Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft?

Tempat nongkrong. Diskusi bebas di luar topik.
User avatar
iyok
Posts: 198
Joined: 06 Jun 2011, 11:03
Location: Betawi
Contact:

Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft?

Postby iyok » 23 Apr 2012, 06:24

Mari kita bernostalgia sejenak, tepatnya pada tanggal 30 Juni 2004.

Ada apa ditanggal itu?

Gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) di deklarasikan tgl 30 juni 2004 dan ditandatangani oleh 5 menteri yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Besar harapan dan cita-cita bangsa ini untuk menjadi maju dan mandiri disegala bidang dan khususnya di bidang teknologi informatika telah diwujudkan disana. Deklarasi yang yang didukung oleh 5 kementerian diatas adalah bukti adanya dukungan pemerintah untuk memenuhi amanat UUD yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan sekedar membuat orang pintar, tapi cerdas.

Dukungan terhadap program-program Open Source yang menawarkan kebebasan, bebas dalam berkreasi, bebas dalam ber inovasi, dan bebas dalam memilih aplikasi, adalah suatu yang sungguh luar biasa menurut pandangan saya waktu itu.

Deklarasi itupun tidak sekedar tandatangan, pada perkembangan berikutnya didirikan IGOS center dan bahkan dibuat produk open source buatan dalam negeri yaitu linux IGOS Nusantara.

Pada tanggal 30 Maret 2009, lagi-lagi pemerintah menunjukkan dukungannya terhadap program IGOS ini. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software telah diterbitkan, yang ditujukan kepada Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Panglima TNI, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara dan Lembaga Lainnya, Para Gubernur, Bupati/Walikota, dan Direksi BUMN, yang isinya utamanya pada point ke 2 :

� Dalam rangka mempercepat penggunaan perangkat lunak legal di Indonesia, maka di WAJIBKAN kepada Instansi Pemerintah untuk menggunakan perangkat lunak Open Source, guna menghemat anggaran Pemerintah�

Sempurna! Tinggal pelaksanaan dilapangan dan sosialisasi ke masyarakat saja, maka IGOS akan sukses.

Benarkah begitu?

Tak disangka-sangka, pada Hari Pendidikan Nasional 2011 kemarin, Menteri Pendidikan Nasional saat itu Bpk. Muhammad Nuh, memberikan kado yang sangat pahit bagi generasi penerus bangsa ini dan khususnya bagi aktivis opensource yang telah berjuang sosialisasi opensource secara sukarela selama bertahun-tahun, yaitu MOU antara Kementerian Pendidikan Nasional dengan Microsoft.

Mari kita simak bersama, sesuatu yang saya pribadi menyebutnya tonggak kehancuran pendidikan bangsa ini (mungkin saya terlalu berlebihan, tapi kita lihat saja nanti)

�Ruang lingkup MoU antara Kemdiknas dan Microsoft Indonesia, antara lain dalam bidang peningkatan mutu pendidikan dan pencapaian reformasi layanan pendidikan yang bertumpu pada pengetahuan dan pemanfaatan TIK. Bentuk kerjasama yang dilakukan antara lain; Microsoft Partners in Learning (PIL), sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan metode pengajaran para guru, di bawah bendera program �Guru Inovatif� .Microsoft akan dapat memberikan bimbingan kepada para guru di sejumlah sekolah, yang akan dijadikan contoh sebagai institusi pendidikan dan tenaga pengajar yang siap menggunakan metode belajar-mengajar abad 21.�

Dalam hal ini sudah jelas, Microsoft membidik pengajaran program-program komersial mereka kepada guru. Guru lah yang akan jadi ujung tombak penyebaran software-software proprietary microsoft dengan cara mengajarkannya kepada anak didiknya kelak.

�MoU ini dapat digunakan sebagai sarana untuk membuka saluran komunikasi dan pertukaran informasi yang lebih luas di dunia pendidikan. Microsoft menyediakan layanan email secara cuma-cuma melalui program Microsoft Live@Edu yang memungkinkan baik pendidik (guru), tenaga kependidikan, dan peserta didik dapat berinteraksi dan berbagi informasi. �

Tidak cukup dengan guru, Microsoft juga membidik semua elemen dalam dunia pendidikan Indonesia dengan membentuk suatu komunitas untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi.

� dan point utama yang dibidik adalah :

�Berdasarkan data dari Kemdiknas, saat ini di Indonesia terdapat sebanyak sekitar 165.000 buah sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, dan sebanyak 4.500 buah universitas yang tersebar di seluruh di Indonesia. Total jumlah siswa di seluruh Indonesia mencapai 45 juta orang�

Sekian banyak ini mau memakai program-program Microsoft yang notabene berbayar semua???

Mendiknas bisa saja lupa kalo departemen nya dulu telah menandatangani deklarasi IGOS (memang terkesan kebangetan kalo sampai lupa) , tapi tentunya beliau bisa berhitung, berapa dana yang diperlukan untuk mewujudkan ambisi Microsoft itu!? Inikah solusi mencerdaskan kehidupan bangsa seperti amanat UUD 45?

Setelah MOU ditandatangani, efeknya langsung terasa.

Sistem Informasi Sekolah yang dikembangkan dan akan digunakan untuk seluruh sekolah di Indonesia, berbasis MS Windows. Silahkan lihat Sisfokol yang bernama Paket Aplikasi Sekolah (PAS) untuk SMP buatan Diknas ini. Semua elemen yang digunakan mulai server sampai ke workstation berbasis Windows.

Belum cukup puas? Pada awal tahun ajaran baru ini 2011-2012, Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah menerbitkan Buku Ajar Wajib , Pengetahuan Dasar Teknologi (TIK) untuk Sekolah RSBI/SBI Negeri dengan SELURUH materinya berdasarkan software proprietary Microsoft dan kawan-kawannya. (contohnya seperti gambar sampul buku diatas)

Contoh untuk Materi dalam Buku Ajar TIK Kelas VII dan VIII SMP SBI :

modul 8 : dasar-dasar internet �> IE 8
modul 9 : perangkat lunak pengolah grafis �> Corel draw X3
modul 10 : perangkat lunak pengolah animasi �> Macromedia Flash 8
modul 11 : perangkat lunak desain web �> MS frontpage

Bisa ditebak, seluruh materi dalam kurikulum TIK akan memakai software produksi Microsoft dan rekan-rekannya sebagai bahan pengajaran, ujian, dan praktek, dan kesemuanya itu adalah PROGRAM PROPRIETARY BERBAYAR!

Kali ini saya menilai Microsoft cukup tepat sasaran dengan menusuk langsung ke jantung pencetak generasi muda Indonesia, yaitu pendidikan formal. Dengan penggunaan program-program milik Microsoft untuk bahan ajar, maka tidak ada lagi kesempatan generasi muda Indonesia untuk mencoba dan merasakan �nikmat�nya kebebasan menggunakan program open source. Kedepan jika mereka lulus sekolah, maka mereka akan memiliki ketergantungan dengan software-software Microsoft dkk. Meskipun di kampus dikenalkan software open source, tidaklah mudah merubah kebiasaan mereka menggunakan software berbayar sejak mereka masih SD (12 tahun) .Belum lagi dari segi keuangan negara, dengan masih banyaknya warga yang kurang mampu, pemerintah, khususnya Diknas ingin menggunakan program closed source yang berbayar dan mahal? Dimana pertimbangan hati nuraninya?

Disaat negara lain ramai-ramai migrasi ke solusi opensource demi memerdekakan kebebasan teknologi bangsanya, Indonesia justru terpuruk dan menyerahkan diri kedalam bentuk penjajahan model baru, yaitu penjajahan teknologi dan kreatifitas.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan generasi bangsa ini?

�Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka� (Ar-Ra�d 11)

Sumber :http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/09/06/nasib-pendidikan-indonesia-dalam-cengkeraman-microsoft/
User avatar
chiki
Posts: 1235
Joined: 23 Jun 2011, 17:35
Location: Jakarta, Indonesia

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby chiki » 23 Apr 2012, 06:50

semua itu merupakan tantangan buat orang2 seperti kita ini :)
User avatar
SatriyaMujung
Posts: 669
Joined: 19 Feb 2011, 08:33

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby SatriyaMujung » 23 Apr 2012, 07:31

ada gak ada pemerentah, kita tetep jalan teruusss!
User avatar
husnia
Posts: 846
Joined: 26 Jan 2011, 15:31
Location: Malang-Tuban, East Java
Contact:

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby husnia » 23 Apr 2012, 10:25

tanpa pemerentah pun kita tetep jalan terus. tapi yg bikin merasa eman kan itu duit bakal lari ke luar negri.
alangkah lebih baik seandainya pemerintah mengadakan proyek pelatihan aplikasi berbasis opensource dan menggunakan instruktur dari dalam negeri. jadi duitnya tetep muter di dalam negri.
masyarakat makin pinter n kekayaan negara gak berkurang.
User avatar
abu_unaisah
Posts: 1621
Joined: 24 Nov 2011, 14:07

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby abu_unaisah » 23 Apr 2012, 10:29

tetep butuh pemerintah, tinggal kgenjar di edukasi aja
User avatar
IntegerManual
Posts: 418
Joined: 13 May 2011, 15:36
Location: Kerajaan Loa Bakung
Contact:

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby IntegerManual » 23 Apr 2012, 13:13

Nee... orang2 pintar itu semua yang nyusun, atau kelewat pintar sehinga mempintari orang lain -_-'
User avatar
iwantoyanto
Posts: 7
Joined: 13 Apr 2012, 20:01
Location: surabaya

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby iwantoyanto » 23 Apr 2012, 16:00

Bagi orang awam seperti saya yang baru belajar open source...terkadang ada dilema yang harus dipilih,apalagi selama ini kita sudah terbiasa di suguhi windows...untuk beralih ke open source memerlukan waktu..dan itu tidak sebentar...apa lagi yang kesannya open source itu sulit dll.kita nggak usah munafik begitu besar ketergantungan kita sama windows,hampir 80-90% pc di Indonesia menggunakan windows.Maju terus open source indonesia... :/
User avatar
masdana
Posts: 718
Joined: 08 Jun 2010, 13:09
Location: East Borneo
Contact:

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby masdana » 23 Apr 2012, 16:01

haha salah besar tu mikrosof siap-siap kena bajak hehe :D
klo pemerintah kita emang niat mau mencerdaskan bangsa sebenarnya mudah buat aja iklan di TV isinya keunggulan pake opensource dijamin pasti penasaran yg belum pernah nyoba :grin:
User avatar
abu_unaisah
Posts: 1621
Joined: 24 Nov 2011, 14:07

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby abu_unaisah » 23 Apr 2012, 16:03

iwantoyanto wrote:Bagi orang awam seperti saya yang baru belajar open source...terkadang ada dilema yang harus dipilih,apalagi selama ini kita sudah terbiasa di suguhi windows...untuk beralih ke open source memerlukan waktu..dan itu tidak sebentar...apa lagi yang kesannya open source itu sulit dll.kita nggak usah munafik begitu besar ketergantungan kita sama windows,hampir 80-90% pc di Indonesia menggunakan windows.Maju terus open source indonesia... :/
kapan pertama kali kenal W$? dan bagaimana jika saat itu juga diganti untuk mengenal Linux
User avatar
masdana
Posts: 718
Joined: 08 Jun 2010, 13:09
Location: East Borneo
Contact:

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby masdana » 23 Apr 2012, 16:08

abu_unaisah wrote: kapan pertama kali kenal W$? dan bagaimana jika saat itu juga diganti untuk mengenal Linux

nah benar tu, dan menurut pengalaman cara ini yg ampuh :D
User avatar
abu_unaisah
Posts: 1621
Joined: 24 Nov 2011, 14:07

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby abu_unaisah » 23 Apr 2012, 16:11

masdana wrote:
abu_unaisah wrote: kapan pertama kali kenal W$? dan bagaimana jika saat itu juga diganti untuk mengenal Linux

nah benar tu, dan menurut pengalaman cara ini yg ampuh :D
jadi tersipu #hehehe
User avatar
buzzing_bee
Posts: 1971
Joined: 29 Dec 2010, 21:53
Location: /home/buzzing_bee
Contact:

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby buzzing_bee » 23 Apr 2012, 16:26

memang gak munafik, ada sebagian yang masih butuh M$

tapi sebaiknya ita tunjukkan saja:

kita memang MINORITAS, tapi kita BERKUALITAS :D
User avatar
belthsazar
Posts: 1300
Joined: 02 Jul 2011, 04:38
Location: Surabaya, Indonesia

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby belthsazar » 23 Apr 2012, 18:17

kalo cara Micosoft di atas memang saya gak setuju. beda kalo software propietary yang dikenalkan adalah freeware.
untuk ketergantungan terhadap Windows, saya pikir simpel aja sih. kalo emang industri masih banyak yang butuh pake Windows dan software propietary lain (mis Adobe Photoshop, Corel Draw, Adobe Flash, dll) dan susah buat cari kerja kalo gak menguasai software-software itu, silakan beli. kalo emang gak mau beli (atau gak mampu), silakan pakai yang Open Source (minimal freeware lah). temen saya di salah satu Univ terkenal di Surabaya malah disarankan untuk membajak itu software karena butuh.
CMIIW. just saying.
User avatar
enka
Posts: 251
Joined: 27 Jul 2011, 12:23
Location: Manado
Contact:

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby enka » 23 Apr 2012, 18:45

wah sama kyk ane nih, dulu pernah ada kuliah ttg SPSS. Pas mau ujian masa trialnya dah habis, mau gimana lg krn butuh jadinya bajak rame2,,,
User avatar
CDX
Posts: 1616
Joined: 03 Jan 2010, 13:00
Location: Prapatan belok kiri

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby CDX » 23 Apr 2012, 19:59

belthsazar wrote: temen saya di salah satu Univ terkenal di Surabaya malah disarankan untuk membajak itu software karena butuh.
CMIIW. just saying.


kek group band.. semakin di bajak semakin ngetop..
sama kek microsoft semakin di bajak semakin akrablah masyarakat indonesia terhadap product microsoft, jadi pihak microsoft ga repot2 ngiklan dah di wakilin sama para pembajak....:grin:

mac os susah di bajak makanya kurang populer di indonesia

GNU+linux gratis tapi masyarakat indonesia kurang tertarik... kenapa ya..???
User avatar
nif
Posts: 2817
Joined: 31 Mar 2011, 07:48

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby nif » 23 Apr 2012, 20:06

CDX wrote:...
GNU+linux gratis tapi masyarakat indonesia kurang tertarik... kenapa ya..???

Kan banyak yang pake alasan 'sudah terlanjur terbiasa dengan Windows, susah kalo harus beralih ke sistem operasi lain..'
Ironisnya, kok kayaknya mudah aja beralih ketika yang disodorkan adalah Mac.. :(
User avatar
belthsazar
Posts: 1300
Joined: 02 Jul 2011, 04:38
Location: Surabaya, Indonesia

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby belthsazar » 23 Apr 2012, 21:33

CDX wrote:GNU+linux gratis tapi masyarakat indonesia kurang tertarik... kenapa ya..???


karena gak bisa dibajak. :grin: :grin: :grin:
User avatar
belthsazar
Posts: 1300
Joined: 02 Jul 2011, 04:38
Location: Surabaya, Indonesia

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby belthsazar » 23 Apr 2012, 21:37

nif wrote:
CDX wrote:...
GNU+linux gratis tapi masyarakat indonesia kurang tertarik... kenapa ya..???

Kan banyak yang pake alasan 'sudah terlanjur terbiasa dengan Windows, susah kalo harus beralih ke sistem operasi lain..'
Ironisnya, kok kayaknya mudah aja beralih ketika yang disodorkan adalah Mac.. :(


karena masyarakat indonesia gengsi gede2an. bela2i beli ipon padahal nyicil seumur hidup. :grin:

ada yang jauh lebih keren dan harga lebih murah, bahkan gratis tapi gak mau pake karena alesan "gak biasa", "gak familiar", "ribet".
User avatar
k1r4
Posts: 64
Joined: 20 Mar 2016, 15:44
Location: sragen

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby k1r4 » 24 Apr 2012, 08:18

aku turut berduka cita atas kebijakan pemerintah tersebut.......... :cry:

walaupun masih anak SMK dan baru pake open source baru 2bln lebih dikit tapi aku berusaha memperkenalkan open source dikalangan teman" SMK di sekolahku yah.... baru sedikit yang mo pindah walaupun masih dual boot... :grin: tapi gpplah yang penting udah ada jalan untuk merubah dari dulu yang ketergantungan dengan software bajakan menjadi pengguna yang benar" free..... :)

sekarang aku mule belajar menggunakan open source dan mule meninggalan WIN karena aku sudah sadar bahwa yang gratis banyak kok masih pake yang bajakan... moon do'anya agar tatap setia memkai opn source kususnya ubuntu.............. :grin:
User avatar
pupil
Posts: 458
Joined: 08 Jan 2012, 06:24
Location: /home/pupil
Contact:

Re: Nasib (pendidikan) Indonesia dalam cengkeraman Microsoft

Postby pupil » 24 Apr 2012, 08:41

Sudahlah, tak banyak manfaatnya meratapi nasib, atau mencari kambing hitam atas kejadian ini. Sekarang ini yang terbaik bagi Open Source adalah kita semua pengguna Open Source menunjukkan kepada mereka yang belum menggunakannya bahwa kita juga bisa berprestasi dan berbisnis dengan Open Source, memberikan tutorial semampu kita, dan melaporkan bugs apabila kita menglaminya. :)

Return to “Pembicaraan Bebas”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 22 guests