing all :D

seneng bisa ketemu temen-temen semua...

well, Forum Ubuntu Indonesia masuk berita di detik news nih :D

berikut beritanya :D[/size]

[size:17pt]Ngoprek Bareng Forum Ubuntu Indonesia[/size]
Yudhianto - detikinet
Senin, 04/11/2013 14:44 WIB


Jakarta - Komunitas open source di Indonesia makin menggeliat. Forum Ubuntu Indonesia sebagai salah satu wadah open source terbesar di Indonesia, kembali menggelar event tahunan Release Party untuk menggalakkan penggunaan open source.

Acara �diskusi panel dan ngoprek bareng� yang diadakan di gedung BPPT, Jakarta ini mengusung tema �Membangun Lingkungan Bisnis dengan Ubuntu�.

Ada 5 pembicara yang dihadirkan: Gary Dean selaku pendiri forum ubuntu Indonesia, Dr. HM. Basyir Ahmad, Anjar Hardeana, HM. Muanzer, dan Teddy Sukardi yang masing-masing menghadirkan tema berbeda dalam setiap presentasinya.

Diawali oleh Dr. HM. Basyir Ahmad, orang yang menjabat sebagai Walikota Pekalongan ini mengedepankan penggunaan sistem berbasis open source pada struktur pemerintahannya yang menurutnya sesuai dengan kebutuhan kota yang dipimpinnya.

Dengan mengandalkan sistem berbasis open source yang jauh lebih terjangkau, menurutnya berbanding lurus dengan pengurangan tingkat kemiskinan di kota Pekalongan.

Hal tersebut dimungkinkan karena alokasi dana yang dibutuhkan untuk aspek TI dapat jauh lebih rendah, sehingga dapat lebih banyak dana yang dapat dialokasikan untuk tujuan pengurangan tingkat kemiskinan yang tengah dilakukan pemerintahnya.

Sedangkan Anjar Hardeana sebagai Linux Cloud Computing Consultant pada salah satu perusahaan di Indoensia menekankan dengan mengandalkan Linux, penggunanya akan lebih mudah melakukan kustomisasi sesuai kebutuhan bisnis yang dijalankannya. Yang dapat membuatnya lebih unik sekaligus menarik.

Beda lagi tema yang dibawakan oleh HM. Muanzer, Kepala Subdirektorat Industri Konten Multimedia, Kementrian Kominfo ini mengatakan bahwa acara-acara berkonsep technopreneurship open source harus makin sering dilakukan oleh berbagai komunitas ataupun organisasi, tidak hanya 1 kali setahun, tapi setidaknya 6 kali dalam setahun.

Tujuannya adalah demi meningkatkan jumlah tenaga-tenaga ahli di bidang open source yang terbilang masih sedikit di Indonesia.

Sementara itu sebagai penutup, Teddy Sukardi menonjolkan kelebihan-kelebihan yang ditawarkan open source dalam penggunaan di lingkungan bisnis.

Adapun kelebihan tersebut terdiri dari keamanan yang baik, kualitas mumpuni, kemampuan kustomisasi yang fleksibel, kebebasan dalam penggunaan, auditibilitas atau dapat diperiksa kode sumbernya, dukungan teknis melimpah baik dari komunitas maupun dari pihak pengembang, dan biaya yang jauh lebih terjangkau.

Selain acara diskusi panel dan ngoprek bareng, acara yang didatangi sekitar 300 ratus peserta itu juga mengadakan dua kelas workshop yakni kelas Netwrok perform analis yang dibawakan oleh Boy Aidil Sjam yang merupakan Network Information Technology Consultant and Services dari Chief Kreasindo, dan kelas Desktop yang dibawakan oleh Adanng Hidayat sebagai SisAdmin dari OKUSI InfoTech.

Kelas dekstop tersebut sekaligus memberikan pengenalan terhadap Ubuntu 13.10 beserta fiturnya, proses installasi Ubuntu 13.10, dan pengenalan OBD (Okusi Business Desktop).

Link : http://inet.detik.com/read/2013/11/04/143317/2403369/317/2/ngoprek-bareng-forum-ubuntu-indonesia


ada lagi nih

[size:17pt]'Korupsi Bikin Open Source Sulit Dekati Instansi Pemerintah'[/size]
Yudhianto - detikinet
Minggu, 03/11/2013 16:39 WIB


Jakarta - Selain kurang familiar di telinga pengguna awam, sistem operasi berbasis open source umumnya kurang diminati karena popularitasnya yang masih terbilang tergolong minoritas.

Ada hal lain yang terbilang mengesalkan dan menghambat perkembangan sistem berbasis open source, terutama di institusi pemerintahan. Korupsi, demikian seperti diutarakan Gary Dean sebagai salah satu penggiat Ubuntu di Indonesia.

Berbicara di event tahunan Release Party forum Ubuntu Indonesia bertajuk 'Membangun Lingkungan Bisnis dengan Ubuntu' di Gedung BPPT, Jakarta pekan ini, Gary menyebut budaya korupsi yang telah mengakar termasuk faktor utama yang menghambat adaptasi sistem berbasis open source pada institusi pemerintahan.

"Implementasi open source itu umumnya membutuhkan dana yang tidak begitu besar, namun justru hal ini lah yang menjadi penghambat open source kurang diminati oleh banyak instansi pemerintah. Tidak ada insentif langsung seperti yang akan diberikan pembesut proprietary software saat membelinya," papar Dean.

"Bahkan (kemungkinan) juga ada insentif yang ditujukan untuk beberapa pihak dalam instansi agar mengharamkan penggunaan sistem berbasis open source. Hal semacam inilah yang akhirnya menghambat open source memasuki lahan pemerintahan," sambungnya.

Meski demikian, menurut Gary, telah banyak usaha yang dilakukan penggiat open source di Indonesia. Mulai dari komunitas hingga para pakar open source, mereka berupaya meningkatkan awareness untuk sistem berbasis open source bagi kalangan awam dan juga industri.

(yud/rns)

http://inet.detik.com/read/2013/11/03/163921/2402664/398/korupsi-bikin-open-source-sulit-dekati-instansi-pemerintah




Image
:yay: :yay: :yay:
User avatar
mhoosey
Posts: 203
Joined: 04 Oct 2013, 00:51
Location: Jakarta, Indonesia
Contact:

Re: FUI Masuk Detik iNet

Postby mhoosey » 04 Nov 2013, 16:05

Saya duduk di belakang sihh, jadi gak keliatan fotonya di Detik wkwk
User avatar
Arunaru
Posts: 326
Joined: 19 Jan 2011, 13:44
Contact:

Re: FUI Masuk Detik iNet

Postby Arunaru » 04 Nov 2013, 16:08

[quote=mhoosey]Saya duduk di belakang sihh, jadi gak keliatan fotonya di Detik wkwk


wkwk lain kali di depan dong masbro, biar bisa mejeng wkwk
:yay: :yay: :yay: