[ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
User avatar
wurip
Posts: 22
Joined: 14 Jan 2013, 17:51

[ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Postby wurip » 08 May 2013, 17:06

Berawal dari penjelasan bro nif di trit alldeb & blognya bro malsasa serta artikel/forum lainnya yg ane udah lupa, ane ada uneg2 yg mungkin saja sering dibahas, jadi mangap ya kalau repsol...
#
Kan ceritanya ubuntu sekarang pake pemaketan yang dependensinya terpecah2 & bisa dishare dengan aplikasi lain (agan tau sendiri lah, ane bingung jelasinnya). Pokoknya jadi susah kalau mau install aplikasi offline, & kalaupun ada offline installer macam alldeb, .isi, dan lainnya, bisa saja menimbulkan masalah jika user sudah meremove paket yg dependen terhadapnya.
#
Jadi idenya adalah �mengapa tidak membuat distro ubuntu ini seperti windows? dalam artian user tidak diijinkan meremove aplikasi dari fresh install barang satu aplikasi pun (lock), tetapi tetap bisa menonaktifkan fungsinya�. Jadinya ubuntu yg satu pasti identik dengan ubuntu yg lainnya, gak ada unik-unikan lagi, shg memungkinkan tuk membuat offline installer yg benar2 universal. Contohnya di windows, bisakah kita menguninstall internet explorer atau windows explorer? Jawabannya secara umum adalah tidak. Kita hanya bisa menonaktifkannya (hilang dari menu start, tak bisa dipanggil, tak bisa dijalankan, seakan2 diremove tapi nyatanya tetap terpasang) & bisa diaktifkan lagi jika kita menginginkannya. Ingat! penonaktifan tak sama dengan mendisable startup aplikasi, kalau disable startup tu aplikasinya tidak berjalan setelah boot, tapi tetap bisa dipanggil & dijalankan. Mengerti bedanya kan? (ngerti lah). Ubuntu bisa menyediakan GUI utk fungsi penonaktifan ini.
#
Agar lebih mantap lagi, menurut ane sebaiknya distro ubuntu ni menyatukan varian2 DEnya. No more xubuntu, kubuntu, lubuntu, ubuntu gnome. Cukup satu saja, ubuntu dengan DE unity, gnome shell, kde, xfce, & lxde sekaligus dalam satu iso dengan paket yang lengkap (universal utk komputer spek tinggi sampai menengah, kita bisa memilih DE defaultnya) bisa lubuntu mode, xubuntu mode, kubuntu mode dengan beberapa aplikasi yg otomatis menjadi nonaktif saat kita pilih mode tertentu, jadi seakan2 punya 5 OS padahal aslinya hanya satu, kebayang kan? Kuwatir installernya terlalu besar? Nggak masalah, lihat OS sebelah, karena kemudahannya, iso installer sebesar 2,4GB pun tetep dicari2 & ditunggu2 downloadnya walau berjam2 (walau bajakan juga tetep dicari2). Aplikasi bergiga-giga segede2 gaban (part1 s/d part10) juga tetep ditungguin downloadnya sampe berhari2. Kuwatir installer yg besar akan memakan space harddisk? Dah hampir gak relevan ngomongin space harddisk jaman sekarang. Komputer saat ini kapasitas harddisknya segede2 gaban dg harga terjangkau.
#
Kalau sudah terwujud ubuntu yg seperti itu (DE paket lengkap & lock disertai fungsi penonaktifan), akan mudah membuat offline installer. Kumpulan deb itu tinggal disatukan hingga jadi offline installer yg utuh yg bisa didownload di situs resmi ubuntu. Install & upgrade aplikasinya juga mudah, tinggal double klik (tanpa chmod +x), masukkan password, lalu tunggu progresnya sampai selesai (no more next, next, next, hahah!). Sediakan juga update pack (mungkin berisi upgrade library, upgrade dependensi tertentu, atau upgrade paket lainnya) & driver2 hardware (opensource maupun proprietary) yg bisa didownload di situs resmi ubuntu & dapat diinstall offline (double klik). Jujur saja, ane lebih suka proses install aplikasi yg seperti itu, ane lebih suka mendownload di situs resmi, menghajarnya dengan download manager, melihat progres downloadnya sampai berapa persen, melihat kecepatan downloadnya sampai berapa kB/s (ini sangat menyenangkan & mudah) lalu menginstallnya dg double klik, daripada install lewat terminal yang tampilannya hitam putih itu2 aja (nggak dapet feelnya gan). Pasti ada juga agan2 di sini yg seperti ane kan? akui saja. Dijamin semudah windows pokoknya. Mudah install, mudah upgrade, mudah remove
#
ane tau ada slackware dengan slackbuildnya, portable app, atau bodhi linux dengan bodnya, tapi akan sangat hebat jika ubuntu yg menjadi seperti harapan ane di atas. Soalnya Ubuntu sudah sangat populer, reliable & umum serta mudah. Tapi sepertinya ide seperti ini merupakan ide yg egois, cenderung memaksakan kehendak agar memenuhi harapan seorang yg pengen mudah install offline saja. Mungkin jika diajukan ke pengembang ubuntu bisa langsung ditolak karena tidak bisa bebas meremove aplikasi sesukanya & alasan lainnya. Atau mungkin agan2 di sini ada yg bisa meremaster ubuntu seperti kriteria di atas? Juga menyediakan offline installernya? ane yakin bakalan menarik perhatian para pengguna OS sebelah yg terkenal dengan kemudahannya itu (khususnya pengguna bajakan). Mungkin agan bisa menamai remasternya dengan �ubuntu pro�? (orang indonesia sangat tertarik dg embel2 pro seperti di trit ane ini , hahaha, bercanda) tapi ane yakin bila mendompleng nama ubuntu akan cepat menaikan popularitas (terkesan lebih reliable) daripada menamai sendiri seperti blankon, igos, manux, sundara, dsb (mungkin butuh izin utk pakek nama ubuntu) makin populer, makin banyak orang punya isonya, makin juga banyak orang punya kumpulan offline installernya, makin mudah share, makin mudah mengajak migrasi (semudah windows yg installernya bertebaran di mana2, tanya saja ke temen agan yg pake windows, agan minta installer pasti dikasih & gak usah capek2 download)
#
Terlepas dari itu semua, ane sudah merasa sangat mudah & sangat puas dengan ubuntu yg sekarang. ane mengutarakan ide di atas bukan untuk ane sendiri kok, tapi karena ane memikirkan user2 awam yg mengeluhkan mengapa ubuntu/linux tidak semudah windows, sasarannya bukan ane, tapi mereka. Windows setelah install gak ada aplikasi officenya, tapi mengapa dianggap mudah? Windows setelah install gak ada flashplayer, tapi mengapa dianggap mudah? Windows setelah install harus pasang driver2 yg bejibun, tapi mengapa dianggap mudah? Windows lebih rentan virus, tapi mengapa dianggap mudah? Khusus windows/aplikasi bajakan menggunakan crack, keygen, patch, activator, & sebangsanya, tapi mengapa dianggap mudah? Windows setelah install sebenarnya juga tidak bisa memutar semua format audio/video, harus install codec dulu, tentu pengguna windows sangat familier dg yg namanya K-lite mega codec pack, tapi mengapa dianggap mudah? Malah linux yg terus dikeluhkan gak bisa muter audio/video/flashplayer? Mengapa? Mengapa? Mengapa? Tentu agan tau sendiri jawabannya.
#
Yg di atas hanya uneg2 saja, gak usah terlalu serius. Inti dari trit ini adalah, bisakah kita lock suatu distro? bisakah menonaktifkan aplikasi tertentu tanpa meremovenya? Itu aja pertanyaan ane (jiaahhh, dari tadi cuman muter2 doang)
#
Mungkin jika trit ini ane post di forum lain bakalan dibully habis2an. ane anggap FUI ini adalah forum linux yg paling ramah se-Indonesia, jadi tolong jangan ada tanggapan semacam �linux ya linux!, windows ya windows!, keduanya berbeda!, pakek windows aja kalo pengen gampang & gak mau belajar!!� Tolong jangan seperti itu yaa.... Kita kan warga FUI yg ramah.... hehehe....
User avatar
jimbling
Posts: 70
Joined: 05 Feb 2013, 14:58
Location: Yogyakarta, ID
Contact:

Re: [ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Postby jimbling » 08 May 2013, 18:15

Mantapppppppppp ..... :)
User avatar
Malsasa
Posts: 2974
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Re: [ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Postby Malsasa » 08 May 2013, 18:30

Saya ingin jadi muslim pertama yang mendukung ide akang ini. Jawaban saya: tidak tahu.

Saya memang seide dengan akang mengenai back to the root, back to Windows. Namun ada perbedaan mendasar antara ide kita. Kalau ide saya, sistem instalasinya yang diubah. Program dipaket menjadi 1 seperti halnya EXE, dan persis seperti kata akang, siapa peduli redundansi? Ukuran HDD sudah terabyte. Ini dilakukan dengan mengubah Synaptic agar mampu memaketkan kembali aplikasi yang sudah diinstal lengkap bersama dependensinya menjadi 1 berkas mirip EXE (akang tahu sendiri). Saya memang baru hari ini tahu ide seperti ide akang ini tetapi saya masih tidak percaya ide ini bakal berhasil. Yang jadi titik berat seharusnya pemaketan aplikasinya. Tirulah Windows dengan kesederhanaannya. Ini sebetulnya jawaban dari pertanyaan akang di paragraf terakhir itu.

Sebagai bukti dukungan saya, ini saya lampirkan beberapa proposal atau setidaknya pertanyaan saya kepada pihak distro. Saya lampirkan pula surel dari Michael Vogt, Andrew Starr-Bochicchio, dan Ritesh Raj Sarraf. Akang tahu orang-orang ini.


Mengirimkan ide kepada developer OS tidak menjamin inovasi brilian akang diwujudkan. Saya mendukung akang nif untuk terus berinovasi.
User avatar
budiar0711
Posts: 2
Joined: 08 May 2013, 15:49
Location: Indonesia

Re: [ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Postby budiar0711 » 08 May 2013, 21:00

Linux di ciptakan untuk orrang yang mau berpikir kreatif tidak terkekang dengan satu OS atau distro di sinilah beda linux dan windows atau pun MAC os. Ubuntu sendiri diciptakan untuk orang2 yang mau menjadi diri sendiri dengan menyediakan berbagai macam turunan linux /debian.
User avatar
Malsasa
Posts: 2974
Joined: 07 Jun 2010, 22:37
Location: Mojokerto, Indonesia
Contact:

Re: [ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Postby Malsasa » 08 May 2013, 21:12

budiar0711 wrote:Linux di ciptakan untuk orrang yang mau berpikir kreatif tidak terkekang dengan satu OS atau distro di sinilah beda linux dan windows atau pun MAC os. Ubuntu sendiri diciptakan untuk orang2 yang mau menjadi diri sendiri dengan menyediakan berbagai macam turunan linux /debian.

Konsekuensinya bapak, ibu, adik, kakak, tetangga, dan teman saya tidak mau menggunakan Linux, Kang. Ubuntu sedang berusaha membalik paradigma itu. OS seharusnya mudah dipakai, sederhana (it should reduce complexity), dan senantiasa user friendly. Kita saksikan sendiri betapa banyak developer yang mengusahakan agar Linux ke arah sini.

Bukan masalah terkekang atau tidak terkekang. Terlalu banyak pilihan itu membuat orang bingung. OS cukup 1 karena mayoritas pengguna adalah orang biasa, bukan penggemar oprek. Masyarakat tidak pernah butuh OS, mereka hanya butuh aplikasi. OS hanya tambahan yang harus ada (wasilah) untuk aplikasi mereka. OS yang menyederhanakan semua kerumitan hardware untuk user. Akang wong urip sedang membebaskan keterkekangan beliau dari kerumitan.

But thank you so much for entering this thread in your first post! Great enthusiasm! :D
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Postby nif » 10 May 2013, 11:26

gagasan yang menarik dan rasional :laugh:

Saya dulu migrasi ke Linux pada kondisi tak punya internet sama sekali, dan merasakan sendiri sulitnya untuk sekedar install aplikasi. Jadi, saya pribadi paham dan menghargai pemikiran om wong_urip ini.
Tapi maap, di sini saya justru akan menulis dari sudut pandang yang berbeda.

begini, Ubuntu menggunakan sistem APT bukan tanpa alasan yang kuat. Sistem manajemen software APT hanya 'kalah' dibandingkan sistem ala Windows jika digunakan tanpa internet. Di luar itu, beda ceritanya :smile:

Dari sudut pandang pengguna yang terkoneksi langsung ke internet, apakah sistem ala Windows lebih mudah daripada APT? Tidak juga.
Di APT, kita bisa install software apapun yang tersedia, cukup dengan sudo apt-get install. Tak perlu cari link, tak perlu download sendiri, tak perlu next-next-next, tak ada EULA. Semua otomatis. Bahkan bisa juga tinggal klik dari USC. Belum lagi kalo ada update software versi terbaru, semua akan langsung diinformasikan ke kita dan bisa langsung di-upgrade dengan sekali perintah. Jauh lebih mudah daripada Windows kan?

Itu baru dari segi kemudahan penggunaan. Ada banyak segi keunggulan lain, misalnya hemat space seperti yang telah disebutkan. Tapi ada segi lain yang jauh lebih penting; security dan fleksibilitas.

Intinya yang ingin saya sampaikan adalah, susah sekali jika kita mengharapkan Ubuntu mengubah sistem manajemen softwarenya. Perlu diingat bahwa sebagian besar developer maupun pengguna Ubuntu (saya rasa) memiliki koneksi internet, sehingga mereka mungkin bahkan tidak menyadari bahwa menggunakan APT tanpa koneksi internet itu sulit.

Maka, jika kita sampaikan ide ini ke developer atau komunintas internasional Ubuntu (yang belum tahu susahnya menggunakan APT tanpa internet), kecil kemungkinan untuk diterima.

Mengenai opsi menerapkan gagasan di atas pada sebuah distro baru, saya rasa bisa. Tapi itu akan memerlukan resource yang sangat besar.

Jadi, saya rasa hal paling optimal yang bisa kita lakukan saat ini adalah menggali solusi manajemen APT pada komputer offline, tapi tanpa mengubah sistem yang sudah ada. (untuk saat ini, saya menawarkan apt-id sebagai solusinya)

Dan kabar baiknya, tampaknya beberapa developer Ubuntu mulai berpikiran ke arah tersebut. Kita tunggu saja perkembangannya.

maap kalo ada yang salah :smile:

cmiiw
User avatar
belthsazar
Posts: 1300
Joined: 02 Jul 2011, 04:38
Location: Surabaya, Indonesia

Re: [ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Postby belthsazar » 10 May 2013, 11:57

wah.. thread saya disebut2.. :grin: btw saya kemarin ada pengalaman yg mungkin bisa berguna. saya baru saja instal ulang Precise karena satu dan lain hal. sebelumnya saya punya backup dari /var/cache/apt/archives. ternyata ini bisa dipakai ulang tanpa harus download lagi. misal mau instal codec. kita cukup sekali melakukan apt-get update secara online, lalu copy arsip ke direktorinya. selanjutnya tinggal apt-get install, maka arsip akan diinstal tanpa perlu koneksi.
User avatar
wurip
Posts: 22
Joined: 14 Jan 2013, 17:51

Re: [ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Postby wurip » 05 Jun 2013, 10:37

ane pikir mustahil mengubah apt, tapi malah ada arah ke situ di threadnya agan belthsazar. Sebenernya maksud ane sih gak mengubah sistem manajemen software tapi cuma mumbundle aplikasi beserta dependensinya yg ada di repo resmi (tetep pakai apt) biar cocok di semua komputer ubuntu. Mengunci paket yg ane maksud kurang lebih sama seperti android (kalau belum diroot gak bisa remove aplikasi bawaan) yg ini mungkin saja dilakukan. Kalo yg menonaktifkan (mamatisurikan) aplikasi keknya sangat susah ya..
@belthsazar: bener banget, ane juga udah lama pakek cara kek gitu. Malahan ane gak perlu apt-get update lagi. Coba lihat trik ane di thread apt-id
@nif: Et dah! Ane baru paham, ternyata ntu gunanya md5sum, untuk memastikan bahwa file ntu bener2 asli. Kalo ubuntu dibikin kayak di atas bisa aja ya kita menyisipkan program jahat ke dalam suatu bundle aplikasi, jiaahh, bedanya ama windows yg gampang virusan apa kalo gitu? Bad idea,
FAIL
#
#
#
#
FAIL twice
�....:::::::::THREAD CLOSED:::::::::�....
User avatar
belthsazar
Posts: 1300
Joined: 02 Jul 2011, 04:38
Location: Surabaya, Indonesia

Re: [ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Postby belthsazar » 05 Jun 2013, 14:40

wurip wrote:@nif: Et dah! Ane baru paham, ternyata ntu gunanya md5sum, untuk memastikan bahwa file ntu bener2 asli. Kalo ubuntu dibikin kayak di atas bisa aja ya kita menyisipkan program jahat ke dalam suatu bundle aplikasi, jiaahh, bedanya ama windows yg gampang virusan apa kalo gitu? Bad idea,

bukan memastikan asli tidaknya, tapi memastikan bahwa file itu masih perawan atau sudah diutak-atik. *bahasanya rada-rada* karena suatu file kalo sudah diubah, pasti MD5SUM dan SHASUMnya berubah.
User avatar
nif
Posts: 2818
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: [ASK] Mengunci Paket Suatu Distro

Postby nif » 05 Jun 2013, 21:56

@wurip :
tepat sekali. itu salah satu alasan mengapa Windows relatif lebih mudah terkena virus.
cara paling aman untuk mendapatkan aplikasi tentu dengan men-download langsung ke server khusus yang dikontrol langsung oleh penyedia OS yang bersangkutan. itulah yang dilakukan APT :laugh:

btw, saya tidak sependapat dengan ide ini, tapi tetap menurut saya ide ini bagus :smile:

Return to “Pembicaraan Bebas”

Who is online

Users browsing this forum: MichxealSnuby and 9 guests