flashdisk jadi hardisk ssd

Membahas Perangkat-perangkat keras yang belum dideteksi dengan baik oleh Ubuntu serta solusinya.
User avatar
irwanatam
Posts: 68
Joined: 23 Feb 2012, 19:42
Location: Tamiang , Aceh, Indonesia
Contact:

flashdisk jadi hardisk ssd

Postby irwanatam » 04 Apr 2012, 17:05

ane minta tolong ni ma master2 di forum ubuntu,
gemana sih caranya flashdisk dijadikan hardisk ssd?.
atas bantuannya ane ucapkan terima kasih.
User avatar
CDX
Posts: 1616
Joined: 03 Jan 2010, 13:00
Location: Prapatan belok kiri

Re: fashdisk jadi hardisk ssd

Postby CDX » 04 Apr 2012, 18:50

cara flashdisk DI JADIKAN harddisk ssd

jual flashdisk nya terus beli ssd.. cuma itu caranya brooo.. waktu harga belum naik ane beli ssd 32gb merk patriot Rp 700rb
User avatar
husnia
Posts: 846
Joined: 26 Jan 2011, 15:31
Location: Malang-Tuban, East Java
Contact:

Re: fashdisk jadi hardisk ssd

Postby husnia » 04 Apr 2012, 19:09

CDX wrote: 32gb merk patriot Rp 700rb

fiuhh.. laham bro
User avatar
belthsazar
Posts: 1300
Joined: 02 Jul 2011, 04:38
Location: Surabaya, Indonesia

Re: fashdisk jadi hardisk ssd

Postby belthsazar » 04 Apr 2012, 21:22

maklum masbro. bikinnya juga susah. makanya saya masih berusaha betah-betahin pake HDD. butuh kapasitas soalnya, speed bisa menunggu. wwkkwkw..
User avatar
irwanatam
Posts: 68
Joined: 23 Feb 2012, 19:42
Location: Tamiang , Aceh, Indonesia
Contact:

Re: fashdisk jadi hardisk ssd

Postby irwanatam » 05 Apr 2012, 14:34

RAID0: SSD berkecepatan maksimum

FlexRAID bisa mengelabuhi Windows sehingga USB Flash Drive diterima sebagai sebuah drive berkapasitas besar. Apabila kecepatan maksimum USB Flash Drive menjadi prioritas utama, Anda memerlukan RAID 0 (Stripe), karena RAID tersebut membagi sebuah file pada semua media storage sehingga proses baca/tulis menjadi lebih cepat. Saat dicoba, RAID dengan USB Flash Drive standar dapat mencapai kecepatan baca hingga 50 MB/detik. Sebagai perbandingan, masing-masing UFD hanya bekerja dengan kecepatan 20 MB/detik. Namun, pada RAID 0, Anda membutuhkan UFD yang ukurannya sama. Jika tidak, kapasitas media terkecil akan membatasi kapasitas totalnya. Solusi termudah adalah dengan virtual machine yang dapat menjalankan Linux untuk mengonfigurasi UFD dan menjadikan Windows sebagai drive jaringan. Alasannya, Windows sendiri tidak dapat membuat RAID dari media USB. Namun, virtual machine memiliki "kelemahan" karena membutuhkan memori (RAM) minimal 512 MB dan spesifikasi CPU yang memadai agar tidak meng�ham�bat performa Windows. Jadi, solusi ini tidak efektif untuk komputer lambat. Konfigurasi VMware Player relatif mudah. Begitu juga halnya saat Anda mengonfigurasi Disk RAID 0 pada sistem Ubuntu.

Untuk meng-install sistem pada virtual machine, Anda dapat meng-copy file ISO-Image ke hard disk dan pada VMware Player, klik "Create a New Virtual Machine". Pada setup wizard, pilih "Installer disc image file" dan tentukan lokasi (path) dari ISO tersebut. Selanjutnya, Anda hanya perlu memasukkan username dan disk size (sekitar 4 GB). Ingat, Anda harus memberikan konfirmasi agar "VMware Tools" juga turut di-install. Apabila tidak, UFD tidak dapat diintegrasikan.

SSD-Rakitan-Sendiri

Anda dapat mengganti keyboard layout (jika diperlukan) melalui "System | Preferences | Keyboard | Layout" dengan mengklik "Add". Sebaiknya Anda pun melakukan meng-update sistem agar proses setup software RAID Disk berjalan lancar. Untuk itu, buka "Terminal" melalui "Applications | Accessories" dan ketik perintah:

sudo�apt-get�update

Apabila masih terjadi kesalahan atau eror, ulangi proses tersebut dengan me�ngetik pe�rintah:

sudo�apt-get�update�--fix-missing

Selanjutnya, Anda dapat meng-update software-nya de�ngan perintah:

sudo�apt-get�upgrade

Setelah me-restart Linux, Anda harus meng�integrasikan USB tersebut. Aktifkan media storage dalam VMware Player me�lalui "Virtual Machine | Removable Devices" lalu tentukan mount point melalui terminal Ubuntu dengan perintah:

dmesg�|�grep�Attached�SCSI

Layar akan menampilkan, misalnya "sd 2:0:0:0: [sdb] Attached SCSI removable disk". Informasi yang penting di sini adalah yang di dalam kurung, yaitu "sdb" (lihat screenshot atas). Sekarang, install tool yang diperlukan untuk RAID Drive de�ngan perintah:

sudo�apt-get�install�mdadm

Proses konfigurasi hampir selesai. Kini, Anda hanya perlu membuat RAID. Di sini, CHIP menggabungkan dua USB Flash Drive berukuran 4 GB yang diidentifikasi oleh sistem dengan nama "sdb" dan "sdc". Untuk itu, ketik perintah:

mdadm�--create�--verbose�/dev/md0�
--level=0�--raid-devices=2�/dev/sd{b,c}

Di sini, Anda sudah mengintegrasikan kedua data storage menjadi satu disk. Namun, UFD ini masih harus diformat. Lantaran Windows tidak harus mengakses UFD secara langsung, Anda pun tidak memerlukan sistem file Windows di sini. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tetap memaki sistem file Linux, yaitu "EXT4" untuk "NTFS". Proses format dapat dilakukan melalui console dengan perintah:

sudo�mkfs.ext4�/dev/md0

Setelah selesai memformat, lakukan mounting drive dengan perintah:

sudo mount�/dev/md0�/mnt

Apabila proses mounting berhasil, sebuah RAID 0 Drive yang cepat siap digunakan. Agar drive langsung terdeteksi tan�pa harus mengonfigurasi ulang setelah virtual machine di-restart, buat sebuah script dengan memasukkan start process dan identification number (UUID) dari drive. Nomor ini bisa Anda ketahui dengan perintah berikut ini.

mdadm�--detail�/dev/md0

Selanjutnya, buat sebuah file teks dengan mengklik kanan area Desktop dan masukkan baris berikut ini.

#!/bin/bash
mdadm�--verbose�-A�/dev/md0�-u
�UUID-RAID_number

Simpan file dengan ekstensi ".sh". Selanjutnya, Anda cukup menjalankan script ter�sebut untuk mengaktifkan drive agar Anda tidak harus mengetikkan perintah setiap saat. Sebagai langkah terakhir, Anda harus membuat Windows dapat mendeteksi drive tersebut. Untuk itu, buat sebuah sharing pada Linux sehingga sharing tersebut dapat diakses Windows sebagai network drive. Caranya, buat sebuah folder pada drive tersebut dengan mengklik kanan dan memilih "Sharing options". Setelah mengonfirmasi sha�ring, Ubun�tu akan meng-install semua paket Samba yang diperlukan. Setelah Dektop Manager restart, Anda dapat mengklik lagi folder tersebut untuk me�ngon�figurasi network drive. Selanjutnya, folder tersebut akan terlihat pada bagian "Networking" Windows. Kini, Anda telah dapat menggunakan folder tersebut seperti drive biasa.

Solusi RAID: Ideal bagi pengguna Linux yang telah mahir

Membuat RAID Drive dalam sebuah virtual machine memang mudah, tetapi PC memerlukan resource yang besar. Cara yang tidak "rakus" performa tetapi lebih rumit adalah menggunakan coLinux (http://www.colinux.org) dan sebuah sistem Debian yang telah dimodifikasi. CHIP berhasil menjalankan Linux Kernel secara native pada Windows tanpa virtual machine. Konfigurasinya cukup panjang karena CHIP harus meng-install semua modul kernel dan tool yang diperlukan tanpa panduan grafis (agar sistem tetap responsif). Linux tidak dijalankan dengan klik mouse, tetapi melalui sebuah terminal yang harus didefinisikan secara rinci. Mulai dari proses download software hingga kon�figurasi RAID 0 Drive, CHIP menghabiskan waktu sekitar empat jam.

Hasil yang diperoleh dalam me�ngubah UUD menjadi sebuah SSD khusus ini memang memuaskan. Pada notebook de�ngan prosesor Intel Pentium M 1,86 GHz dan memori 1 GB, sistem berjalan tanpa beban berlebih. Berbagai opsi yang ada (kernel Linux yang hemat resource, virtual machine, atau Flex-RAID) untuk me�ngubah USB Flash Drive menjadi SSD khusus telah CHIP tawarkan. Pilihlah opsi yang terbaik bagi Anda agar Windows dan aplikasinya berjalan dengan cepat dan responsif.

RAID dengan USB Hard Disk

Berbeda dengan USB Flash Drive, Windows mudah "dikelabui" dengan hard disk eksternal. Agar hard disk bisa dijalankan dalam mode RAID, keluarkan hard disk dari casing-nya dan hubungkan ke koneksi SATA internal. Lalu, format hard disk pada Windows. Untuk itu, buka "Disk Management" dan klik-kanan pada hard disk yang dimaksud. Kemudian, pilih menu "Format". Saat volume dikonfigurasi, pilih hard disk untuk sebuah RAID. Solusi mana yang tersedia, tergantung pada versi Windows Anda.

SSD-Rakitan-Sendiri



Sumber: Majalah CHIP 10/2011

copas dari situs : http://chip.co.id/news/read/2011/12/19/ ... .Sendiri/2
User avatar
abu_unaisah
Posts: 1621
Joined: 24 Nov 2011, 14:07

Re: fashdisk jadi hardisk ssd

Postby abu_unaisah » 05 Apr 2012, 14:44

copas abis
User avatar
irwanatam
Posts: 68
Joined: 23 Feb 2012, 19:42
Location: Tamiang , Aceh, Indonesia
Contact:

Re: fashdisk jadi hardisk ssd

Postby irwanatam » 05 Apr 2012, 15:02

gak nyambung ni
User avatar
irwanatam
Posts: 68
Joined: 23 Feb 2012, 19:42
Location: Tamiang , Aceh, Indonesia
Contact:

Re: flashdisk jadi hardisk ssd

Postby irwanatam » 06 Apr 2012, 12:02

flashdisknya cuma 8GB gan
User avatar
faqih_dan_kucing
Posts: 117
Joined: 20 Mar 2016, 15:54
Location: /home/faqih

Re: flashdisk jadi hardisk ssd

Postby faqih_dan_kucing » 06 Apr 2012, 12:32

tinggal format aja ke NTFS
User avatar
iCholz
Posts: 12
Joined: 10 Mar 2011, 09:09
Location: Bandoeng
Contact:

Re: fashdisk jadi hardisk ssd

Postby iCholz » 20 Apr 2012, 23:04

CDX wrote:cara flashdisk DI JADIKAN harddisk ssd

jual flashdisk nya terus beli ssd.. cuma itu caranya brooo.. waktu harga belum naik ane beli ssd 32gb merk patriot Rp 700rb


becanda ni, kl tu mh namanya tukar guling ath...

ap emng bisa flashdisk jd SSD y? mantap tuh kl ad caranya...

Return to “Solusi Hardware Ubuntu”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 13 guests